Rabu, 07 November 2012

Rusun Kali

Jika gubernur Jakarta yang sekarang sulit merealisasikan kampung deret untuk merevitalisasi kawasan kumuh di bantaran sungai yang dijanjikannya karena permasalahan pengadaan lahan, mungkin cara berikut ini bisa menjadi solusinya.
yaitu "Rusun Kali" (rumah susun di atas kali), tetapi harus dibarengi dengan regulasinya agar nantinya tidak sembarangan membangun bangunan di atas sungai. Dan jika memungkinkan tidak hanya di atas kali, bahkan mungkin di atas jalan dengan kompensasi lahan yang semestinya dipakai bangunan dijdikan RTH (Ruang Terbuka Hijau)
Ilustrasi gambar Rusun Kali

Senin, 22 Oktober 2012

MEMILIH MODEL JARINGAN TRANSPORTASI JAKARTA

"JAKARTA"  sebagai kota metropolitan yang terus berkembang secara pesat menuju kota megapolitan sampai saat ini belum mempunyai jaringan transportasi yang memadai terutama untuk mobilitas warganya.
Sampai saat ini Jakarta bisa dikatakan hanya mengandalkan jaringan transportasi berbasis jalan raya. Memang dengan jalan raya semua tempat bisa di jangkau dengan kendaraan bermotor, tetapi kapasitas yang tidak sebanding dengan jumlah kendaraan yang ada menimbulkan masalah yang sulit untuk dipecahkan.
Melihat topografi Jakarta yang sedemikian rupa maka jaringan jalan cenderung akan berbentuk grid. Jaringan jalan berbentuk grid ini mempunyai kelebihan semua tempat dapat diakses dari manapun tempat, akan tetapi mempunyai kekurangan mengenai kecepatan akses karena mempunyai friksi/hambatan yang sangat besar pada simpul-simpul persilangan, bahkan apabila pada jam-jam sibuk dan kapasitas jalan sudah penuh makan akan mudah terjadi kemacetan total "grid lock" yang sulit untuk terurai.
Untuk itu pertumbuhan jaringan jalan yang berbentuk "grid" yang secara alami ini harus diberikan jalan keluarnya yaitu dengan membangun jalan-jalan yang bepola "webing" atau anyaman dan membuat jaringan primer yang berpola radial (Ring Road) yang dipadu dengan jaringan utama timur barat dan utara selatan dengan pola duri ikan (THORNS FISH ACCESS).
Dengan jaringan jalan berpola webing ini maka friksi/hambatan di setiap persimpangan bisa diminimalkan



BERIKUT BEBERAPA POLA PERSIMPANGAN YANG TERMASUK DALAM POLA WEBING/ANYAMAN

Roundabout (Bundaran) adalah salahsatu pola untuk mengakomodasi untuk 3 persimpangan atau lebih. Cara ini efektif untuk akses-akses jalan di dalam perkotaan dengan kecepatan relatif rendah/sedang.

Polas Semanggi, sesuai untuk akases dari kecepatan tinggi ke kecepatan sedang dengan friksi/hambatan yang relatif kecil. Disitu masih ada sedikit weaving (pertukaran jalur) antara yang keluar dan yang masuk.
Pola "FLT" Free Turn Left (belok kiri jalan terus)

Pola "close cross" atas bawah, tidak ada friksi tetapi tidak ada akses antara kedua jalan yang bersilangan.  Pola ini tetap diperlukan apabila kedua jalan tersebut sudah mempunyai akses di lain tempat yang lebih baik.
FREE WAY JUNCTION
Pola seperti ini bisa dikatakan pola terbaik untuk 3 persimpangan karena hampir bebas dari friksi/hambatan

"U"TURN
Selain pola persimpangan yang baik yang tidak kalah pentingnya adalah akses untuk berputar arah atau "U" Turn. Dengan "U" Turn yang baik maka friksi dapat diminimalkan.

Elevated Highway (adalah salah satu cara untuk mengurangi friksi),
tetapi Elevated Highway ini banyak ditentang karena akan mengurangi keindahan kota, bahkan apabila kolong jalan bertingkat ini tidak mendapatkan perhatian kusus akan menjadi tempat bagi tuna wisma.


