Rabu, 18 Maret 2020

Logika Manusia dan Tuhan

Logika Manusia dan Tuhan.
Logika adalah suatu pola pikir yang dimiliki oleh manusia memandang sesuatu dengan berdasarkan akal.
Logika ini bisa muncul dari berbagai penggabungan unsur diantaranya, penglihatan, pendengaran, dan rasa (yang ditimbulkan
oleh panca indra). Sedangkan perasaan adalah suatu reaksi yang diterima oleh indra dan akal manusia yang akan
direspon (diolah) oleh hati. Disini, perasaan bisa meleburkan logika karena tergantung karakteristik hati yang mengolahnya,
karena karakteristik hati itu berbeda-beda, ada yang lembut (sensistif), keras, sedang dll, seperti halnya akal ada yang cerdas dan bebal.
Logika dan perasaan ini timbul karena berbagai pengalaman yang pernah direspon oleh akal maupun hati

Kembali ke logika manusia.
Manusia diberikan akal dan indra  oleh Tuhan agar manusia bisa berpikir tentang ciptaan-Nya maupun keberadaan-Nya.
Tapi perlu diingat tidak semua apa yang diciptakan Tuhan bisa direspon oleh indra manusia, seperti
hal-hal yang goib dan keberadaan Tuhan-pun tidak bisa di respon atau dideteksi dengan indra manusia.
Jadi sebenarnya kemampuan akal manusia yang direspon dari indra manusia itu terbatas. Itu mengapa Tuhan memberikan
yang namanya petunjuk. Petunjuk itu bisa diberikan melalui perwakilan ataupun personal.
Petunjuk yang diberikan lewat perwakilan atau utusan  yaitu Rosul, ada yang dituangkan melalui Kitab ataupun perkataan
ataupun juga perbuatan. Sedangkan petunjuk yang diberikan Tuhan secara personal biasa disebut Hidayah.

Jadi apakah Logika Manusia dan Tuhan itu sama?
Logika manusia yang benar dan tidak sesat tidak akan bertentangan dengan logika Tuhan, tetapi logika Tuhan itu tidak sama dengan logika yang dimiliki manusia.  Jelas karena salah satu sifat Tuhan itu berbeda dengan Mahluk (ciptan-Nya).
Logika manusia yang benar itu menurut dan sesuai dengan apa yang Tuhan ciptakan dan gariskan, Sedangkan logika Tuhan itu tak terbatas, karena Tuhan Maha kuasa terhadap segala sesuatu tergantung kehendaknya. Jadi manusia bergantung kepada Tuhan sedangkan Tuhan tidak bergantung kepada siapa dan apapun.

Logika tentang Ciptaan Tuhan :
Diterangakan dalam kitab Alquran, sebagai salahsatu petunjuk Tuhan yang diberikan kepada Manusia, Bahwa Tuhan menciptakan Alam semesta itu dengan tujuan yang benar, (tidak bermain main). Dan apa yang diciptakan oleh Tuhan di dunia tujuaan-Nya adalah untuk Manusia, mahluk terbaik yang diciptakan oleh Tuhan.
Setelah kita tahu apa tujuan Tuhan Menciptakan alam semesta dunia ini, mari kita tengok,
Adakah yang cacat (tidak masuk logika)?.
Coba ulangi lagi pandanglah, lihatlah, dengarkanlah, pikirkankanlah, rasakanlah adakah yang cacat?

Kalau masih ada saya yakin logika anda yang sesat.
Coba tengok apakah Tuhan menciptakan sesuatu tidak ada yang tidak berguna bagi manusia?.

Kalau anda berpandangan bahwa bumi ini setitik debu di jagat raya, maka kemungkinan logika anda adalah logika yang sesat.

Mari berlogika! :
Jika Tuhan menciptakan planet-planet yang besarnya melebihi bumi tempat manusia, jutaan bintang yang ukurannya konon bisa sangat besar dibanding dengan ukuran bumi tempat tinggal manusia, dan bintang-bintang  maupun planet yang keberadaanya sangat jauh dari jangkauan manusia tetapi diciptakan begitu komplek dan besar dengan fungsi yang tidak jelas bagi manusia.
Bukankah Tuhan sudah mengatakan bahwa fungsi bintang adalah sebagai hiasan, dan petunjuk arah serta alat pelempar setan?.
Sebagai arsitek-segalah arsitek dan yang maha teliti, apakah Tuhan begitu tidak proposionalnya menciptakan alam semesta ini?.
Hanya untuk menerangi bumi ini apakah sebegitunya Tuhan menciptakan alat penerangan (Matahari) sampai ukurannya 100x lebih
benda yang diterangi (bumi)?. Arsitek dari kalangan manusia saja akan berpikir bahwa ini tidak logis dan proposianal.
Banyak pertanyaan lain agar kita berlogika, dan jika logika kita tidak sesat maka pasti akan menemukan jawaban yang benar.
Misal :
Mengapa Tuhan menciptakan besi berlimpah tetapi berlian, Emas tidak dengan berlimpah?.
dll.,
dlll.,
dlllll....

