Kamis, 03 Agustus 2017

Meragui Theori Bumi Bulat dan Heliosentris


Bumi Bulat  : banyak kontradiksi, silakan di review
Bumi Datar : masih prematur, silakan di research

* (bumi datar jangan diyakini dulu tapi silakan di  research dulu)
 Mari research, fair dan obyektif!


Banyak orang saat ini, percaya bahwa bumi itu bulat tapi mereka belum pernah melihatnya dari kejauhan. Bahkan ketika berada di pesawat terbang belum bisa mengungkapkan bentuk bentuk bumi yang sebenarnya. Berada di puncak gunung tertinggi juga tidak akan membantu. Apakah NASA dan teman-temannya berbohong kepada kita tentang dunia? Tetap berpikiran terbuka. Tidak ada alasan yang lebih baik kecuali meragukannya

Perdebatan yang tiada pernah berakhir "Bumi Bulat atau Datar", karena sesungguhnya kemampuan pengetahuan manusia itu terbatas.
Teori Bumi Bulat, makin diyakini dan terus disempurnakan disisi lain didukung , oleh perhitungan-perhitungan matematis astronomi yang sepertinya sangat akurat dan meyakinkan dan masuk akal, namun disisi lain disuguhkan animas-animasi (CGI) dari teori tersebut yang diklaim sebagai fakta riil, sehingga ini menjadi kebohongan bagi yang tidak mengetahuinya, sehingga ketika makin banyak CGI yang diklaim sebagai fakta terbongkar, maka banyak mulai yang tidak percaya sehingga mencari peluang teori lain salah satunya "Bumi Datar". Dan teori ini tidak sekedar gurauan saja tapi mulai diyakini secara serius dan semakin banyak pengikutnya. Begitu juga mulai didukung oleh ilmu saintis dan observasi, eksperimen baik secara swadaya atau komunitas, walaupun masih taraf sederhana (seperti vido ini) sebagai tandingan untuk mematahkan teori bumi bola. Iya dari segi pendukung dan insfrastruktur penunjang memang masih kalah jauh daripada yang digunkan oleh teori bumi bulat tetapi saya lihat dari kalangan Bumi Datar sudah mulai serius memperbaiki insfrastruktur mereka untuk mendukung teorinya. seperti vedeo animasi berikut ini sudah mulai lebih baik dibanding dengan yang sudah ada sebelumnya.

Jangan bandingkan animasi-animasi seperti ini dengan animasi yang banyak kita dapatkan dari sumber-sumber pendukung Heliosentris yang sebagian besar sudah bertaraf institusi dengan sumber dana yang besar, seperti NASA, ESA, dan badan-badan nasional riset lainnya yang mendapat sokongan financial yang besar dan kontinyu. Mereka animasinya bahkan sudah sekelas dengan para pembuat filem fiksi seperti Star Trek dan lainnya, karena mereka juga bersinergy dengan pembuat-pembuat animasi besar di Hollywood dan lainnya di penjuru dunia. Jadi apakah mereka semua bohong?.
Iya, tidak semua di level pekerja dan pelaksana tahu untuk apa mereka meminta dibuatkan pesanannya, seperti halnya produsen bahan kimia, belum tentu tahu produknya mau dibikin racun atau obat dari pemesannya.

Iya sebenarnya menyampaikan sesuatu dengan CGI (Computer Generated Imagery) atau animasi komputer untuk memperjelas suatu presentasi tidak masalah, yang jadi masalah apabila CGI diklaim sebagai fakta, dan ini yang bisa menjadi kebohongan.
Apa pendapat anda?
 Lanjut.........