Walaupun jaringan jalan raya dibangun terus tertapi apabila rasio jalan raya dan kendaraan tetap tidak bisa diatas 1:25 (artinya 1 kendaraan bermotor idealnya memiliki luasan jalan minimum 25 kali luas kendaraan) maka kenyamanan berkendara tidak pernah akan terpenuhi, dan Jakarta tidak akan samggup memenuhi rasio tersebut.
Lalu bagai mana solusinya ?
"Mau tidak mau solusinya adalah merapkan angkutan umum masal secara terpadu (Integrated Mass Rapid Transit Network), lihat/baca beberapa model MRT di sisni
" IMRTN ini  apapun moda yang digunakan yang paling sesuai adalah yang berbasis rel.
Dengan jaringan berbasis "Rel" maka friksi atau benturan-benturan  dan gesekan pada waktu perjalanan dapat diminimalkan  dan juga tidak ada bentuk-bentuk penggunaan yang bersifat privat sehingga akan mudah untuk pengelolaanya, mulai shedulling, timing (ketepatan yang terjaga), dan capacity adjustment (kapasitas yang dapat disesuikan dengan kebutuhan).
Berikut beberapa  model route jaringan MRT di Jakarta yang masing-masing model memiliki kekurangan dan kelebihan:




Jika ada yang berasumsi MRT itu harus murah itu kurang tepat. MRT itu memang mahal tetapi sesuai dengan apa yang harapkan yaitu mengakomodasi pengguna kendaraan pribadi yang rata-rata berpenghasilan cukup agar beralih ke moda tersebut. Jika MRT dibikin murah mungkin pelayanannya tidak akan maksimal lagi yang tak ubahnya kereta ekonomi. Jadi semua ada porsinya masing-masing:
MRT-boleh mahal tetapi servisnya harus mempunyai standard yang tinggi. Porsinya untuk mengakomodasi pengguna kendaraan pribadi.
LRT, Busway dan Commuter Rail Service-untuk kalangan menengah dengan tarif medium, porsinya untuk pekerja kantoran, karyawan dan mahasiswa
Angkot dan Bus Regular- untuk kalangan ekonomi bawah, buruh pabrik, pekerja informal dan pedagang kecil

Sekian, semoga bermanfaat.

Sabtu, 22 September 2012

Nabi Adam dan Manusia Purba

Ada anak bertanya pada Bapaknya " Duluan mana Nabi Adam sama manusia purba?"

karena sang Bapak bingung dijawab saja dengan canda "ya duluan Nabi Adam,  kalau manusia Purba sama Nabi Adam ya duluan manusia Purba"

Di sekolah ada murid bertanya pada gurunya " Apakah manusia itu ber-Evolusi seperti yang dikatakan oleh teori Darwin?"
sang Guru menjawab, "menurut buku yang saya baca ya seperti itu"

Nah sekarang coba serius saya jawab kedua pertanyaan tersebut sesuai hasil pengetahuan yang saya dapat dari berbagai sumber.

Walahualam, pengetahuan manusia terbatas, bisa jadi teori Darwin ada betulnya (bukan berarti betul), karena sebelum Nabi Adam ada namanya Al Basyar (yang sering disebut manusia purba) mahluk yang mempunyai tubuh *seperti manusia, mempunya insting (akal yang terbatas) tetapi tidak mempunyai ruh (jiwa). Sedangkan Nabi Adam adalah Al Insan (Manusia) pertama yang mempunyai ruh dan akal .
(begitulah kurang lebihnya rangkuman dari berbagi ayat Alqur'an)

Kalau mau bedakan Al Basyar sama Al Insan tidak usah repot-repot tengok manusia purba, Al Basyar kadang mereka ada di sekitar kita, di jalan-jalan, di pasar, secara fisik seperti kita, tapi mereka tak berjiwa (orang gila).

