assalamu'alaikum wr. wb. kenangan akan kampung halaman adalah sesuatu yang takkan dapat dilupakan, karena di situlah suka dan duka bersama ayah, ibu, handai taulan kita jalani. mudah-mudahan dengan blog ini kita bisa berbagi pengalaman dan kenangan berkaitan dengan kehidupan di kampung halaman. tetapi tidak menutup untuk posting-posting lainnya yang menarik dan bermanfaat. wa'alaikaum salam wr. wb.
test
Terjemahan
Kamis, 10 November 2011
Jumat, 26 Agustus 2011
apakah benar dalam Islam dilarang berteman dengan orang non muslim?
apakah benar dalam Islam dilarang berteman dengan orang non muslim?. hal ini banyak yang di pertanyakan karena adanya ayat Alqur'an berikut ini :
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil... menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya. (QS. 3:118)
***INI SALAH SATU..ayat yg isinya menghasut.nga sadarkan anda ??***
untuk itu kami ambilkan kutipan dari discussion board pada sebuah diskusi di FB (aslinya : facebook-id Islamic ACT )
________________________________________________________________
JAWAB:
________________________________________________________________
SALAH BESAR.
Pada ayat ini Allah memperingatkan orang-orang mukmin agar jangan bergaul rapat dengan orang-orang kafir *atau siapapun yang telah nyata sifat-sifatnya yang buruk...
Walau bagaimanapun sebab turun ayat ini namun dapat dipahami dari padanya bahwa Allah melarang mengambil orang-orang kafir yang telah nyata kejahatan niatnya terhadap orang mukmin sebagai teman akrab mereka itu adalah orang-orang musyrik, Yahudi, munafik dan lain-lain.
Maka janganlah orang mukmin bergaul rapat dengan orang-orang kafir yang mempunyai sifat yang dinyatakan dalam ayat ini yaitu mereka yang:
1.Senantiasa menyakiti dan merugikan kaum muslimin dan berusaha menghancurkan mereka.
2.Menyatakan terang-terangan dengan lisan rasa amarah dan benci terhadap kaum muslimin. mendustakan Nabi Muhammad saw dan Alquran dan menuduh orang-orang Islam sebagai orang-orang yang bodoh dan fanatik.
3.Kebencian dan kemarahan yang mereka ucapkan dengan lisan itu adalah amat sedikit sekali bila dibandingkan dengan kebencian dan kemarahan yang disembunyikan dalam hati mereka. Tetapi bila sifat-sifat itu telah berubah menjadi sifat-sifat yang baik atau mereka tidak lagi mempunyai sifat-sifat yang buruk itu terhadap kaum muslimin maka Allah tidak melarang untuk bergaul dengan mereka.
Firman Allah SWT
Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusirmu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kamu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barang siapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim".
(Q.S Al Mumtahanah: 8 dan 9)
______________________________________________________
Banyak di temui dalam sejarah: orang-orang kafir yang membantu kaum muslimin dalam perjuangan Islam seperti dalam penaklukan Spanyol dan penaklukan Mesir. Mereka mengusir orung-orang Romawi dengan bantuan orang Qibti.
Banyak pula di antara orang-orang kafir yang diangkat sebagai pegawai pada kantor-kantor Pemerintah di masa Umar bin Khattab dan pada masa kerajaan Umawiyah dan `Abbasiah, bahkan ada di antara mereka yang diangkat menjadi duta mewakili pemerintah Islam.
Demikianlah Allah telah menjelaskan ayat-ayat Nya kepada kaum muslimin supaya diperhatikan dengan sebaik-baiknya agar jangan terperosok ke dalam jurang kebinasaan karena kurang hati-hati dan tidak waspada dalam berteman akrab dengan orang-orang kafir itu.
jelaskan???kalau saya tidak mau berteman dengan tetangga saya yang tidak seiman,saya salah besar dan Allah SWT tidak menyukai orang seperti itu.
pasti waktu dulu orang tua anda pun melarang bergaul dengan orang yang jelas-jelas ingin menghancurkan anda sendiri,jadi jangan keliru.
semoga bermanfaat.
Catatan : tanda(*) kata yang kami tambahkan
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil... menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya. (QS. 3:118)
***INI SALAH SATU..ayat yg isinya menghasut.nga sadarkan anda ??***
untuk itu kami ambilkan kutipan dari discussion board pada sebuah diskusi di FB (aslinya : facebook-id Islamic ACT )
________________________________________________________________
JAWAB:
________________________________________________________________
SALAH BESAR.
Pada ayat ini Allah memperingatkan orang-orang mukmin agar jangan bergaul rapat dengan orang-orang kafir *atau siapapun yang telah nyata sifat-sifatnya yang buruk...
Walau bagaimanapun sebab turun ayat ini namun dapat dipahami dari padanya bahwa Allah melarang mengambil orang-orang kafir yang telah nyata kejahatan niatnya terhadap orang mukmin sebagai teman akrab mereka itu adalah orang-orang musyrik, Yahudi, munafik dan lain-lain.