Oke silakan berpikir dan berlogika, apakah logika anda benar atau sesat?.

Contoh lain apa gunanya Tuhan menciptakan mahluk-mahluk, yang jika di tengok dengan logika sesat seolah-olah mahluk itu tidak berguna bagi manusia misalnya:
Apa guna Tuhan menciptakan nyamuk, Kecoa, cacing pita, dan bermacam-macam lainnya yang menjijikkan dan yang lebih kecil dari itu,
misalnya berbagai kutu dan parasit, virus HIV, virus Corona dll, dll..?
Sekali lagi  adakah ciptaan Tuhan yang cacat?
Apakah fungsi atau guna kecoa bagi manusia?
Salah satu fungsi mahluk-mahluk yang menjijikkan diciptakan oleh Tuhan bagi manusia adalah agar manusia hidup dengan pola bersih dan sehat.

Apa fungsi atau manfaat Virus Corona bagi manusia?.
Apa virus corona bermanfaat bagi manusia?.

Untuk berlogika apa manfaat virus corona bagi manusia sebetulnya tidak-lah begitu sulit kalau kita sudah bisa memahami dasar dan tujuan dasar setiap mahluk ciptaan Tuhan (mahluk hidup atau-pun benda mati) diciptakan-Nya bagi manusia.

Sebagai dasar pemahaman bahwa : setiap mahluk yang diciptakan Tuhan itu bisa mendatangkan "manfaat" atau "mudarat" bagi manusia,
yang artinya setiap sesuatu diciptakan Tuhan itu mempunyai dampak atau pengaruh kepada manusia.
Jika Tuhan menjadikan "mudarat" bagi manusia, sebetulnya Tuhan menciptakan manfaat bagi manusia melalui dua sisi yaitu, menjadikan mudarat bagi sebagian yang lain agar menjadi manfaat (pelajaran dan hikmah) bagi sebagian yang lain.

Maka, jika ada manusia yang bilang Tuhan menciptakan ini dan itu, kemudian logika sehat kita berbicara, apakah yang diciptakan Tuhan tersebut bisa mendatangkan "manfaat" atau "mudarat" bagi manusia?,  maka jika tidak jangan percaya dengan apa yang dikatakanya tadi.

Bila ada yang mengabarkan bahwa ada planet atau bintang yang lebih besar dari bumi yang jauhnya setara ribuan tahun cahaya, yang menurut logika tidak mungkin bisa memberikan "manfaat" pada manusia (walaupun sekedar manfaat keindahan, menambah indahnya langit misalnya), dan juga tidak akan pernah bisa menimbulkan "mudarat" bagi manusia, maka anggap saja hanya sebuah kabar atau berita HOAKS.

Demikian hanya sekedar contoh, bahwa logika manusia yang tidak sesat tidak akan bertentangan
dengan logika Ketuhanan, tetapi apa yang ada pada Tuhan tergantung apa yang Tuhan kehendaki.
Dengan kata lain apa yang terjadi pada manusia dan semua ciptaan Tuhan harus selaras dengan apa kehendak Tuhan,
tetapi Tuhan tidak butuh selaras dengan kehendak manusia dan semua ciptaan-Nya.
Masih adakah yang cacat?, apa memang pandangan kalian yang sungguh payah?


Berfikir dan berfikir untuk melihat kebesaran-Nya,
Semoga bermanfaat
achmad budiono

titip yang ini dulu,  rencana mau diposting  kemudian :
besar karena ada yang kecil.
kecil karena ada yang besar.
Allah, tidak ada yang serupa dengan-Nya, dan tidak ada pembanding yang patut dibandingkan dengan-Nya

Rabu, 11 Maret 2020

Datangnya Petunjuk,

Assalamualaikum,

Datangnya petunjuk,
Darimana datangnya kebenaran?
Kebenaran hanya datang dari Allah.
Darimana datangnya petujuk?
Petunjuk kebenaran hanya datang dari Allah.
Bagaimana mendapatkan petunjuk dan kebenaran?
yaitu orang-orang yang yakin dan orang-orang yang sabar.
bagaimana agar menjadi orang yang yakin?
Orang yang selalu berpikir sambil minta petunjuk kepada Allah dengan sabar.
Bagaimana menjadi orang yang sabar?
Orang yang sabar adalah orang yang yakin bahwa Allah menyayanginya.
Bagaimana yakin Allah menyayangi kita?.
Bahwa Allah tidak membiarkan kita.
Bagaimana tahu Allah tidak membiarkan kita.
Lihatlah sebeberapa besar Allah memberikan ujian dan cobaan pada kita.

Wahai saudaraku, seberapa besar Allah menyayangi kita,
Lihatlah sebeberapa besar Allah memberikan ujian dan cobaan pada kita.

Wahai saudaraku, bagaimana jika Allah memberikan kemurahan pada kita?.
bersykurlah dan berhati-hatilah.
Kenapa berhati-hati?
Karena bisa jadi Allah hendak membiarkan kita andaikan kita tidak bersyukur.
Maka bermohonlah selalu kepada-Nya untuk diberi petunjuk.
Semoga kita selalu diberi petunjuk.
Karena Allah tidak selalu memberi petunjuk kecuali kepada orang yang disayangi dan dikehendaki-Nya.
Maka, sayangilah kami ya Allah,
Agar pada saatnya bisa kembali menghadapmu dengan cara yang indah.
Khusnul Khotimah.