*(seperti manusia bukan berarti sama dengan manusia), not full version human

Oleh
Achmad Budiono

Sabtu, 15 September 2012

Solusi Kemacetan Metropolitan Jakarta



Banyak menglklaim ahlinya solver transportasi di Jakarta, tetapi sampai sekarang tidak terlihat hasilnya secara nyata, maka kalau mau solusinya saya-lah ahlinya (narsis boleh kan, wong aku juga manusia).
Solusinya :
Membatasi sarana dan fasilitas untuk kendaraan pribadi dan meningkatkan fasilitas yang bersifat public dan eco-envi (ramah lingkungan),
misalnya jalan-jalan raya di Ibukota diprioritaskan untuk lalu-lintas barang saja dangan cara setiap pusat aktifitas seperti mall, gedung perkantoran, pabrik sekolah dll, dibatasi ruang parkir untuk kendaraan pribadi dan sebagai penggantinya disediakan luas parkir taksi, open cap sewa (Shopping Taxi, sepeda ontel, akses transportasi public yang baik seperti busway, monorail atau bahkan LRT/MRT.
Kenapa harus ada taksi yang dan Shopping Taxi?, adalah memfasilitasi mereka yang ingin berbelanja dan membawa sesuatu yang mereka akan kerepotan apabila harus menggunakan transportasi umum seperti Busway, Monorail, LRT/MRT. (Jadi Mall dan pusat perbelanjaan tidak perlu khawatir pengunjungnya hanya berbelanja sedikit yang hanya bisa ditenteng dengan tangan karena pengunjung tidak harus naik public transport yang akan sedikit merepotkan apabila membawa bawaan lebih).
Untuk space/ruang transportasi-pun harus dibuat sedemikian rupa sehingga mereka yang ingin bepergian dengan kendaraan pribadi akan berpikir ulang karena efektifitas serta keterbatasn akses yang akan dijangkau.
Sedemikian rupa itu misalnya : Apabila space jalan raya bisa untuk 4 lajur setiap arahnya ditambah 2 meter pedestrian maka sebaiknya yang 4 lajur tadi diubah menjadi 2 lajur saja, sebagai penggantinya pedestrian dilebarkan hingga 1 lajur sedemikian rupa dengan berbagai fasilitas taman, tempat istirahat, shopping street dll, sedangkan yang satu lajur difungsikan untuk jalur eco-envihicle (kendaraan tak bermotor).



Moving walkway photo sumber :disini  mungkin suatu saat bisa diterapkan  di area-yang punya mobilitas orang yang cukup tinggi kususnya di area CBD (Central Business Disrict)

Gambar ilustrasi conveyor dengan tempat duduk yang dipadu dengan moving walkway di beberapa tempat sebagai akselator/deselator untuk naik ke tempat duduk atau turun dari tempat duduk.
Alangkah nyamannya apabila kita turun dari MRT, kemudian dari stasiun langsung dihubungkan dengan conveyor capsul tersebut menuju area perkantoran, pusat perbelanjaan dan berbagai pusat kegiatan lainnya.
 sumber gambar : di sisni

Jadi intinya mengarahkan public untuk menggunakan transportasi yang bukan privat dengan cara memperbaiki berbagi sarana dan fasilitasnya
kemudian membatasi akses untuk jenis kendaraan pribadi, sehingga mereka akan merasa repot dan tidak efesien apabila menggunaknnya.

Langkah lain setelah semua insfrastruktur dibenahi adalah meng-integrasikan semua moda angkutan umum. Untuk angkutan umum dengan jarak menengah dan sedang (medium distance service) akan mempunyai jarak setiap pemberhetiannya (station to station) yang cukup jauh antara satu dan yang lainnya minimum 3 km per stasiun. Kemudian diantara stasiun akan dilayani angkutan umum jarak pendek (short distance service sebagai fedder-nya angkutan jarak menengah dan sedang. Feeder-feeder ini bisa berbentuk Rail Single Car, Busway, ataupun Metro mini, yang akan mempunyai tempat pemberhentian (shelter) rata-rata 300 meter per shelternya tegantung dari kebutuhan lokasi.
Untuk ticketingnya akan menggunakan semacam kartu pintar (smart card) dan juga manual ticket, tetapi akan tetap terintegrasi. Setiap penumpang (passengers) cukup memiliki 1 ticket semart card yang dapat di isi saldonya setipa saat, dan juga dapat diuangkan dalam jumlah tertentu setiap saat jika perlu. Smart card ini juga bisa untuk membeli manual ticket yang dapat digunakan untuk jenis apapun angkutan umum yang ada.
Untuk manual ticket jarak sedang (medium distance service) akan terdiri dari 3 segment (bagian) setiap lembarnya, 1 bagian untuk di-scan-kan saat memasuki gate boarding MRT, LRT atau Monorail sedangkan yang satu bagian untuk keluar dari Station yang dituju dan satu bagiannya lagi dapat digunakan untuk meneruskan perjalanan dari stasiun yang dituju  dengan feeder angkutan jarak pendek yang di tunjuk oleh perusahaan yang bersangkutan jika diperlukan.