Maka janganlah orang mukmin bergaul rapat dengan orang-orang kafir yang mempunyai sifat yang dinyatakan dalam ayat ini yaitu mereka yang:
1.Senantiasa menyakiti dan merugikan kaum muslimin dan berusaha menghancurkan mereka.
2.Menyatakan terang-terangan dengan lisan rasa amarah dan benci terhadap kaum muslimin. mendustakan Nabi Muhammad saw dan Alquran dan menuduh orang-orang Islam sebagai orang-orang yang bodoh dan fanatik.
3.Kebencian dan kemarahan yang mereka ucapkan dengan lisan itu adalah amat sedikit sekali bila dibandingkan dengan kebencian dan kemarahan yang disembunyikan dalam hati mereka. Tetapi bila sifat-sifat itu telah berubah menjadi sifat-sifat yang baik atau mereka tidak lagi mempunyai sifat-sifat yang buruk itu terhadap kaum muslimin maka Allah tidak melarang untuk bergaul dengan mereka.
Firman Allah SWT
Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusirmu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kamu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barang siapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim".
(Q.S Al Mumtahanah: 8 dan 9)
______________________________________________________
Banyak di temui dalam sejarah: orang-orang kafir yang membantu kaum muslimin dalam perjuangan Islam seperti dalam penaklukan Spanyol dan penaklukan Mesir. Mereka mengusir orung-orang Romawi dengan bantuan orang Qibti.
Banyak pula di antara orang-orang kafir yang diangkat sebagai pegawai pada kantor-kantor Pemerintah di masa Umar bin Khattab dan pada masa kerajaan Umawiyah dan `Abbasiah, bahkan ada di antara mereka yang diangkat menjadi duta mewakili pemerintah Islam.
Demikianlah Allah telah menjelaskan ayat-ayat Nya kepada kaum muslimin supaya diperhatikan dengan sebaik-baiknya agar jangan terperosok ke dalam jurang kebinasaan karena kurang hati-hati dan tidak waspada dalam berteman akrab dengan orang-orang kafir itu.
jelaskan???kalau saya tidak mau berteman dengan tetangga saya yang tidak seiman,saya salah besar dan Allah SWT tidak menyukai orang seperti itu.
pasti waktu dulu orang tua anda pun melarang bergaul dengan orang yang jelas-jelas ingin menghancurkan anda sendiri,jadi jangan keliru.
semoga bermanfaat.
Catatan : tanda(*) kata yang kami tambahkan
Kamis, 25 Agustus 2011
Banjir Nabi Nuh Menurut Alqur'an
Dalam majalah BBC edisi 17 Juli 2011 terdapat tajuk populer yaitu "Apakah Agama bisa membuktikan kebenaran evolusi" Majalah BBCC - evolutionreligion
Ada pengkajian yang dilakukan oleh Ilmuan Amerika yang didasarkan dengan penemuan dan bukti ilmiah dan Bibel.
Untuk itu kami coba untuk membandingkannya juga dengan Alqur'an, yang anda bisa baca berikut ini. Secara akal sehat mana yang lebih bisa diterima?
Sumber
Harun Yahya
Ada pengkajian yang dilakukan oleh Ilmuan Amerika yang didasarkan dengan penemuan dan bukti ilmiah dan Bibel.
Untuk itu kami coba untuk membandingkannya juga dengan Alqur'an, yang anda bisa baca berikut ini. Secara akal sehat mana yang lebih bisa diterima?
Sumber
Harun Yahya
Pembuktian Ilmiah dari Kisah Kehidupan Kaum-Kaum Terdahulu
dalam al-Qur’an Serta Proses Pembinasaan Mereka
Selengkapnya bisa dibaca di ebooknya :Kaum kaum Yang Telah Dibinasakan
Apakah Banjir itu Bencana Lokal Saja ataukah Global ?
Mereka yang menolak realitas terjadinya Banjir masa nabi Nuh, menopang pendirian mereka dengan menyatakan bahwa banjir global atas seluruh dunia adalah suatu hal yang mustahil. Bukan hanya itu, penyangkalan mereka atas terjadinya banjir yang bagaimanapun bentuknya adalah ditujukan untuk menyerang apa yang telah dikemukakan al-Qur’an. Menurut mereka, semua kitab yang berasal dari wahyu, termasuk al-Qur’an, mempertahankan pendirian bahwa banjir Nuh adalah banjir yang global, dan karenanya, seluruh berita itu adalah informasi yang keliru.
Penolakan terhadap pernyataan al-Qur’an ini tidak benar. Al-Qur’an diwahykan oleh Allah, dan al-Qur’an ini merupakan satu-satunya kitab suci yang tidak terrubah. Al-Qur’an memandang banjir dengan sudut pandang yang sangat berbeda dibandingkan cara pandangPentateuch dan legenda-legenda tentang banjir yang lain yang diriwayatkan dalam berbagai kebudayaan. Pentateuch, nama bagi lima buku (kitab) pertama dalam Perjanjian Lama, menyatakan bahwa banjir tersebut bersifal global, menutupi seluruh bumi. Namun, al-Qur’an tidak memberikan keterangan seperti itu, dan sebaliknya, ayat-ayat yag relevan dengan peristiwa ini membawa pada suatu kesimpulan bahwa banjir itu hanya bersifat regional (menutupi wilayah tertentu) dan tidak menutupi seluruh bumi, dan hanya menenggelamkan umat Nabi Nuh saja yang mereka itu telah diberi peringatan oleh nabi Nuh dan akhirnya membangkang, sehingga mereka dihukum.