Ada indikasi perhitungan perhitungan astonomy yang ada saat ini adalah  fiksi ilmiah yang diciptakan untuk menutupi kebohongan yang telah diciptakan sebelumnya akibat terjadinya kesalahan atau memang kebohongan yang disengaja.
Bisa jadi “satu kebohongan akan ditutupi dengan kebohongan yang lebih besar”
Mereka menciptakan fiksi-fiksi yang seolah-olah dari suatu eksperimen nyata, kemudian mereka  mengambil perhitungan-perhitungan sebagian dari suatu kebenaran, kemudian mereka membuat angka-angka /perhitungan perhitungan yang seolah-olah turunan dari suatau perhitungan yang benar tadi, tetapi untuk menutupi kebohongan tersebut, mereka akan bikin fiksi yang tidak semua orang bisa membutikannya dalam eksperiment nyata (tidak bisa dibuktikan secara empiris) . Yang ingin membuktikan, mereka hanya bisa  bermain dengan angka tapi bukan di realita, karena memang angka-angka tersebut sudah di set sedemikian rupa sehingga orang yang mong-otak-atik angka-angka yang diciptakan tadi, akan menimbulkan asumsi di dalam pikirannya  bahwa ini adalah suatu kebenaran secara perhitungan dan logika, walau tanpa eksperimen dan jauh dari realita.
Asumsi bisa dibuat, kemudian bisa dibackup dengan rumus. Rumus ini bisa di set sedemikian rupa, jika yang dijadikan fix acuan adalah result (hasilnya), maka yang bisa di adjust adalah variabelnya, dan jika yang dijadikan fix adalah variabelnya, maka hasil resultnya yang menyesuaikan variabelnya.

Fiksi-fiksi ini selamnya tidak akan pernah menjadi kenyataan, dan pada saatnya mereka akan menciptakan teknologi untuk menutupi kebohongan ataupun kesalahan tersebut.
Tehnologi ruang angkasa tidak lain hanya untuk menutupi ketidakbenaran bidang sain astronomi sebelumnya yang berat untuk mereka ungkap, sehingga dengan adanya tehnologi ruang angkasa seolah-olah telah membuktikan teori-teori mereka sebelumnya benar dan terbukti.
Fiksi Ilmiah bidang astronomy sekarang ini sebenarnya adalah bulshit, yang diciptakan untuk menutupi kebohangan ataupu kesalahan sebelumnya.
Tetapi bagaimanapun rapinya kebohongan dikemas, cepat atau lambat pada saatnya akan terbongkar. 
Sudah banyak kontradiksi yang bermunculan dan terungkap dalam turunan dari theory bumi bulat, yang akan coba saya jabarkan pada bab berikutnya

Seperti Theori Gravitasi  yang rancu itu misalnya :

Jika Gravitasi itu tidak ada, mengapa benda jatuh ke bawah?.
Jika bumi bulat, maka yang berlaku adalah gravitasi yang menarik semua benda ke pusat bumi, it's ok, tapi apa yang menarik semua benda ke pusat bumi?, magnet kah, atau gravitasi ya gravitasi yang tidak bisa didifinisikan yang kenyatannya bisa menarik semua benda ke pusat bumi.Dan yang lebih rancu, apabila gravitasi mampu menarik benda apapun yang lebih berat, tetntunya gravitasi akan membuat benda-benda yang lebih ringan akan lebih lengket di muka bumi daripada benda yang berat?. dan yang masih rancu gravitasi itu menghisap atau menarik benda?. Jika menghisap maka yang lebih lengket ke bumi  adalah tergantung luasan penampang dan yang lebih ringan, sedangkan kalau menarik benda, tentunya yang lebih ringan yang akan lebih lengket menempel.

LOL saja,
Bagaimana seandainya waktu itu Newton bukan menyatakan sebagai gravitasi, tetapi kebalikannya yaitu daya dorong dari langit yang menuju ke pusat masa benda (space push)?. Terus dikuatkan oleh theori bigbang , daya dorong dari langit karena gaya yang timbul semasa ledakan bigbang?. terus digabung dengan theori relativitas Einsten "ruang dan waktu melengkung" karena masa benda? Maka jika yang menyatakan demikian itu NASA bagaimana pendapat anda? apa gak lebih logis ini daripada gravitasi yang menarik semua benda ke pusat bumi?. wk..wk...wk....wk...wk...

Jika bumi datar, maka bumi itu sebagai alas, dan semua benda akan tersusun dari bawah ke atas sesuai dengan berat jenisnya.
Semakain besar berat jenisnya, maka benda tersebut akan mempunyai kecenderungan menempati tempat/ruang yang paling bawah, seperti hukum archimides, dengan contoh di air, maka benda yang BJ-nya lebih besar dari air akan tenggelam, yang sama akan melayang dan yang lebih kecil akan mengapung, begitu juga di atmosfir, semakin ke atas merupakan materi-materi yang BJ-nya semakin kecil sampai pada lapisan tertinggi yang dikatakan tidak ada materi lagi (hampa udara).
Ingat, hampa udara beda dengan ruang vakum.!,
Hampa adalah kondisi alamiah yang berada batas dii atas lapisan paling tinggi atmosfir sehingga hampa yang secara alamiah ini tidak punya kemampuan untuk menghisap (menyedot) sedangkan vakum adalah buatan yang dibuat di muka bumi yang dikatakan bisa menghisap udara sebetulnya adalah salah kaprah. Vakum sebetulnya tidak menghisap udara di luarnya, tetapi yang sebenarya adalah udara menekan ruang yang dikatakan vakum tadi, seperti halnya kapal selam dibawah air yang di dalamnya tidak berisi air, mka semua air di sekelilingnya akan berusaha mengisi ruang tersebut (bukan kapal selam menyedot air) tetapi sesungguhnya kapal selam mendapat tekanan air di sekelilingnya..