Berikut ilustrasi drawing untuk Public Service Transportation:

LRT (Light Rail Transit) untuk jarak menengah (station to station)
SRC (Single Rail Car) untuk feeder / jarak pendek (shelter to shelter)



MRT (Mass Rapid Transit)
Type layang (elevated) dengan "U" Shape side barier untuk mengurangi kebisingan



MRT (Mass Rapid Transit)
Type bawah tanah (Subway) tanpa menurangi space jalan yang sudah ada

MRT (Mass Rapid Transit) di disain untuk jarak menegah dengan kapasitas besar dan cepat

MRT Design type di atas permukaan jalan

MRT Design type dengan jembatan penyeberangan

MRT Design dengan type stasiun layang di atas jalan

MRT Design dengan type stasiun di atas jalan


Contoh design persimpangan dengan MRT/Mertro Line



Commuter Rail Service
untuk jarak sedang dan jauh memanfaatkan track kereta api yang sudah ada
Untuk Jalur Busway sebaiknya separatornya dibuat sedemikian rupa diantara 2 median jalan sehingga tidak mudah untuk diserobot  oleh kendaraan lain
 Type jalur Busway dann stasiun


Regular Taxi (taksi biasa)
Shopping Taxi (taksi yang dibelakangnya ada semacam bak untuk membawa barang dari belanja)


oleh : Achmad Budiono

Kamis, 10 November 2011

Wacana Jalan Tol Trans Jawa Menyusur Pantai (Coastal Toll Road)

Pembangunan ruas Jalan Tol Trans Jawa pada setiap tahap pemebebasan lahan sering menjadi kendala utama agar proyek berjalan lancar sesuai dengan waktunya. Hal ini disebabkan banyaknya kepentingan dan kebijakan setiap daerah yang berbeda-beda dalam urusan pembebasan lahan serta adanya permainan para spekulan dan alotnya negoisasi itu sendiri antara pemilik lahan dan investor.
Kenapa tidak mencarai alternatif lain?.
Bagimana bila jalan tol tersebut dialihkan lewat tepi pantai?. Mungkin bisa jadi masukan kalau untuk toll pantura lebih baik lewat pantai saja, sekaligus sebagai bumper untuk cegah abrasi pantai . Kalau perlu diintegrasikan dengan double track high speed railway (bullet train). Jadi untuk high speed railway safety-nya akan lebih baik karena tercover oleh jalur toll, sehingga friksi dari lingkungan sekitar bisa diminimalkan.
Terus agar terjadi percepatan dalam pembangunannya, dibuat regulasi, bahwa jalan toll dibangun oleh kontraktor yang akan mendapat royalti dari operator sesuai dengan kontribusinya. Jika Gresik-Semarang 350km, ada 350 kontraktor yg bangun sekaligus, maka tidak lebih 1 tahun bisa terealisasi, karena siap kontaktor hanya akan membangun 1 Km saja. Jika Cina setahun bisa bikin lebih 1000Km Jl toll kenapa kita tidak?
Untuk Stage 1 -Palimanan ~ Semarang, Stage 2 -Semarang ~ Demak ~ Jepara. Nah Stage 3 -Demak ~ Juwana  terpaksa lewat darat melalui Kudus-Pati.  Kemudian Stage 4 -Juwana ~ Tuban Stage 5 -Tuban ~ Gresik lewat pantai lagi,  terus nyambung tol existing  Gresik ~ Surabaya ~ Gempol. Stage 6 -Gempol~Pasuruan lewat pantai, Stage 7 -Pasuruan ~ Probolinggo dan terakhir Stage 8 -Probolinggo ~ Banyuwangi
Jika ini terjadi akan ada pertumbuhan yg luar biasa di daerah Tuban, yang sekarang sudah menjadi basis industri berat dan petrokimia. Dan dalam perkembangan yg lebih lanjut Tuban akan menjadi Coastal City dengan water front city kedua di Indonesia setelah Balikpapan.
Untuk type construksinya ada dengan cara rekalamasi dan kaki seribu, tergantung dengan kondisi geografis yang ada.

sumber photo detik.com
sumber photo detik.com

Jumat, 26 Agustus 2011

apakah benar dalam Islam dilarang berteman dengan orang non muslim?

apakah benar dalam Islam dilarang berteman dengan orang non muslim?. hal ini banyak yang di pertanyakan karena adanya ayat Alqur'an berikut ini :

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil... menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya. (QS. 3:118)
***INI SALAH SATU..ayat yg isinya menghasut.nga sadarkan anda ??***
untuk itu kami ambilkan kutipan dari discussion board pada sebuah diskusi di FB (aslinya : facebook-id Islamic ACT )


________________________________________________________________

JAWAB:

________________________________________________________________


SALAH BESAR.