Ketika riwayat-riwayat tentang banjir dalam Perjanjian Lama dan riwayat-riwayat sejenis dalam Al-Qur’an diuji, perbedaannya sederhana saja. Perjanjian Lama, yang telah mengalami banyak perubahan dalam penambahan sepanjang sejarahnya, yang karenya tidak bisa dinilai sebagai wahyu yang orisinil, menggambarkan bagaimana banjir berawal dalam uraian sebagai berikut:
“Dan Tuhan melihat bahwa kejahatan manusia di bumi adalah besar, dan bahwa setiap imajinasi dari pikiran-pikiran dalam hatinya hanya selalu perbuatan jahat. Dan ini menjadikan Allah menyesali bahwa Dia telah menciptakan manusia, dan ini menyedihkan hatiNya. Dan Tuhan berkata, “Saya akan membinasakan manusia yang telah saya ciptakan dari permukaan bumi; kedua jenis yang ada, manusia dan binatang, dan segala yang merayap, dan unggas-unggas di udara, yang karena telah mengecewakanKu yang telah mencipatakan mereka. Akan tetapi, (Nabi) Nuh mendapatkan kasih sayang di mata Tuhan” (Genesis, 6: 5-8)
Meski demikian, dalam al-Qur’an, diperlihatkan dengan jelas bahwa banjir itu tidak meliputi seluruh dunia (bumi), tetapi hanya umat Nabi Nuh yang dihancurkan. Tidak berbeda sebagaimana Nabi Hud diutus hanya untuk kaum ‘Ad (QS. Hud: 50), Nabi Shalih diutus untuk kaum Tsamud (QS. Hud:
61) serta seluruh Nabi kemudian sebelumMuhammad adalah diutus hanya untuk umat mereka saja, Nabi
Nuh hanya diutus untuk umatnya dan banjir tersebut hanya menyebabkan punahnya umat Nabi Nuh;
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, (dia berkata): “Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata bagi kamu, agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku khawatir kamu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat menyedihkan. (QS. Hud: 25-26)
Mereka yang dimusnahkan adalah orang-orang yang secara total tidak menghiraukan Proklamasi Nabi Nuh akan kerasulannya dan senantiasa menentang. Ayat-ayat yang senada telah menggambarkan dengan cara yang cukup gamblang:
Maka mereka mendustakan Nuh , kemudian kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya di dalam bahtera, dan Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta (mata hatinya).(QS. Al-A’raf: 64).
Di samping itu, dalam al-Qur’an , Allah menegaskan bahwa Dia tidak akan menghancurkan suatu komunitas masyarakat kecuali seorang rasul telah diutus kepada mereka. Penghancuran terjadi jika seorang pemberi peringatan telah sampai kepada suatu kaum, dan pemberi peringatan itu didustakan. Allah menyatakan hal itu dalam Surat al-Qashash:
Dan tidak adalah Tuhanmu membinasakan kota-kota, sebelum dia mengutus di ibukota itu seorang rasul yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka; dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan kota-kota; kecuali penduduknya dalam keadaan melakukan kezaliman. (QS. Al- Qashash: 59).
Bukanlah cara Allah untuk mengancurkan suatu kaum yang kepada mereka belum Dia turunkan rasul. Sebagai seorang pemberi peringatan, Nuh hanya diutus untuk kaumnya saja. Karena itu, Allah tidak menghancurkan kaum-kaum yang kepada mereka tidak Dia utus rasul, akan tetapi Allah hanya menghancurkan umat Nabi Nuh.
Dari penyataan-pernyataan dalam al-Qur’an ini, kita bisa memastikan bahwa banjir tersebut adalah bencana yang bersifat lokal, bukannya global (seluruh dunia). Penggalian-penggalian yang dilakukan pada daerah-daerah arkeologis yang diperkirakan sebagai lokasi terjadinya banjir – yang nanti akan kita bahas berikutnya— menunjukkan bahwa banjir tersebut bukanlah sebuah peristiwa global yang mempengaruhi seluruh bumi, akan tetapi merupakan sebuah bencana yang sangat luas yang mempengaruhi bagian tertentu dari wilayah Mesopotamia.
Apakah Seluruh Binatang ikut Dinaikkan ke atas Perahu?
Para penfasir Bibel yakin bahwa Nabi Nuh memasukkan seluruh species binatang yang ada di muka bumi ke atas Perahu dan binatang-binatang itu bisa selamat dari kepunahan karena kebaikan Nabi Nuh itu. Menurut apa yang mereka yakini ini, setiap pasang dari tiap species yang ada di muka bumi juga dibawa bersama ke atas perahu.