Wassalamualikum Wr. Wb.
(achmad budiono)

Pandai tapi Bodoh

"Oh..., engkau sungguh pandai" kata si Fulan,
"Engkau bisa bicara di depan orang sebanyak itu dengan memukaunya".
"Engkau bisa meyakinkan orang sebanyak itu sungguh pandainya".
"Engkau disanjung di sana dan di sini karena kecakapan dan kepandaianmu".
"dan engkau banyak prestasi ini-itu begitu banyaknya".
tapi apa kemudian katanya?
"Aku bisa menasehati dan mengajar orang banyak.
tapi aku tak mampu menasehati dan mengajar anakku yang seorang saja".
"Juga aku tak mampu menasehati dan mengajar istriku yang seorang saja".
dan bahkan begitu bodohnya aku,
"Aku tak bisa dan tak mampu menasehati diriku sendiri"

oh..., jadi betapa bodohnya dan munafiknya aku.
Begitulah aku...
eh... dan bisa jadi kumu juga.

sekedar renungan yang direnungkan

Semoga bermanfaat
(achmad budiono)

"Rezeki"

"Rezeki"
Orang berpikir bahwa rezeki adalah hasil kerja keras.
Orang berpikir bahwa rezeki adalah hasil kepandaian kita.
Memang banyak orang yang bekerja keras mempunyai rezeki yang banyak-banyak.
Memang banyak orang yang pandai mempunyai rezeki yang banyak-banyak.
Apakah mereka juga tidak melihat dan berpikir?
Bahwa banyak orang yang tidak bekerja keras juga mempunyai rezeki yang banyak-banyak.
Apakah mereka juga tidak melihat dan berpikir,
Bahwa banyak juga orang yang bekerja keras
siang malam banting tulang tetapi tetap tidak dapat rezeki yang banyak-banyak.
Apakah mereka juga tidak melihat dan berpikir?
Bahwa banyak orang yang tidak pandai dan tidak mempunyai pendidikan tinggi juga mempunyai rezeki yang banyak-banyak.

Orang berpikir bahwa dengan rezeki yang banyak-banyak akan menjadikan hidup enak.
memang banyak orang yang mempunyai rezeki banyak-banyak hidupnya menjadi enak.
Apakah mereka juga tidak melihat dan berpikir?
Bahwa banyak juga orang yang mempunyak rezeki banyak-banyak tidak bisa hidup enak.
Apakah mereka juga tidak melihat dan berpikir?.
Bahwa banyak orang yang tidak mempunyai rezeki banyak-banyak bisa hidup bahagia dan enak.

Jadi apakah orang tidak perlu bekerja keras?
Jadi apakah orang tidak perlu rezeki yang banyak-banyak?.
oh..., sebaiknya jangan jawab dulu perlu atau tidak.
cari tahulah dulu apa perlunya kita hidup dan dihidupkan!.
jika kita tahu apa perlunya hidup dan dihidupkan,
maka kita akan tahu perlu tidaknya bekerja keras.
maka kita akan tahu perlu tidaknya rezeki banyak-banyak.

Itu-lah resonasi
Begitu-lah reason-nansi

Semoga syair berikut ini selalu mengingatkan kita hakekat daripada rezeki :
takaran tezeki :

Allah menjamin rezeki setiap mahluknya

Hakekat kecukupan

dan tidak perlu ada yang dikhawatirkan soal rezeki

ciri-ciri hubuddunya (cinta dunia)

Allah yang mengatur rezeki, kaya atau miskin bukan kerja keras atau kepintaran kita

Semoga bermanfaat
achmad budiono

Nilai perkataan, berbuatan dan materi

Nilai perkataan, berbuatan dan materi.
diantara perkataan, berbuatan dan materi manakah yang paling penting dihadapan Allah?.
Jelaslah bahwa perkataan menempati tempat yang paling penting diantara perbuatan dan semua materi mengapa?.
ada pepatah mengatakan "sebuah kata bisa menghancurkan dunia tapi juga bisa menyelamatkan dunia".
Bahkan semua kejadian yang ada ini diduhului eleh perkataan. Allah sendiri menjadikian sesuatu dengan suatu perkataan
(firman), cukuplah Allah berkata"kunfayakun" maka jadilah sesuatu itu.
Lalu bagaimana dengan perkataan manusia?
Karena ter-amat pentingnya perkataan manusia di hadapan Allah sang pencipta
maka hal pertama yang diperintahkan kepada manusia adalah berkata :(bacalah) bukan tulislah!.
kemudian manusia disuruh mengakui keberadaan Tuhannya juga lewat perkataan yaitu
tauhiddusshahadah (mengucapkan sayahadah), tidak dengan menulis syahadah.
Banyak contoh perkataan yang menempatkannya lebih penting dari suatu perbuatan atau materi misalnya :
-Berdoa kepada Allah harus memakai kata-kata, bukan tulisan.
-Menikah tidak akan sah kalau tidak ada ijab qubul dengan perkataan.
-Pernyataan seorang saksi tidak sah tanpa ada perkataan, walaupun disitu ada ribuan tulisan atau barang bukti.
-Besok di dalam kubur kita mendapat pertanyaan dan memberikan jawaban juga dengan perkataan, bukan perbuatan.
dll..., dll...
Dengan perkataan juga mausia melahirkan suatu perbuatan, kemudian suatu perbuatan bisa menjadikan suatu materi.
Bahkan tukang sihir hanya dengan suatu mantra bisa menimbulkan suatu kejadian atas ijin Allah.
Maka karena betapa pentingnya suatu perkataan baik secara lisan maupun perkataan yang ada dalam hati, maka suatu keharusan yang tidak boleh ditawar-tawah agar kita selalu berkata-kata dengan perkataan yang baik, karena perkataan yang baik akan melahirkan perbuatan yang baik dan sebaliknya, kemudian perbuatan yang baik akan bisa menghasilkan suatu materi yang baik dan juga sebaliknya.
Jaga lisanmu, maka kau akan selamat!