Perbedaan tekanan terjadi karena interaksi yang terjadi pada suatu ruang antara benda atau materi yang yang mempunyai berat jenis berbeda.. Perbedaan ini bisa diamati dan dirasakan apabila materi itu berbentuk cair (liquid) dan gas.
materi yang mempunyai BJ besar akan terjadi efek ekspand/mengembang (decompresses) apabila dibawa ke ruang yang mempunyai BJ kecil, sedangkan sebaliknya akan terjadi efek tekanan (kompresses) apabila materi yang mempunyai BJ kecil dibawak ke ruang yang berisi BJ besar.

 
seandainya semua materi bisa dikonversi menjadi gas atau cair maka akan tersusun sesuai berat jenisnya
Seperti halnya siklus hujan, ketika menjadi air, maka berat jenisnya akan lebih besar daripada berat jenis udara, maka air akan selalu menempati ruang yang lebih rendah daripada udara, tetapi ketika air dipanaskan menjadi uap air maka berat jenisnya akan lebih rendah daripada udara, maka uap air akan naik (menjadi awan), tetapi ketika uap air berkondensi menjadi air lagi  akan turun lagi menjadi hujan,

Begitu juga akselerasi atau pergerakan alam semesta sangat susah dijelaskan dengan theori Gravitasi yang sangat rancu, dan lebih logis jika dijelaskan akibat adanya aksi-reaksi medan elektromagnetik yang bisa dibuktikan.
Dengan Gravitasi, bagaimana bulan bisa mengorbit bumi, kalau bumi saja mengorbit matahari?
Bagaimana air laut bisa pasang karena bulan purnama, karena pengaruh grafitasi bulan?, padahal tanpa bulan purnama-pun seharusnya bulan tetap punya gravitasi, yang membedakan hanya permukaan bulan itu bercahaya penuh atau tidak.

Pengetahuan Basic Alam semesta pada dasarnya simple  untuk diketahui  manusia, hanya saja terkadang manusia  yang terkontaminasi dengan  ajaran-ajaran yang mengatas-namakan sains modern yang telah berbohong.

Iya, simple : Bumi datar
Air selalu level di bumi ini.
Air selalu mengalir dari termpat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah di bumi ini
Semua benda yang mempunya berat akan selalu jatuh ke bumi.

Iya simple bagi manusia yang belum terkontaminasi, tetapi ketika ajaran-ajaran bahwa bumi itu bulat, maka, mau tidak mau  mereka harus mengikuti turunannya yang sudah tidak simple lagi dengan mebuat asumsi-asumsi yang ditunjang dengan permainan perhitungan perhitungan matematis,  maka diajarkanlah  Gravitasi, Teori Relativitas, Teori Big Bang,  hokum kepler, dll, dll.
Merka juga percaya bahwa cahaya di jagat raya ini bisa tembus jutaan, bahkan miliaran kilometer jaraknya.
Boro-boro melihat cahaya yang miliaran kilometer jaraknya, yang ribuan kilometer saja masih antara sanggup dan tidak kok.
Simple saja pemahamnanya :

Kenapa Cahanya Matahari tidak mampu menembus kedalaman lautan yang bening  (transparan) yang lebih dari 1000meter?, kalau sinar matahari  katanya  sanggup menembus jutaan kilometer di jagad raya?
(Silakan ceck daya tembus spectrum cahanya matahari pada setiap kedalaman air laut dari hasil observasi, bukan theori)

Kenapa cahaya matahari di pagi hari tidak mampu menembus hanya kabut tipis di Jakarta, sehingga  pagi hari matahari tidak nampak dan hanya temaran?, kalau sinar matahari  katanya  sanggup menembus jutaan kilometer di jagad raya?
Jangan ber-analogi,” saya sudah berjalan ribuan kilometer, karena di depan ada pagar yang tipis saya tidak bisa melintasi pagar tersebut”.