Mereka yang mempertahankan pernyataan itu dengan tanpa ragu harus menghadapi kejanggalan- kejanggalan yang serius dalam berbagai hal. Pertanyaan tentang bagaimana berbagai jenis binatang yang diangkut ke atas perahu itu diberi makan, bagaimana mereka ditempatkan di dalam perahu itu (kandang- kandang untuk mereka), atau bagaimana mereka dipisahkan satu dengan lainnya adalah pertanyaan- pertanyaan yang mustahil bisa terjawab. Lagi pula, masih ada beberapa pertanyaan yang tersisa:
bagaimana binatang-binatang yang berasal dari berbagai benua (daratan) yang berbeda bisa dibawa bersamaan – berbagai mamalia yang ada di kutub, kanguru dari Australia, atau bison yang Aneh dari Amerika?. Juga, masih adalah berbagai pertanyaan lebih banyak lagi, seperti, bagaimana binatang yang sangat membahayakan – yang berbisa seperi berbagai jenis ular, kalajengking dan binatang-binatang buas – itu semua bisa ditangkap, serta bagaimana mereka bisa bertahan padahal dipisahkan dari habitat alamiahnya untuk suatu waktu hingga banjir itu surut?.
Ini adalah berbagai pertanyaan yang dihadapi oleh Perjanjian Lama. Di dalam al-Qur’an, tidak ada pernyataan yang mengindikasikan bahwa seluruh species binatang di muka bumi dinaikkan ke atas perahu. Dan sebagaimana yang telah ditegaskan sebelumnya, banjir tersebut terjadi dalam sebuah wilayah tertentu saja, sehingga, binatang yang dinaikkan perahu pun hanyalah yang hidup di wilayah di mana umat Nabi Nuh itu tinggal.
Meski demikian, ini adalah bukti bahwa mustahil sekalipun hanya untuk mengumpulkan seluruh jenis binatang yang hidup di wilayah tersebut. Sulit dipikirkan Nabi Nuh beserta sejumlah kecil orang-orang yang beriman yang menyertainya (QS. Hud: 40) pergi menuju ke
segala penjuru untuk mengumpulan masing-masing dua ekor dari ratusan species binatang di sekitar mereka. Bahkan, lebih mustahil lagi bagi mereka untuk mengumpulkan berbagai tipe serangga yang hidup di wilayah mereka, serta untuk memisahkan antara yang jantan dan betina!. Ini alasan mengapa yang lebih memungkinkan adalah bahwa yang dikumpulkan itu hanya binatang yang bisa dengan mudah ditangkap dan dipelihara, dan karenanya, binatang tersebut adalah binatang ternak yang secara khusus berguna bagi manusia. Nabi Nuh agaknya memasukkan ke atas perahu binatang binatang sejenis itu, yakni seperti, sapi, biri-biri, kuda, unggas, unta dan sejenisnya, karena inilah binatang-binatang yang dibutuhkan untuk penyangga kehidupan baru bagi di wilayah yang telah kehilangan sejumlah besar prasarana hidup dikarenakan bencana banjir tersebut.
Di sini masalah penting terletak pada bahwa kebijaksanaan Ilahiah dalam perintah Allah kepada Nabi Nuh untuk untuk mengumpulkan berbagai binatang terletak pada arahan untuk menumpulkan binatang-binatang yang dibutuhkan untuk kehidupan baru setelah banjir berakhir daripada untuk kepentingan mempertahankangenus berbagai binatang. Selama banjir itu bersifat lokal, maka kepunahan berbagai jenis binatang tidak akan mungkin terjadi. Agaknya ada kecenderungan bahwa pada masa setelah banjir, berbagai binatang dari wilayah-wilayah lain bermigrasi ke tempat tersebut dan memadati daerah tersebut dengan cara kehidupan lama yang pernah ada. Sehingga yang terpenting adalah bahwa kehidupan bisa dirintis kembali begitu banjir berakhir, dan binatang-binatang yang dikumpulkan (dan diangkut ke atas perahu) adalah dimaksudkan untuk tujuan perintisan kehidupan seperti itu.
bagaimana binatang-binatang yang berasal dari berbagai benua (daratan) yang berbeda bisa dibawa bersamaan – berbagai mamalia yang ada di kutub, kanguru dari Australia, atau bison yang Aneh dari Amerika?. Juga, masih adalah berbagai pertanyaan lebih banyak lagi, seperti, bagaimana binatang yang sangat membahayakan – yang berbisa seperi berbagai jenis ular, kalajengking dan binatang-binatang buas – itu semua bisa ditangkap, serta bagaimana mereka bisa bertahan padahal dipisahkan dari habitat alamiahnya untuk suatu waktu hingga banjir itu surut?.
Ini adalah berbagai pertanyaan yang dihadapi oleh Perjanjian Lama. Di dalam al-Qur’an, tidak ada pernyataan yang mengindikasikan bahwa seluruh species binatang di muka bumi dinaikkan ke atas perahu. Dan sebagaimana yang telah ditegaskan sebelumnya, banjir tersebut terjadi dalam sebuah wilayah tertentu saja, sehingga, binatang yang dinaikkan perahu pun hanyalah yang hidup di wilayah di mana umat Nabi Nuh itu tinggal.