Sekian terimakasih, Semoga bermanfaat.
(achmad budiono)

APA SEBELUM LANGIT DAN BUMI DICIPTAKAN?

Maha Suci Allah yang maha besar, dia-lah yang awal dia yang akhir,
dia-lah sang pencipta segala sesuatu (mahluk),
dan dia tidak bisa disamai dengan sesuatu apapun (mahluk) yang diciptakannya.
Kita diciptakan oleh Allah, kemudian kita disuruh untuk memikirkan apa-apa yang diciptakan Allah
untuk tujuan utama yaitu untuk melihat kebesaran sang pencipta yang Maha Besar dan kuasa atas segala sesuatu.
Walaupun demikian Allah memberi batas tidak semua yang diciptakan bisa dipikirkan
oleh manusia lebih jauh yaitu tentang hal-hal yang Ghaib kecuali atas ijin Allah.

tetapi Allah tidak pernah memerintahkan untuk memikirkan sebelum itu (sesuatu sebelum diciptakan kecuali apa yang telah diberitahukan).
Allah meciptakan manusia disertai akal agar bisa berpikir setelah diberi petunjuk.
Kenapa manusia diberi petunjuk padahal bisa berpikir?.
Nah...., itulah keserakahan manusia yang kerena diberi akal oleh Allah,
kadang manusia melupakan petunjuk dari sang penciptanya,
seakan-akan dengan akalnya dia (manusia tidak butuh petunjuk), cukup dengan akal
semua apa yang ada bisa di cari (explorer) dengan akal.
Memang dengan akal manusia bisa dapat petunjuk, itu bagi yang menyadari bahwa
akal manusia itu diciptakan mempunyai batas kemampuan. tetapi bagi manusia
yang berpikir melampau batas mereka bisa tersesat dengan pikirannya sendiri.
Manusia yang yang perpikir tanpa petunjuk adalah manusia yang berpikir dengan menduga-duga.
Manusia yang berpikir dengan menduga-duga akan mudah tergelincir ke dalam kesesatan.
Bahkan manusia yang terlalu jauh memikir dengan menduga-duga bisa berakhir menjadi sesat dan bahkan bisa menjadi gila.

Untuk berpikir dhohir ciptaannya saja manusia hanya sedikit tahu, bagaimana bisa tahu
dhohirnya sang pencipta?. Kalu sifat-sifat sang pencipta memang manusia sudah
diberi tahu oleh sang penciptanya yaitu : Maha Besar, Maha pengasih, Maha penyayang,
maha kaya, dll...... seperti tersebut di asmaul-husna. sedangkan keberadannya hanya bisa diketahui manusia melalui sifat-sifat saja yaitu : wujud, qidam baqa', mukholafatuhu lilkhahadisi, qyamuhu binafsihi, wahdaniyah, qudroh dan irodah.
sedangkan apabila manusia memikirkan sang pencipta secara dhohir, misalnya wujud-nya itu seperti apa maka ilmu manusia tidak akan sampai.
Banyak manusia yang tidak menyadari keterbatasan akalnya yang seolah-olah akal bisa tahu segalanya sampai tak terbatas sehingga mereka berusaha meng-explorer hal-hal seperti berikut ini :
-Tuhan itu seperti apa wujudnya?.
-Sebelum Tuhan ada apa?
-Siapa yang menciptakan Tuhan?
-Allah meciptakan ruh, sebelum ruh diciptakan itu berupa apa?.
-Bahkan akal yang diberikan oleh Allah kepada kita, manusia tidak tahu bagaimana bentuk akal itu?.
begitulah hal-hal yang tidak akan mungkin diketahui  jawabannya oleh akal manusia dan hanya akan menjadi pemikiran yang sia-sia.