Saya dari Semarang, pada cuaca cerah saya bisa melihat gunung Muria yang jaraknya kurang lebih 60km, tapi pada saat tertentu gunung tersebut juga tidak bisa terlihat karena cuaca. Bahkan pada malam hari saya tidak mampu melihat setitik-pun sumber cahaya dari gunung Muria dari Semarang, padahal disana banyak sumber cahaya yang bisa dilihat dari kota Kudus, tetapi makin menjauh, ke Demak semakin sulit untuk dilihat

Untuk masalah jangkauan coverage cahaya, ada keraguan kalau cahaya itu bisa sampai unlimited (ribuan bahkan jutaan tahun dari kecepatan cahaya)
Iya bisa jadi kecepatannya 300ribu km per detik, tetapi jangkaunya harus dipelajari lagi.

Saya melakukan observasi dari Gunung Ungaran, pada malam hari saya bisa melihat lampu kota di bawah (kota Ungaran) dengan cukup jelas, tetapi semakin jauh (Semarang) cahaya lampu kota makin samar-samar, bahkan yang lebih jauh lagi sekitar Demak sudah tidak terlihat sumber cahaya sama sekali.

Iya, menutupi kebohongan ternyata tidak simple?.
Sains modern bisa bohong karena sebelumnya mengikuti sains yang salah, tetapi tidak mau mengoreksinya???, karena ada konspirasi?

Orang yang sudah terlanjur meyakini kesalahan ataupun kebohongan sebagai suatu kebenaran, tidak akan dengan mudah melepaskan begitu saja  karena berbagai konsekwensi:
-takut di bully
-telah menyerbarkan-nya kepada orang lain dengan penuh keyakinan sebelumnya sehingga takut kredibilitasnya runtuh apabila mereview
-terlanjur keluar investasi yang besar (sekolah yang mahal. belajar yang lama, waktu yang terbuang)
-yang lebih parah lagi memanfaatkannya, bahwa dengan kebohongan tersebut justru bisa mengambil keuntungan darinya.
-kemungkinan adanya konspirasi.

* Kemungkinan konspirasi ini bisa dilihat dari berbagai  pemberitaan dari media resmi yang didukung penguasa yang menyangkut bumi datar.  Yang bisa dilihat di media resmi yang sebagian besar masih cari amannya dan takut reputasinya hancur di mata penguasa gara-gara memberitakan Flat Earth secara fair. Berbagai media resmi tersebut setiap pemberitaannya hampir bisa dipastikan tidak memberitakan secara fair dan seimbang, bahkan yang sering terjadi menyudutkan tentang Flat Earth itu bodoh dan konyol seperti  dengan sengaja memberikan ilustrasi yang salah tentang penggambaran Flat Earth, misalnya ilustrasi tentang bumi datar yang diambil dan dibuat bukan dari theori flat earth tetapi dari meme atau ilustrasi yang dibuat oleh penentang flat earth yang ingin menggambarkan flat earth dengan kesan yang bodoh dan konyol seperti berikut :

Gambar  sindiran yang sengaja dibuat untuk memberikan kesan flat earth adalah bodoh:
Mereka membuat gambar seperti ini kemudian mereka mentertawakannya dengan gambar yang mereka buat
Gambar-gambar seperti inilah yang sering ditampilkan di media pendukung konspirasi








Dan mereka berhasil dengan cara ini, sehingga para pendukung bumi datar tidak lagi refer ke media resmi, tetapi mereka mencari informasi alternatif di youtube atau blogspot. Dari sini-pun pendukung bumi datar belum selesai mendapat olok-olokan, dengan julukan baru sarjana youtube atau sarjana blogspot.

Bahkan ada calon Doktor di Tunisia yang menbuat tesis tentang Bumi Datar, tidak hanya ditekan tetapi langsung di Banned tanpa investigasi oleh Kementrian Pendidikan di negara tersebut., seolah-olah mebahas Bumi Datar adalah hal yang SUBVERSIF yang bisa membahayakan kekuasaan.. lihat berita berikut Tesis Calon Doktor Tunisia: Bumi Datar

Banyak video di youtube atau situs di google yang memuat contents flat earth (bumi datar) yang berkualitas di hapus atau di banned oleh youtube atau google, dengan dalih alasan bad education ataupun hak cipta, dan justru contens flat earth abal-abal dan menyesatkan bisa masuk dalam rating yang tinggi. What happen, ada apa?