Meski demikian, ini adalah bukti bahwa mustahil sekalipun hanya untuk mengumpulkan seluruh jenis binatang yang hidup di wilayah tersebut. Sulit dipikirkan Nabi Nuh beserta sejumlah kecil orang-orang yang beriman yang menyertainya (QS. Hud: 40) pergi menuju ke
segala penjuru untuk mengumpulan masing-masing dua ekor dari ratusan species binatang di sekitar mereka. Bahkan, lebih mustahil lagi bagi mereka untuk mengumpulkan berbagai tipe serangga yang hidup di wilayah mereka, serta untuk memisahkan antara yang jantan dan betina!. Ini alasan mengapa yang lebih memungkinkan adalah bahwa yang dikumpulkan itu hanya binatang yang bisa dengan mudah ditangkap dan dipelihara, dan karenanya, binatang tersebut adalah binatang ternak yang secara khusus berguna bagi manusia. Nabi Nuh agaknya memasukkan ke atas perahu binatang binatang sejenis itu, yakni seperti, sapi, biri-biri, kuda, unggas, unta dan sejenisnya, karena inilah binatang-binatang yang dibutuhkan untuk penyangga kehidupan baru bagi di wilayah yang telah kehilangan sejumlah besar prasarana hidup dikarenakan bencana banjir tersebut.
Di sini masalah penting terletak pada bahwa kebijaksanaan Ilahiah dalam perintah Allah kepada Nabi Nuh untuk untuk mengumpulkan berbagai binatang terletak pada arahan untuk menumpulkan binatang-binatang yang dibutuhkan untuk kehidupan baru setelah banjir berakhir daripada untuk kepentingan mempertahankangenus berbagai binatang. Selama banjir itu bersifat lokal, maka kepunahan berbagai jenis binatang tidak akan mungkin terjadi. Agaknya ada kecenderungan bahwa pada masa setelah banjir, berbagai binatang dari wilayah-wilayah lain bermigrasi ke tempat tersebut dan memadati daerah tersebut dengan cara kehidupan lama yang pernah ada. Sehingga yang terpenting adalah bahwa kehidupan bisa dirintis kembali begitu banjir berakhir, dan binatang-binatang yang dikumpulkan (dan diangkut ke atas perahu) adalah dimaksudkan untuk tujuan perintisan kehidupan seperti itu.
Demokrasi Itu Seperti Rumput Tetangga Yang Lebih Hijau
Saat ini semua orang mengagung-agungkan demokrasi, seolah olah dengan demokrasi mereka bisa berbuat apa saja sesuai dengan keinginannya. Mereka melihat demokrasi sebagi barometer suatu pemerintahan yang baik dan paling sesuai untuk semua bangsa. Mereka melihat negara-negara Barat berhasil karena menerapkan demokrasi.
Perlu dicatat bahwa karakteristik negara-negara di barat yang banyak menerapkan demokrasi tidak selalu sama dengan negara-negara lain terutama negara dunia ketiga, yang sebelumnya menggunkan sistim monarki ataupun pemerintahan otorita/otoriter.
Negara-negara barat sukses menerapkan demokrasi karena kebanyakan mereka mempunyai karakteristik penduduk yang homogin. Di sana hanya ada golongan mayoritas dan minoritas. dan jika cara-cara demokrastis diperlakukan pastilah hanya ada suara mayoritas dan minoritas sehingga mau tidak mau suara minoritas tidak akan ada artinya. Mereka solah-olah dari luar kelihtan harmonis tetapi yang sebenarnya mereka yang minoritas tidak pernah akan mempunyai hak yang sama dengan yang mayoritas. Ini adalah suatu keterpaksaan sebagai minoritas semestinya mengikuti yang mayoritas.
Jadi sebenarnya Demokrastis itu adalah yang minoritas harus mengikuti yang mayoritas.
Bagaimana Jika demokrasi diterapkan di negara yang penduduknya beragam dan komposisi kekuatannya saling berimbang satu dengan yang lainnya?.
Jawabnya "Bisa saja", tetapi......
tetapi akan banyak tantangaanya. disini akan terjadi perlambatan untuk dalam mencapai suatu proses keputusan. Banyaknya kepentingan yang harus diakomodasikan bisa jadi akan memperlambat suatu proses keputusan bahkan rawan memicu konflik.
Jadi apakah demokrasi itu baik atau jelek?.
Tidak ada jawaban yang pasti, karena demokrasi sendiri adalah relative.
Jadi cara apa yang terbaik untuk menentukan suatu kepemimpinan?.
Tidak ada ketentuan yang pasti, tetapi sebaiknya mengadobsi kultur lokal yang sudah terbuti cocok.
Apapun sistim pemerintahan/suatu kepemimpinan lebih tergantung kepada pemimpin itu sendiri apakah menjadi pemimpin yang adil dan amanah atau tidak, biasa meng-amokodasikan keinginan sebagian besar rakyatnya atau tidak.
Apapun sistim pemerintahan/suatu kepemimpinan lebih tergantung kepada pemimpin itu sendiri apakah menjadi pemimpin yang adil dan amanah atau tidak, biasa meng-amokodasikan keinginan sebagian besar rakyatnya atau tidak.