Allah tidak pernah memerintahkan untuk memikirkan sebelum itu (sesuatu sebelum diciptakan kecuali apa yang telah diberitahukan).
karena jika manusia memikirkan sesuatu sebelum diciptakan kecuali apa yang telah diberitahukan,
maka manusia hanya akan menduga-duga.
Menciptakan dan menjadikan itu berbeda, Kalau Allah mengatakan dengan "menciptakan" maka disitu ada batas yang bisa diketahui manusia sampai batas yang ditunjukkan (diberitahukan) oleh Allah,  sedangkan jika Allah mengatakan dengan "menjadikan" atau yang berkonotasi demikian maka dibelakang proses suatu kejadian pastilah Allah telah menerangkan swbwlumya.
latar belakang kejadian tersebut, baik kejadian tersebut diterangkan langsung oleh Allah ataupun Allah memberikan kesempatan pada akal manusia untuk meng-explorernya kejadian sebelumnya.
sebagai contoh:
-Allah memberitahukan bahwa manusia diciptakan dari tanah, tapi Allah tidak pernah
memberitahukan bahwa tanah diciptakan dari apa.
-Allah meceritakan meciptakan bumi, tapi Allah tidak pernah meceritakan bumi dari apa?,
maka jika ada macam-macam teori penciptaan alam semesta seperti teori big-bang,
teori nebula dll., maka itu hanyalah dugaan-dugaan saja.
-Allah meceritakan penciptaan langit yang dulunya adalah masih berupa asap, tapi Allah
tidak menceritakan asap yang seperti apa dan asap itu dibuat dari apa?.
-Allah menceritakan menciptakan langit dan bumi dan segala isinya, sebelum langit dan
bumi diciptakan, apa yang sebelumya?.
-Allah menciptakan berbagai binatang misalnya unta, burung, semut, ikan dll.., disitu
tidak pernah disebutkan bahwa unta adalah mutasi dari binatang purba, burung mutasi dan evolusi
dari binatang laut, dll.... dll..., maka teori evolusi seperti yang dikemukakan Darwin adalah hanya menduga-duga.
mungkin ada yang membenarkan teori evolusi Darwin ini dengan menafsirkan pernyataan yang ada di Alquran "Allah menurunkan
air hujan dari langit, kemudian menghidupkan bumi yang tadinya mati" Iya walaupun sekarang ilmu pengetahuan
sudah sangat canggih, bahkan run-time suatu genetika (atau rangkain suatu gen) mahluk hidup
bisa ditelusuri, tetap saja tidak mampu menyelesaikan pertanyaan-pertanyaan mengenai benarnya teori evolusi. itu menujukkan bahwa akal manusia itu ada keterbatasannya.

memikirkan hal-hal seperti itu bisa diibaratkan seperti memikirkan timur dan barat atau atas dan bawah,
ada apa sebelum timur dan ada apa setelah barat?.

semoga ada hikmah dan manfaat.
terimakasih,
(achmad budiono)

Kamis, 05 Maret 2020

Bagaimana Alquran menerangkan bentuk bumi dan alam semesta?



Bagaimana Alquran menerangkan bentuk bumi dan alam semesta?
Sebelumnya menulis ini saya berlindung kepada Allah, jika ini salah (batil) karena semata-mata kebodohan dari saya, dan jika ini benar maka ini datang dari petunjuk Allah.
Apakah alam semesta sesuai yang kita pelajari selama ini yang berpedoman dengan sains modern sudahkah sesuai dengan apa yang diterangakan oleh Alquran?.


Memang di dalam Alquran ada ayat yang bermakana jelas (muhkamat) dan yang samar (mutasabihat)
Apakah di dalam Alquran tidak secara jelas disebutkan bagaimana bentuk bumi dan alam semesta
serta kejadianya?
Apakah anda akan berkata "...ah, Quran kan bukan kitab yang membahas sains dan ilmu pengetahuan alam. jadi untuk yang berhubungan masalah sains dan ilmu pengetahuan bukankah Quran menyuruh kita menanyakan sesuatu pada ahlinya?"

Oke, kalau boleh saya katakan "Alquran tidak menerangkan ilmu pengetauan alam dan ilmu sains secara detail dan terperinci, tetapi Alquran telah memuat dasar-dasar dan pokok pondasi dari segala ilmu dan ilmu pengetahuan yang ada". maka jika  ilmu pengetahuan (berkontradiksi) dengan apa yang telah diterangkan dalam Quran adalah do'if (tidak benar).

-Qr|67|3|"Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah  sesuatu yang tidak seimbang". Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?".
-Qr|67|4|"Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam keadaan payah.
-Qr|67|5|"Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang, dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar syaitan, ...".
-Qr|44|38|"Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dengan bermain-main".
-Qr|44|39|"Kami tidak menciptakan keduanya melainkan dengan haq, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui".
-Qr|64|3|"Dia menciptakan langit dan bumi dengan haq".
Qr|3|8|"Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perempuan, dan kandungan rahim yang kurang sempurna dan yang bertambah. Dan segala sesuatu pada sisi-Nya ada ukurannya".
-Qr|13|17|"Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengambang. Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti buih arus itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar dan yang bathil. Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan".
-Qr|5|19|"Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran".
-Qr|15|21|"Dan tidak ada sesuatupun melainkan pada sisi Kami-lah khazanahnya;
dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran yang tertentu".
-Qr|15|20|"Dan Kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup,
dan (Kami menciptakan pula) makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rezeki kepadanya".