Pada ayat ini Allah memperingatkan orang-orang mukmin agar jangan bergaul rapat dengan orang-orang kafir *atau siapapun yang telah nyata sifat-sifatnya yang buruk...


Walau bagaimanapun sebab turun ayat ini namun dapat dipahami dari padanya bahwa Allah melarang mengambil orang-orang kafir yang telah nyata kejahatan niatnya terhadap orang mukmin sebagai teman akrab mereka itu adalah orang-orang musyrik, Yahudi, munafik dan lain-lain.


Maka janganlah orang mukmin bergaul rapat dengan orang-orang kafir yang mempunyai sifat yang dinyatakan dalam ayat ini yaitu mereka yang:

1.Senantiasa menyakiti dan merugikan kaum muslimin dan berusaha menghancurkan mereka.

2.Menyatakan terang-terangan dengan lisan rasa amarah dan benci terhadap kaum muslimin. mendustakan Nabi Muhammad saw dan Alquran dan menuduh orang-orang Islam sebagai orang-orang yang bodoh dan fanatik.

3.Kebencian dan kemarahan yang mereka ucapkan dengan lisan itu adalah amat sedikit sekali bila dibandingkan dengan kebencian dan kemarahan yang disembunyikan dalam hati mereka. Tetapi bila sifat-sifat itu telah berubah menjadi sifat-sifat yang baik atau mereka tidak lagi mempunyai sifat-sifat yang buruk itu terhadap kaum muslimin maka Allah tidak melarang untuk bergaul dengan mereka.


Firman Allah SWT

Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusirmu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kamu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barang siapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim".
(Q.S Al Mumtahanah: 8 dan 9)


______________________________________________________


Banyak di temui dalam sejarah: orang-orang kafir yang membantu kaum muslimin dalam perjuangan Islam seperti dalam penaklukan Spanyol dan penaklukan Mesir. Mereka mengusir orung-orang Romawi dengan bantuan orang Qibti.


Banyak pula di antara orang-orang kafir yang diangkat sebagai pegawai pada kantor-kantor Pemerintah di masa Umar bin Khattab dan pada masa kerajaan Umawiyah dan `Abbasiah, bahkan ada di antara mereka yang diangkat menjadi duta mewakili pemerintah Islam.

Demikianlah Allah telah menjelaskan ayat-ayat Nya kepada kaum muslimin supaya diperhatikan dengan sebaik-baiknya agar jangan terperosok ke dalam jurang kebinasaan karena kurang hati-hati dan tidak waspada dalam berteman akrab dengan orang-orang kafir itu.


jelaskan???kalau saya tidak mau berteman dengan tetangga saya yang tidak seiman,saya salah besar dan Allah SWT tidak menyukai orang seperti itu.

pasti waktu dulu orang tua anda pun melarang bergaul dengan orang yang jelas-jelas ingin menghancurkan anda sendiri,jadi jangan keliru.

semoga bermanfaat.

Catatan : tanda(*) kata yang kami tambahkan

Kamis, 25 Agustus 2011

Banjir Nabi Nuh Menurut Alqur'an

Dalam majalah  BBC edisi 17 Juli  2011 terdapat tajuk populer yaitu "Apakah Agama bisa membuktikan kebenaran evolusi" Majalah BBCC - evolutionreligion
Ada pengkajian yang dilakukan oleh Ilmuan Amerika yang didasarkan dengan penemuan dan bukti ilmiah dan Bibel.

Untuk itu kami coba untuk membandingkannya juga dengan Alqur'an, yang anda bisa baca berikut ini. Secara akal sehat mana yang lebih bisa diterima?

Sumber
Harun Yahya
Pembuktian Ilmiah dari Kisah Kehidupan Kaum-Kaum Terdahulu
dalam al-Qur’an Serta Proses Pembinasaan Mereka
Selengkapnya bisa dibaca di ebooknya :Kaum kaum Yang Telah Dibinasakan