Coba kita bandingkan plus minusnya suatu negara yang menganut demokrasi, apakah raknyatnya lebih makmur, lebih tentram lebih bahagia.
Kita ambil contoh bebrapa negara dengan perbandingan sistim pemerintahah .
1. Amirika Serikat>>>>>negara demokrastis
2. Meksiko>>>>>>negara demokratis
3. Indonesia>>>>>>negara demokratis
4.Cina.>>>>>>>negara komunis
5. Jepang>>>>>>negara kekaisaran semi demokratis
6. Iran>>>>>>>negara otoriter
7 Saudi Arabia>>>>>>>negara kerjaaan otoriter
8. Brunai Darusalam>>>>negara kerajaan otoriter.
manakah yang lebih makmur, lebih tentram lebih bahagia?.
Ternyata jawabannya rumput tetangga kelihatan lebih hijau dari rumput sendiri
baca juga : Otoriter VS Demokrasi
oleh achmad budiono
Rabu, 24 Agustus 2011
Kecerdasan Tidak selalu Berbanding Lurus Kemampuan Spiritual.
Maaf, berdasarkan analisa saya saja, jika ada yang salah mohon diberikan koreksi
Secara sederhana Kecerdasan manusia terdifinisikan memiliki lapis-lapis kecerdasan sebagai berikut:
-Kecerdasan fisik yang biasa kita kenal dengan Inteligent Quotient (IQ)
-Kecerdasan Emosi / Emosion Quotient (EQ)
-Kecerdasan Emosi Spiriual / Emosion Spiritual Quotient (ESQ)
-Kecerdasan Spiritual / Inteligent Spiritual Quotient (ISQ).
Semoga bermanfaat.
Achmand Budiono
Secara sederhana Kecerdasan manusia terdifinisikan memiliki lapis-lapis kecerdasan sebagai berikut:
-Kecerdasan fisik yang biasa kita kenal dengan Inteligent Quotient (IQ)
-Kecerdasan Emosi / Emosion Quotient (EQ)
-Kecerdasan Emosi Spiriual / Emosion Spiritual Quotient (ESQ)
-Kecerdasan Spiritual / Inteligent Spiritual Quotient (ISQ).
Jika kita melihat dan mengamati bahwa seseorang yang cerdas secara fisik memiliki IQ yang tinggi, misalnya mempunya kemampuan matematika, memprediksi dan menganalisa dengan berbagai perhitungan-perhitungan yang rumit ternyata dalam kehidupannya tidak selalu berhasil, dan bahkan memecahkan masalah dirinya sendiri saja terkadang tidak mampu. Coba kita lihat biografi banyak Ilmuwan dan fisikawan, mereka termasyur akan berbagai penemuan-penemuannya dibidang fisika dan tehnologi lainnya.. tetapi banyak kehidupan pribadinya yang tragis, bahkan diakhiri dengan bunuh diri.
Jadi sebetulnya manakah yang perlu dibangun dan dikembangkan dari berbagai kemampun tersebut diatas?
Pendidikan formal berperan untuk memacu evolusi kesadaran agar memiliki kecerdasan fisik / Inteligent Quotient (IQ). Lingkungan sekitar kita menjalani kehidupan mempengaruhi kadar emosi. Pendidikan agama / kepercayaan, membuat sadar akan adanya pagar antara benar dan salah.
Jadi yang terbaik semua itu bisa dikembangkan denga selaras dan seimbang dengan cara pelatihan dan pendidikan serta nasihat-nasihat dan bimbingan yang diberikan secara kontinyu dan sistematis..
Achmand Budiono
Indahnya Sebait Kata-Kata
ada tulisan isinya begitu indah disampaikan seseorang ketika yang lainnya saling ber pro dan kontra dan bahkan saling menghujat dalam suatu komen tajuk berita
Berikut profile orang tersebut yang aku dapat dari Yahoo
Zahra Azzahwa
"salam hormat dan salam ukhuwah,
song2 hari depan dengan ilmu dan taqwa,
raih cita2 dengan ikhtiar dan doa,
tiada kata yang lebih bermanfaat, melainkan sebuah nasihat,
tiada pernah nasihat terucap, melainkan kepada kerabat dan sahabat,
sekalipun kita berbeda dalam suku, ras dan keyakinan, sesungguhnya kita tetap 1 keluarga,
karena kita 1 keturunan yang sama, yaitu dari bapak Adam dan ibu Hawa,
sungguh, Tuhan begitu kasih kepada kita, dan Dia inginkan kita selamat dunia akherat,
oleh itu Ia bagi peraturan hidup berupa agama,
dan untuk menyampaikan agama, Dia utus seorang Rasul,
begitu banyak nabi dan rasul yang diutus ke muka bumi,
bermula nabi Adam dan nabi2 sesudahnya,
dan yang terakhir adalah nabi Muhammad SAW,
nabi2 yang terdahulu, hanya diutus untuk segolongan kaum tertentu, dimana ajaranya hanya diperuntukkan bagi kaum yang dimaksud tersebut.