Apakah Alquran menerangakan orang membuat mobil atau kendaraan, pesawat, membuat komputer, smartphone dll.?."
"...Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat,..." dan... semua alat-alat yang dibuat manusia mempunyai ukuran-ukuran tertentu agar bisa berfungsi sebagi ketentuan Allah (sunatullah).

Jadi sekarang, kalau kita merasa sebagai seorang Muslim beriman, maka hendaklah segala sesuatu kita dasari dengan Alquran sebagai petunjuk dari Sang pencipta yang maha benar.
Bagaimana mengetahui sesuatu itu benar atau salah?, maka hendaklah kita selalu belajar dan mohon petunjuk kepada Allah. Belajar saja tidak cukup untuk dapat mengetahui suatu kebenaran tanpa petunjuk dari Allah, dan kenenaran yang tidak didapat dari petunjuk Allah adalah kebenaran yang nisbi.

Kembali ke bentuk bumi dan alam semesta:
Menurut sains modern yang kita dapat dari berbagai pelajaran di sekolah-sekolah, dijelaskan bentuk bumi itu bulat, bumi berputar pada sumbunya 24jam sehari semalam kemudian bumi beredar (tawaf) megeliling matahari kurang lebih 365 hari selama setahun.
dan matahari itu besarnya kurang lebih 102x diameter bumi. dan planet maupun bintang-bintang
adalah benda langit yang ukuranya sangat bervariasi yang besarnya bisa hingga ratusan kali
daripada ukuran bumi.dan bla...bla...bla...
dan bumi hanya setitik debu di jagat raya yang maha luas tidak terhingga.
Begitulah ilmu yang diajarkan sekolah-sekolah sampai saat ini.
Tanpa saya sebutkan lebih rinci lagi, tentu sebagaian besar sudah mengetahui dan tidak asing lagi bagaimana mekanisme alam semesta dengan bentuk bumi bulat dan matahari sebagai pusat tata surya.
Saya sebagai penulis di sini pada mulanya oke saja dengan berbagai informasi dan pelajaran -pelajaran yang saya terima selama ini tentang alam semesta yang berkaitan bentuk bumi bulat.
Kemudian ketika mulai banyak beredar informasi dari internet bahwa bentuk bumi sebetulnya
tidak bulat, saya mulai ragu tetapi melihat apa yang sekilas terlihat dan tersirat nalar bahwa
bentuk bumi bulat tidak terbantah secara nalar apabila melihat logika terjadianya siang dan malam dan terjadinya gerhana. Namun saya terus belajar dan berpikir dalam kebingungan yang satu masuk akal dan yang lain tidak masuk akal (ada missing link) sampai beberapa waktu lamanya.
Pada sampai saatnya saya bisa mendengarkan Alquran dan terjemahannya berkali-kali, saya putar, saya baca berualang-ulang, bahwa bumi sebagai "Hamparan" yang saya pahami adalah insyallah benar-benar hamparan seperti yang dilihat manusia. bukan bulat yang terlihat sebagai hamparan bagi manusia yang sangat kecil. Karena manusia bisa milihat apa saja bisa berbeda tergantung perspective-nya. "...dan penglihatanmu itupun dalam keadaan payah..."

Tentang teori bentuk bumi bulat ataupun datar anda bisa cari di berbagai situs internet.
Tetapi saya akan mebahas secara kusus bagaimana Alquran menerangkan bentuk bumi menurut apa yang saya pahami.

Jika saya percaya bumi bulat maka ayat ini Alquran tidak sejalan dengan dengan teori bumi bulat heliosentris.
-Qr|81|2|"dan apabila bintang-bintang berjatuhan",
-Qr|82|2|"dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan"
-Qr|9|16|"dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi lemah".

apakah ini ayat (muhkamat) atau (mutasabihat)? atau apakah ini gaya bahasa sarkasme, epinisme, hiperbolime dll?. mengapa tidak memakai bahasa "berbenturan" atau "bertabrakan" jika bintang mempunyai ukuran sesuai teori bumi bulat heliosentris?
Saya sependapat dengan berikut ini :
penjelasan bintang-bintang jatuh betserakaan pada hari kiamat

Disebutkan juga beberapa kata "seluas langit dan bumi" bukan "sebesar bumi dan seluas langit"

-Qr|57|6|"Dialah yang memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam. Dan Dia Maha Mengetahui segala isi hati".
-Qr|7|54|"Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.
-Qr|10|6|"Sesungguhnya pada pertukaran malam dan siang itu dan pada apa yang diciptakan Allah di langit dan di bumi, benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan-Nya) bagi orang-orang yang bertakwa".