Ternyata untuk kritis dan mendapatkan informasi yang fair saja begitu ribetnya. Iya karena mungkin memang "konspirasi itu ada"


Keraguan dan kontradiksi bumi bulat dan kemungkinan jika bumi itu datar

  • Curvatur bumi dan sifat air di bumi yang selalu level. Tidak ada lengkungan permukaan air laut, jadi bumi itu datar. Hal ini telah banyak dibuktikan dari berbagai observasi lapangan. Bukan menentang fakta, justru dengan kemajuan tehnologi hal ini makin terungkap lihat observasi berikut ini  disini-- (silakan di sangkal kalau ini tidak benar)
  • Tidak pernah adanya orang yang menembus (cross) antartika dari utara ke selatan atau sebaliknya--ada penjelajah yang awal abad 19, (1912) mengkalaim sampai ke ke titik 0 kutub selatan (south pole) yaitu AmundsenScott,  tetapi sampai saat ini belum pernah ada manusia yang cross menyeberangi antartika baik dengan berjalan kaki atau dengan alat atau pesawat--- (silakan di sangkal kalau ini tidak benar)
  •  Sinar matahari bersifat local, maka disitulah terjadinya area gelap dan terang yang tidak terjadi secara drastis. ada fase pagi  siang, sore dan malam dengan inensitas terang yang berbeda-beda. Coba kalau bumi bulat dan matahari sangat besar dengan sinar globalnya, maka hanya akan terjadi siang dan malam, tetapi tidak ada perbedaan intensitas (paparan cahaya) yang signifikan antara pagi, siang sore/petang serta perbeadaan musim di setiap lintang bumi—(perlu comparison yang fair)
  •  Perjalanan ke ruang angkasa dan keberadaan satelit—(perlu pembuktian  yang fair dan logis)        (simak vidi berikut ini) dari sini makin terlihat kontradiksinya antara theori heliosentris modern dengan misi perjalanan ruang angkasa, konon matahari bergerak di galaksinya dengan kecepatan tertentu, sampai ratusan ribu km/h, kemudian bumi  dan semua planet mengorbit matahari, sekaligus mengikuti pergerakan matahari, bagaimana pesawat ruang angkasa yang keluar dari orbit bumi bisa kembali ke bumi?, Tentu butuh kecepatan lebih dari kecepatan bumi mengikuti matahari?.Lalu  berapa kecepatan maksimum pesawat ruang angkasa yang bisa dicapai?. ada yang bisa jelaskan?
-Van Allen Belt (sabuk radiasi), yang di release oleh kalangan saintis modern sendiri, dengan suhu yang mencapai ribuan derajat celcius, konon samapi 3000 derajat, bagaimana pesawat ruang angkasa dan peralatan elektronik seperti satelit bisa menembusnya?, bagaimana cara melewatinya dari material apa benda tersebut dibuat?

-Moon Landing (pendaratan manusia di bulan) dan ISS adalah sama hoax-nya. Jika ISS (International Space Station) adalah salah satu prestasi kemajuan tehnologi ruang angkasa, adakah publikasinya kapan ISS dibangun dan bagaimana cara membangunnya?.  Jika untuk docking suplay perbekalan saja ribetnya bukan main, bagaimana membawa modul yang totalnya hampir seukuran lapangan bola?, berapa kali harus mengadakan peluncuran roket untuk membawa modul ISS tersebut?. Coba buka di WIKIPEDIA, sejak peluncuran roket pertama sampai sekarang, ada berapa kali peluncuran roket ke ruang angkasa yang pernah dilakukan di seluruh dunia?. Apakah semua misi dari berkali-kali roket tersebut hanya untuk membangun ISS, padahal ada 4 kali yang katanya untuk meng-upgrade teleskop hubble, belum lagi misi lainnya  yang katanya pelucuran satelit?. Apakah yang ini? baca disini Jika sekarang dikatakan ada sekitar 3700 satelit, taruhlah setiap peluncuran roket bisa membawa 2 buah satelit, maka jika dihitung sejak tahun 1970 sampai 2017, maka rata-rata setiap 9 hari akan ada peluncuran roket untuk membawa 2 satelit. Apakah misi ruang angksa bisa mampir-mampir, peluncuran satelit, kemudian, upgrade huble kemudian upgrade ISS? wk....wk...wk....wk... 
-Indikasi NASA benar berbohong : banyak video, artikel yang memuat (kontens) bahwa NASA berbohong, bahakan ada yang lebih serius NASA adalah pembohong (NASA LIE), (LIAR), tetapi tidak ada tanggapan atau feedback (Press release) untuk mencounter pernyataan yang dianggap menghina tersebut, padahal Lembaga sekelas LAPAN saja kalau ada yang bilang di media "Lapan tidak benar " maka lapan saja tidak terima, apalagi dikatakan "pembohong" pastilah akan berusan dengan pihak yang berwajib, paling enggak yang bersangkutan diminta klarifikasinya dengan pernyataannya.
Kenapa NASA gak membantah atau melakukan apapun dengan pernyataan pembohong tadi?
Ada yang bilang "biarkan anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu". Ah yang bener.............?