berbeda dengan nabi Muhammad, ia di utus untuk seluruh alam, ajaran yang dibawa juga universal untuk semua kaum dan golongan, di seluruh belahan bumi, timur dan barat, utara dan selatan, dan berlaku sepanjang zaman.
ajaran nabi Muhammad menyempurnakan seluruh ajaran nabi2 sebelumnya.
keluargaku yang terkasih, saya rasa semua sudah tau, kalau nabi hanyalah manusia biasa seperti kita, cuman dia terpilih,
ia makan dan minum seperti layaknya manusia,
dan bila janji tuhan telah sampai, ia pun juga akan wafat, seperti kita semua,
kami selaku umat beliau, punya kewajiban, untuk meneruskan perjuanganya,
kami peduli kepada kalian semua, kami ingin kita semua, tidak terpedaya dengan kesenangan semu yang melalaikan, kami ingin kita semua benar2 beroleh kebahagiaan hakiki yang berkekalan, kami ingin mengajak kalian semua, untuk mencari kebenaran dan mengikutinya, kebenaran yang murni, murni wahyu illahi yang Dia sampaikan kepada kita semua selaku hamba2 yang dikasihinya, melalui perantaraan hamba pilihanya. kebenaran yang hakiki, tidak dapat diciptakan manusia, dan tidak dapat pula dirusak manusia. ia akan terjaga, sampai kapan jua, ia teruji dan terbukti, sesuai nalar dan logika manusia, tidak akan pernah bertentangan dengan hukum alam, selalu selaras sejalan dan seimbang, tetap sesuai sepanjang zaman.
yakinlah keluargaku, semua itu ada didalam islam, bila kita cermat untuk melihat, tiada iri, dengki dan gengsi untuk mengakui, maka kebenaran itu benar akan gamblang di mata hati kita, tidak lagi kita akan samar melihatnya, sungguh akan nampak begitu jelas, seperti jelasnya kita melihat bayangan kita sendiri di depan cermin.
aku hanyalah seorang hamba yang dhoif, yang di sana sini banyak kekurangan, tetapi saya ada kewajiban untuk menyampaikan semua ini kepada kalian semua. semua terpulang pada pribadi masing2, kami hanya mengemban sebuah kewajiban.
sungguh tidak ada paksaan di dalam agama kami, karena tidak ada seorangpun yang mau dipaksa, dan tidak ada seorang pun yang mau menerima apa yang orang lain paksakan. kami sendiri yakin, bahwa hidayah islam bukanlah kuasa kami, melainkan mutlak kuasa, kehendak dan kepunyaan Allah aza wajalla. Dia sendiri yang akan menganugrahkanya kepada sesiapa yang dikehendakinya dengan jalan dan perantara apa menurut kehendaknya pula. kami hanya menyampaikan apa harus kami sampaikan, tidak lebih dan tidak kurang.
terima kasih, damai untuk semua, kita adalah pengembara yang selalu mencari, maka carilah kebenaran sebagai bekal perjalanan:.
Berikut profile orang tersebut yang aku dapat dari Yahoo
Zahra Azzahwa
"salam hormat dan salam ukhuwah,
song2 hari depan dengan ilmu dan taqwa,
raih cita2 dengan ikhtiar dan doa,
tiada kata yang lebih bermanfaat, melainkan sebuah nasihat,
tiada pernah nasihat terucap, melainkan kepada kerabat dan sahabat,
sekalipun kita berbeda dalam suku, ras dan keyakinan, sesungguhnya kita tetap 1 keluarga,
karena kita 1 keturunan yang sama, yaitu dari bapak Adam dan ibu Hawa,
sungguh, Tuhan begitu kasih kepada kita, dan Dia inginkan kita selamat dunia akherat,
oleh itu Ia bagi peraturan hidup berupa agama,
dan untuk menyampaikan agama, Dia utus seorang Rasul,
begitu banyak nabi dan rasul yang diutus ke muka bumi,
bermula nabi Adam dan nabi2 sesudahnya,
dan yang terakhir adalah nabi Muhammad SAW,
nabi2 yang terdahulu, hanya diutus untuk segolongan kaum tertentu, dimana ajaranya hanya diperuntukkan bagi kaum yang dimaksud tersebut.
berbeda dengan nabi Muhammad, ia di utus untuk seluruh alam, ajaran yang dibawa juga universal untuk semua kaum dan golongan, di seluruh belahan bumi, timur dan barat, utara dan selatan, dan berlaku sepanjang zaman.
ajaran nabi Muhammad menyempurnakan seluruh ajaran nabi2 sebelumnya.