Apakah Banjir itu Bencana Lokal Saja ataukah Global ?
Mereka yang menolak realitas terjadinya Banjir masa nabi Nuh, menopang pendirian mereka dengan menyatakan bahwa banjir global atas seluruh dunia adalah suatu hal yang mustahil. Bukan hanya itu, penyangkalan mereka atas terjadinya banjir yang bagaimanapun bentuknya adalah ditujukan untuk menyerang apa yang telah dikemukakan al-Qur’an. Menurut mereka, semua kitab yang berasal dari wahyu, termasuk al-Qur’an, mempertahankan pendirian bahwa banjir Nuh adalah banjir yang global, dan karenanya, seluruh berita itu adalah informasi yang keliru.
Penolakan terhadap pernyataan al-Qur’an ini tidak benar. Al-Qur’an diwahykan oleh Allah, dan al-Qur’an ini merupakan satu-satunya kitab suci yang tidak terrubah. Al-Qur’an memandang banjir dengan sudut pandang yang sangat berbeda dibandingkan cara pandangPentateuch dan legenda-legenda tentang banjir yang lain yang diriwayatkan dalam berbagai kebudayaan. Pentateuch, nama bagi lima buku (kitab) pertama dalam Perjanjian Lama, menyatakan bahwa banjir tersebut bersifal global, menutupi seluruh bumi. Namun, al-Qur’an tidak memberikan keterangan seperti itu, dan sebaliknya, ayat-ayat yag relevan dengan peristiwa ini membawa pada suatu kesimpulan bahwa banjir itu hanya bersifat regional (menutupi wilayah tertentu) dan tidak menutupi seluruh bumi, dan hanya menenggelamkan umat Nabi Nuh saja yang mereka itu telah diberi peringatan oleh nabi Nuh dan akhirnya membangkang, sehingga mereka dihukum.
Ketika riwayat-riwayat tentang banjir dalam Perjanjian Lama dan riwayat-riwayat sejenis dalam Al-Qur’an diuji, perbedaannya sederhana saja. Perjanjian Lama, yang telah mengalami banyak perubahan dalam penambahan sepanjang sejarahnya, yang karenya tidak bisa dinilai sebagai wahyu yang orisinil, menggambarkan bagaimana banjir berawal dalam uraian sebagai berikut:
“Dan Tuhan melihat bahwa kejahatan manusia di bumi adalah besar, dan bahwa setiap imajinasi dari pikiran-pikiran dalam hatinya hanya selalu perbuatan jahat. Dan ini menjadikan Allah menyesali bahwa Dia telah menciptakan manusia, dan ini menyedihkan hatiNya. Dan Tuhan berkata, “Saya akan membinasakan manusia yang telah saya ciptakan dari permukaan bumi; kedua jenis yang ada, manusia dan binatang, dan segala yang merayap, dan unggas-unggas di udara, yang karena telah mengecewakanKu yang telah mencipatakan mereka. Akan tetapi, (Nabi) Nuh mendapatkan kasih sayang di mata Tuhan” (Genesis, 6: 5-8)
Meski demikian, dalam al-Qur’an, diperlihatkan dengan jelas bahwa banjir itu tidak meliputi seluruh dunia (bumi), tetapi hanya umat Nabi Nuh yang dihancurkan. Tidak berbeda sebagaimana Nabi Hud diutus hanya untuk kaum ‘Ad (QS. Hud: 50), Nabi Shalih diutus untuk kaum Tsamud (QS. Hud:
61) serta seluruh Nabi kemudian sebelumMuhammad adalah diutus hanya untuk umat mereka saja, Nabi
Nuh hanya diutus untuk umatnya dan banjir tersebut hanya menyebabkan punahnya umat Nabi Nuh;
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, (dia berkata): “Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata bagi kamu, agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku khawatir kamu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat menyedihkan. (QS. Hud: 25-26)

Mereka yang dimusnahkan adalah orang-orang yang secara total tidak menghiraukan Proklamasi Nabi Nuh akan kerasulannya dan senantiasa menentang. Ayat-ayat yang senada telah menggambarkan dengan cara yang cukup gamblang:
Maka mereka mendustakan Nuh , kemudian kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya di dalam bahtera, dan Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta (mata hatinya).(QS. Al-A’raf: 64).
Di samping itu, dalam al-Qur’an , Allah menegaskan bahwa Dia tidak akan menghancurkan suatu komunitas masyarakat kecuali seorang rasul telah diutus kepada mereka. Penghancuran terjadi jika seorang pemberi peringatan telah sampai kepada suatu kaum, dan pemberi peringatan itu didustakan. Allah menyatakan hal itu dalam Surat al-Qashash:
Dan tidak adalah Tuhanmu membinasakan kota-kota, sebelum dia mengutus di ibukota itu seorang rasul yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka; dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan kota-kota; kecuali penduduknya dalam keadaan melakukan kezaliman. (QS. Al- Qashash: 59).
Bukanlah cara Allah untuk mengancurkan suatu kaum yang kepada mereka belum Dia turunkan rasul. Sebagai seorang pemberi peringatan, Nuh hanya diutus untuk kaumnya saja. Karena itu, Allah tidak menghancurkan kaum-kaum yang kepada mereka tidak Dia utus rasul, akan tetapi Allah hanya menghancurkan umat Nabi Nuh.
Dari penyataan-pernyataan dalam al-Qur’an ini, kita bisa memastikan bahwa banjir tersebut adalah bencana yang bersifat lokal, bukannya global (seluruh dunia). Penggalian-penggalian yang dilakukan pada daerah-daerah arkeologis yang diperkirakan sebagai lokasi terjadinya banjir – yang nanti akan kita bahas berikutnya— menunjukkan bahwa banjir tersebut bukanlah sebuah peristiwa global yang mempengaruhi seluruh bumi, akan tetapi merupakan sebuah bencana yang sangat luas yang mempengaruhi bagian tertentu dari wilayah Mesopotamia.