ada beberapa kata "memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam",
"menutupkan malam kepada siang", "pertukaran malam dan siang". inilah yang dianggap takwir jika bumi ini bulat.
Justru menurut pemahaman saya ini lebih menguatkan dalam teori bumi datar, bahwa siang dan malam itu berdampingan dengan mekanisme seperti air dan minyak yang tidak dapat bersatu. Jika malam dimasukkan ke dalam siang maka siang akan pergi dan sebalikknya jika siang dimasukkan kedalam malam maka malam akan pergi ke lain tempat. Persis apa yang diteorikan dalam bumi teori bumi datar.
phenomena yang nampak siang-malam berdampingan

Tentang langit.
Apakah langit itu?
Dalam perspective bumi bulat pemahaman langit terpecah menjadi dua bagaian yang tidak jelas,
yaitu langit sebagai atmosfer atau space jagat raya.
Maka jika pemahaman keduanya dikaitkan dengan ayat-ayat yang ada di Alquran maka akan terdapat kontradiksi dan missing link.
Missing link dan kontradiksi ini terjadi apakah karena penafsiran ayat yang tidak benar ataukah
karena memang ada kesalahan dalam teori dan pemahaman bumi bulat heliosentris.

Coba renungkan ayat-aya berikut ini yang berkaitan dengan langit:
"hujan dari langit"
apakah langit yang dimaksud dalam teori bumi bulat heliosentris mengandung air atau mendatangkan hujan?

"dari langit", "di langit", bukan "dari dalam langit", bukan "dari atas langit".
tentu masing-masing mempunyai makna yang berbeda.
mari kita bicara logika bahasa manusia:
kita ambil contoh padanan kata "langit" kita padankan "Rumah Gusdur"
Seseorang tidak bisa masuk "Rumah Gusdur" kecuali mendapat ijinnya.
Apakah sesorang tidak bisa berkunjung dan sampai ke "Rumah Gusdur" tanpa mendapat ijin?
Seseorang berkata "saya dari Rumah Gusdur". Apakah bisa dipastikan orang tersebut
sebelumnya telah memasuki Rumah Gusdur atau hanya di halaman atau terasnya saja?.
Jawablah dengan akal sehat masing-masing makna dari kata tersebut.

-Qr|80|25|"Sesungguhnya Kami benar-benar telah mencurahkan air (dari langit)"
-Qr|10|24|"Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, adalah seperti air (hujan) yang Kami turunkan dan langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanam-tanaman bumi,...".
-Qr|14|32|"Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit,....".
-Qr|16|10|"Dialah, Yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, ...".
-Qr|16|65|"Dan Allah menurunkan dari langit air (hujan) dandengan air itu dihidupkan-Nya bumi sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang mendengarkan (pelajaran)".
-Qr|20|53|"Yang telah menjadikan bagimu bumi sebagai hamparan dan Yang telah menjadikan bagimu di bumi itu jalan-ja]an, dan menurunkan dari langit air hujan. Maka Kami tumbuhkan dengan air hujan itu berjenis-jenis dari tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam".
-Qr|22|63|"Apakah kamu tiada melihat, bahwasanya Allah menurunkan air dari langit,lalu jadilah bumi itu hijau? Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui".
-Qr|23|18|"Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran;...".
-Qr|24|43|"Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan,kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya".
- Qr|25|48|"Dialah yang meniupkan angin (sebagai)pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih,".
-Qr|54|11|"Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah".

dan masih banyak lagi ayat yang belum saya sebutakan berkaitan dengan air dari langit.

Langit dan bintang-bintang
apakah bintang itu?,
-Qr|5|16|"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan gugusan bintang-bintang (di langit)
 dan Kami telah menghiasi langit itu bagi orang-orang yang memandang(nya)".
-Qr|37|6|"Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan, yaitu bintang-bintang,"

silakan cari apa bintang itu dalam teori bumi datar apa dalam teori bumi bulat!

Penciptaan Alam Semesta
manakah langit dulu atau bumi dulu yang diciptakan, apakah anda masih
percaya teori bigbang, nebula dll.?.

-Qr|13|2|"Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan(mu) dengan Tuhanmu".
-Qr|1|10|"Dan dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya.
Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya
 empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya.
Qr|41|11|Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap,
lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa". Keduanya menjawab: "Kami datang dengan suka hati"".
-Qr|31|10|"Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembang biakka
-Qr|35|41|"Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi supaya jangan lenyap; dan..."
-Qr|21|30|"Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya.Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?".

Sangat jelas disebutkan Alquran bahwa bumi diciptakan yerlebih dahulu.

Jika kita percaya bumi bola dengan theori gravitasinya,  dimana bumi mengorbit matahari karena gravitasi,  lantas ketika bumi diciptakan mengorbit apa sebelum langit dan obyek obyek yang berada di langit diciptakan?.
Bagaimana matahari diciptakan kl langit waktu  itu belum diciptakan?.
Bukankah sesuatu itu membutuhkan tempat atau ruang?.
Ruang atau tempat ada karena adanya sesuatu.