keluargaku yang terkasih, saya rasa semua sudah tau, kalau nabi hanyalah manusia biasa seperti kita, cuman dia terpilih,
ia makan dan minum seperti layaknya manusia,
dan bila janji tuhan telah sampai, ia pun juga akan wafat, seperti kita semua,
kami selaku umat beliau, punya kewajiban, untuk meneruskan perjuanganya,
kami peduli kepada kalian semua, kami ingin kita semua, tidak terpedaya dengan kesenangan semu yang melalaikan, kami ingin kita semua benar2 beroleh kebahagiaan hakiki yang berkekalan, kami ingin mengajak kalian semua, untuk mencari kebenaran dan mengikutinya, kebenaran yang murni, murni wahyu illahi yang Dia sampaikan kepada kita semua selaku hamba2 yang dikasihinya, melalui perantaraan hamba pilihanya. kebenaran yang hakiki, tidak dapat diciptakan manusia, dan tidak dapat pula dirusak manusia. ia akan terjaga, sampai kapan jua, ia teruji dan terbukti, sesuai nalar dan logika manusia, tidak akan pernah bertentangan dengan hukum alam, selalu selaras sejalan dan seimbang, tetap sesuai sepanjang zaman.
yakinlah keluargaku, semua itu ada didalam islam, bila kita cermat untuk melihat, tiada iri, dengki dan gengsi untuk mengakui, maka kebenaran itu benar akan gamblang di mata hati kita, tidak lagi kita akan samar melihatnya, sungguh akan nampak begitu jelas, seperti jelasnya kita melihat bayangan kita sendiri di depan cermin.
aku hanyalah seorang hamba yang dhoif, yang di sana sini banyak kekurangan, tetapi saya ada kewajiban untuk menyampaikan semua ini kepada kalian semua. semua terpulang pada pribadi masing2, kami hanya mengemban sebuah kewajiban.
sungguh tidak ada paksaan di dalam agama kami, karena tidak ada seorangpun yang mau dipaksa, dan tidak ada seorang pun yang mau menerima apa yang orang lain paksakan. kami sendiri yakin, bahwa hidayah islam bukanlah kuasa kami, melainkan mutlak kuasa, kehendak dan kepunyaan Allah aza wajalla. Dia sendiri yang akan menganugrahkanya kepada sesiapa yang dikehendakinya dengan jalan dan perantara apa menurut kehendaknya pula. kami hanya menyampaikan apa harus kami sampaikan, tidak lebih dan tidak kurang.
terima kasih, damai untuk semua, kita adalah pengembara yang selalu mencari, maka carilah kebenaran sebagai bekal perjalanan:.
Senin, 22 Agustus 2011
Memahami Islam Secara Realita (Bagian 2)
Pada bagian pertama memahami Islam secara realita telah di bahas tentang Sang Pencipta keberadaanya mempunyai sifat-sifat di luar hukum relativitas dan orang yang percaya dengan hal tersebut disebut orang yang Bertauhid.
Sebutan Allah Sang Pencipta mempunyai sifat-sifat di luar hukum relativitas mungkin terdengar sebagai istilah baru, tetapi sesungguhnya hal tersebut sudah tumbuh sejak kepercayaan Tauhid ada. Kita tidak usah jauh jauh mencari contoh ajaran-ajaran yang merefleksikan Allah Sang Pencipta mempunyai sifat-sifat di luar hukum relativitas. Kita bisa ambil contoh AJARAN DAN PEMIKIRAN SYEKH SITI JENAR disitu banyak pemikirian-pemikiran yang merefleksikan sifat-sifat tersebut. Kita juga sering mendengarkan lagu yang dinyanyikan oleh Bimbo " Aku dekat, engkau dekat, aku jauh engkau jauh, hati adalah cermin"
Jadi kalau kita menginginkan secara nyata untuk mengetahui keberadaan Allah Sang pencipta adalah hal yang diluar kemampuan kita karena kita berada di hukum yang berbeda. Kita berada di hukum relativitas sedangkan Allah berada di luar hukum tersebut. Yang kita bisa hanyalah mempelajari dan mengetahui sifat-sifat keberadaanya..
lihat artikel sebelumnya : Memahami Islam Secara Realita (bagian 1)
terkait lainnya : Mak bedunduk
Sebutan Allah Sang Pencipta mempunyai sifat-sifat di luar hukum relativitas mungkin terdengar sebagai istilah baru, tetapi sesungguhnya hal tersebut sudah tumbuh sejak kepercayaan Tauhid ada. Kita tidak usah jauh jauh mencari contoh ajaran-ajaran yang merefleksikan Allah Sang Pencipta mempunyai sifat-sifat di luar hukum relativitas. Kita bisa ambil contoh AJARAN DAN PEMIKIRAN SYEKH SITI JENAR disitu banyak pemikirian-pemikiran yang merefleksikan sifat-sifat tersebut. Kita juga sering mendengarkan lagu yang dinyanyikan oleh Bimbo " Aku dekat, engkau dekat, aku jauh engkau jauh, hati adalah cermin"
Jadi kalau kita menginginkan secara nyata untuk mengetahui keberadaan Allah Sang pencipta adalah hal yang diluar kemampuan kita karena kita berada di hukum yang berbeda. Kita berada di hukum relativitas sedangkan Allah berada di luar hukum tersebut. Yang kita bisa hanyalah mempelajari dan mengetahui sifat-sifat keberadaanya..
lihat artikel sebelumnya : Memahami Islam Secara Realita (bagian 1)
terkait lainnya : Mak bedunduk
sekian terimakasih, semoga bermanfaat.
achmad budiono
Langganan:
Postingan (Atom)