Apakah Seluruh Binatang ikut Dinaikkan ke atas Perahu?
Para penfasir Bibel yakin bahwa Nabi Nuh memasukkan seluruh species binatang yang ada di muka bumi ke atas Perahu dan binatang-binatang itu bisa selamat dari kepunahan karena kebaikan Nabi Nuh itu. Menurut apa yang mereka yakini ini, setiap pasang dari tiap species yang ada di muka bumi juga dibawa bersama ke atas perahu.
Mereka yang mempertahankan pernyataan itu dengan tanpa ragu harus menghadapi kejanggalan- kejanggalan yang serius dalam berbagai hal. Pertanyaan tentang bagaimana berbagai jenis binatang yang diangkut ke atas perahu itu diberi makan, bagaimana mereka ditempatkan di dalam perahu itu (kandang- kandang untuk mereka), atau bagaimana mereka dipisahkan satu dengan lainnya adalah pertanyaan- pertanyaan yang mustahil bisa terjawab. Lagi pula, masih ada beberapa pertanyaan yang tersisa:

bagaimana binatang-binatang yang berasal dari berbagai benua (daratan) yang berbeda bisa dibawa bersamaan – berbagai mamalia yang ada di kutub, kanguru dari Australia, atau bison yang Aneh dari Amerika?. Juga, masih adalah berbagai pertanyaan lebih banyak lagi, seperti, bagaimana binatang yang sangat membahayakan – yang berbisa seperi berbagai jenis ular, kalajengking dan binatang-binatang buas – itu semua bisa ditangkap, serta bagaimana mereka bisa bertahan padahal dipisahkan dari habitat alamiahnya untuk suatu waktu hingga banjir itu surut?.
Ini adalah berbagai pertanyaan yang dihadapi oleh Perjanjian Lama. Di dalam al-Qur’an, tidak ada pernyataan yang mengindikasikan bahwa seluruh species binatang di muka bumi dinaikkan ke atas perahu. Dan sebagaimana yang telah ditegaskan sebelumnya, banjir tersebut terjadi dalam sebuah wilayah tertentu saja, sehingga, binatang yang dinaikkan perahu pun hanyalah yang hidup di wilayah di mana umat Nabi Nuh itu tinggal.
Meski demikian, ini adalah bukti bahwa mustahil sekalipun hanya untuk mengumpulkan seluruh jenis binatang yang hidup di wilayah tersebut. Sulit dipikirkan Nabi Nuh beserta sejumlah kecil orang-orang yang beriman yang menyertainya (QS. Hud: 40) pergi menuju ke
segala penjuru untuk mengumpulan masing-masing dua ekor dari ratusan species binatang di sekitar mereka. Bahkan, lebih mustahil lagi bagi mereka untuk mengumpulkan berbagai tipe serangga yang hidup di wilayah mereka, serta untuk memisahkan antara yang jantan dan betina!. Ini alasan mengapa yang lebih memungkinkan adalah bahwa yang dikumpulkan itu hanya binatang yang bisa dengan mudah ditangkap dan dipelihara, dan karenanya, binatang tersebut adalah binatang ternak yang secara khusus berguna bagi manusia. Nabi Nuh agaknya memasukkan ke atas perahu binatang binatang sejenis itu, yakni seperti, sapi, biri-biri, kuda, unggas, unta dan sejenisnya, karena inilah binatang-binatang yang dibutuhkan untuk penyangga kehidupan baru bagi di wilayah yang telah kehilangan sejumlah besar prasarana hidup dikarenakan bencana banjir tersebut.
Di sini masalah penting terletak pada bahwa kebijaksanaan Ilahiah dalam perintah Allah kepada Nabi Nuh untuk untuk mengumpulkan berbagai binatang terletak pada arahan untuk menumpulkan binatang-binatang yang dibutuhkan untuk kehidupan baru setelah banjir berakhir daripada untuk kepentingan mempertahankangenus berbagai binatang. Selama banjir itu bersifat lokal, maka kepunahan berbagai jenis binatang tidak akan mungkin terjadi. Agaknya ada kecenderungan bahwa pada masa setelah banjir, berbagai binatang dari wilayah-wilayah lain bermigrasi ke tempat tersebut dan memadati daerah tersebut dengan cara kehidupan lama yang pernah ada. Sehingga yang terpenting adalah bahwa kehidupan bisa dirintis kembali begitu banjir berakhir, dan binatang-binatang yang dikumpulkan (dan diangkut ke atas perahu) adalah dimaksudkan untuk tujuan perintisan kehidupan seperti itu.