Menerangakan langit  yang kokoh dan langit bukanlah space yang digambarkan dalam teori heliosentris:
-Qr|21|32|"Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara,...".
-Qr|50|6|"Maka apakah mereka tidak melihat akan langit yang ada di atas mereka, bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya dan langit itu tidak mempunyai retak-retak sedikitpun?".
-Qr|55|33|"Hai jama'ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan".
-Qr|78|12|"dan Kami bina di atas kamu tujuh buah (langit) yang kokoh,"
-Qr|77|9|"dan apabila langit telah dibelah,"

Fungsi lain langit bagi manusia :
-Qr|51|7|"Demi langit yang mempunyai jalan-jalan,"

Karena keterbatasan waktu (saya masih sakit)  saya belum bisa merangkum dan menulis lebih banyak dan lebih baik, tentang teori bumi bulat heliosentris yang 8 dengan Alquran, maka silakan anda mencari tahu (research):
Teori bumi bulat heliosentris dan kontradiksi atau missing link-nya pada teorinya itu sendiri.
Kemudian anda tarik benang merahnya (link) ke dalam ayat ayat yang ada di Quran.
Apakah anda masih percaya?.

Jika bumi ini datar, datarnya seperti apa?, apakah teori yang telah beredar saat ini
sudahkah sesuai sains dan Alquran?.
Dalam missing link itu ada dua pokok penting sesuatu itu benar atau salah.
Jika missing link itu suatu kesalahan jelas itu suatu yang salah.
Jika missing link itu sesuatu yang belum jelas, maka bisa berakhir dengan kebenaran jika Allah menghendaki jika sudah ditemukan link yang hilang tersebut.

Theori bumi bola heliosentris 95% dibagun berdasar pergerakan benda langit yang diamati dari bumi dan mengabaikan pengamatan dari bumi itu sendiri seperti sifat air yang harus dipaksa  membentuk bola dengan embel embel gravitasi.
Theori bumi datar 40% diambil dari observasi di permukaan bumi  50% kepercayaan kitab suci dan 10% peredaran benda langit.
Dalam teori bumi datar peredaran benda langit tidak sekedar apa yg disaksikan tapi ada rahasia-rahasia yg sesungguhnya tidak terjangkau oleh observasi manusia.
seperti optical illusion dan rahasia rahasia lainnya.
Berikut sekedar contoh kadang apa yang kita lihat tidak seperti yang kita kira.


Dan jika Alquran mengatakan sesuatu itu kecil,  walau dalam logika manusia sesuatu itu besar,  maka  kami lebih percaya kitab suci,  karena logika manusia bisa saja salah karena ada sesuatu sirri (rahasia)  yg disembunyikan Allah Sang Pencipta.
Disinilah iman.mengalahkan logika manusia.
Manusia yg memenangkan iman daripada sekedar logika akal biasanya sudah pernah mengalami peristiwa-peristiwa di luar logika akal dan perhitungan-perhitungan matematik.
Banyak disekitar kita hal-hal  yg tidak masuk ke logika seperti sihir dll, karena kita tidak tahu ilmunya.


Iya,  bumi datar masih banyak missing link, itu karena belum tahu, maka tantangan bagi kita untuk mencari tahu

Bukankan sekarang tehnologi sudah sangat maju untuk dapat pergi ke ruang angkasa (langit) ??.
Maka yang percaya teori bumi bulat kami tantang mematahkan ayat berikut untuk membuat orang mati ataupun pemakaman di ruang angkasa!:
-Qr|7|25|"Allah berfirman: "Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan".

Saya tidak bermaksud merendahkan Alim ulama yang percaya bumi bola heliosentris yg tetap masyur dalam ilmu ilmunya yg lebih banyak kebenarannya walau bisa jadi ada salahnya, coba dengan akal sehat dan hati nurani yg bersih, dengan benar benar yakin akan kebenaran Alquran tiada keraguan di dalamnya, silakan angan angan apa (pemahaman apa) yg akan masuk ke dalam pemikiran anda tentang ayat berikut ini?.

tapi sayang sebagian besar kalian tidak bisa mengosongkan pemahaman yg telah ditanamkan kedalam pemikiran anda tentang ajaran sesat tentabg ciptaan Allah, bahwa matahari yg  konon ukuranya puluhan ribu kali ukuran bumi adalah salahsatu dari jutaan bintang. 
silakan sekali lagi di telaah dengn pikiran dan hati yg tidak tercemar :
-Qr|81|2|"dan apabila bintang-bintang berjatuhan",
-Qr|82|2|"dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan"
-Qr|9|16|"dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi lemah".

Ulama yang mana yang harus diikuti menurutImam Syafii?

Berikut tambahan dari beberapa keterangan dari kitab yang dikarang ulama yang meyakini bumi itu datar













Bacalah selalu Alquran dan mohonlah kepada Allah dengan do'a  berikut ini sehabis sholat.

رَبِّ هَبۡ لِي حُكۡمٗا وَأَلۡحِقۡنِي بِٱلصَّٰلِحِينَ

rabbi habli hukman wa alhiqni bish-shalihin

"(Ibrahim berdoa), 'Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku ilmu dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang salih'." (QS. Ash-Shu'ara [26]: 83).

Dan perlu diingat,  gerbang utama syaitan menyesatkan manusia adalah melalui orang orang yang bodoh

Terimakasih
semoga kita diberi petunjuk yang benar itu benar dan yang salah itu salah
(Achmad Budiono)