bagaimana binatang-binatang yang berasal dari berbagai benua (daratan) yang berbeda bisa dibawa bersamaan – berbagai mamalia yang ada di kutub, kanguru dari Australia, atau bison yang Aneh dari Amerika?. Juga, masih adalah berbagai pertanyaan lebih banyak lagi, seperti, bagaimana binatang yang sangat membahayakan – yang berbisa seperi berbagai jenis ular, kalajengking dan binatang-binatang buas – itu semua bisa ditangkap, serta bagaimana mereka bisa bertahan padahal dipisahkan dari habitat alamiahnya untuk suatu waktu hingga banjir itu surut?.
Ini adalah berbagai pertanyaan yang dihadapi oleh Perjanjian Lama. Di dalam al-Qur’an, tidak ada pernyataan yang mengindikasikan bahwa seluruh species binatang di muka bumi dinaikkan ke atas perahu. Dan sebagaimana yang telah ditegaskan sebelumnya, banjir tersebut terjadi dalam sebuah wilayah tertentu saja, sehingga, binatang yang dinaikkan perahu pun hanyalah yang hidup di wilayah di mana umat Nabi Nuh itu tinggal.
Meski demikian, ini adalah bukti bahwa mustahil sekalipun hanya untuk mengumpulkan seluruh jenis binatang yang hidup di wilayah tersebut. Sulit dipikirkan Nabi Nuh beserta sejumlah kecil orang-orang yang beriman yang menyertainya (QS. Hud: 40) pergi menuju ke
segala penjuru untuk mengumpulan masing-masing dua ekor dari ratusan species binatang di sekitar mereka. Bahkan, lebih mustahil lagi bagi mereka untuk mengumpulkan berbagai tipe serangga yang hidup di wilayah mereka, serta untuk memisahkan antara yang jantan dan betina!. Ini alasan mengapa yang lebih memungkinkan adalah bahwa yang dikumpulkan itu hanya binatang yang bisa dengan mudah ditangkap dan dipelihara, dan karenanya, binatang tersebut adalah binatang ternak yang secara khusus berguna bagi manusia. Nabi Nuh agaknya memasukkan ke atas perahu binatang binatang sejenis itu, yakni seperti, sapi, biri-biri, kuda, unggas, unta dan sejenisnya, karena inilah binatang-binatang yang dibutuhkan untuk penyangga kehidupan baru bagi di wilayah yang telah kehilangan sejumlah besar prasarana hidup dikarenakan bencana banjir tersebut.
Di sini masalah penting terletak pada bahwa kebijaksanaan Ilahiah dalam perintah Allah kepada Nabi Nuh untuk untuk mengumpulkan berbagai binatang terletak pada arahan untuk menumpulkan binatang-binatang yang dibutuhkan untuk kehidupan baru setelah banjir berakhir daripada untuk kepentingan mempertahankangenus berbagai binatang. Selama banjir itu bersifat lokal, maka kepunahan berbagai jenis binatang tidak akan mungkin terjadi. Agaknya ada kecenderungan bahwa pada masa setelah banjir, berbagai binatang dari wilayah-wilayah lain bermigrasi ke tempat tersebut dan memadati daerah tersebut dengan cara kehidupan lama yang pernah ada. Sehingga yang terpenting adalah bahwa kehidupan bisa dirintis kembali begitu banjir berakhir, dan binatang-binatang yang dikumpulkan (dan diangkut ke atas perahu) adalah dimaksudkan untuk tujuan perintisan kehidupan seperti itu.