-Kadang ada yang rancu dalam presentasi ilmiah bagaimana pesawat ruang angkasa bergerak. Jika ruang angkasa dikatakan sebagai ruang hampa dan bebas gravitasi, maka api dari semburan roket tentunya akan terlontar ke belakang dengan gaya dan kecepatan yang sama terlontranya roket kedepan (roket bergerak kedepan, semburan ke belakang). tetapi yang terlihat hanya roket yang bergerak ke depan meninggalkan semburannya di tempatnya. beda dengan ketika masih di atmosfer, tentu ada 3 gaya yang bereaksi, semburan roket mendorong roket naik, sementara itu udara menahan semburan roket untuk mundur lebih jauh. seperti air menahan kapal agar tidak tenggelam, atau udara menahan pesawat atau burung agar bisa mengambang dan bergerak karena ada aksi dan reaksi

iya mungkin diantaranya memang ada saintis yang jujur, sehingga tanpa disadari oleh kelompok konspirasi ketika hasil temuan mereka publish ternyata menjadikannya kontradiksi dengan program mereka, atau  mereka melakukan kesalahan sehingga terjdilah kontradiksi itu.

  •  Silakan para saintis di seluruh dunia untuk bikin model bumi bulat dengan gravitasinya, dengan air laut yang bisa menempel membentuk bumi bulat. (ingat jangan berlagak bodoh dengan setitik air yang ber-kohesi kemudian anda meletakkan obyek sebgai analogi bagian padat bumi) atau air tidak selalu datar seperti di atas daun talas, atau buble/gelembung air karena sifat kohesi dan surface tension.
Ingat air itu sendiri mempunya sifat kohesi dan surface tension, maka jika segumpal air dilepas di luar pengaruh electromagnetic field bumi (yang sering disebut sebagai zero gravity), maka air akan berbentuk sphere atau bola, namun jika gumpalan air itu melebihi sifat kohesinya maka gumpalan (bola) air tersebut kan terbelah. menjadi beberapa bola lagi. Jadi, bisakah miliaran kubik air laut dengan sifat kohesinya berpadu dengan gravitasi  yanga hoax bisa mengalahkan berat jenisnya sehingga bisa membentuk bumi bulat?

seperti yang ini?, eee ada gravity kok?>>> ya gak mungkin lah
atau bantahan dengan analogi seperti ini "lihat tuh, bolanya basah. coba basahnya air di permukaan bola bandingkan dengan sekala diameter bumi,.berarti air bisa mengelilingi bumi?" oke LOL : silakan pakai bola yang lebih besar sebesar balon udara atau sebesar GBK sekalian???

atau yang ini?, eee masih ada gravity kok?>>> ya gak mungkin lah

atau yang ini di zero gravity?
Silkan simak video berikut : Curved Water: Truth or Fallacy? Flat Earth versus Globe comparison with Observable Evidence
* maaf masih saya gunakan kata "gravity" agar mudah dimenegerti orang GE yang sudah terbiasa memakai kata tersebut.
* zero gravity adalah kondisi dimana akselerasi kecepatan pada suatu ruang sama dengan kecepatan benda jatuh menuju ke bawah. bisa diciptakan pada pesawat yang menukik ke bawah dengan kecepatan tertentu.
  
Katanya LAPAN telah membuktikan bumi bulat, tetapi dengan apa?, dengan rumus dan statement saja?
silakan ajak LAPAN ke lapangan, bawa teleskop atau peralatan pendukung lainnya seperti laser test,  ceck dan test itu drop curvatur bumi seperti theori bumi bulat. Jangan hanya percaya rumus dan angka tapi tanpa ada ceck dan test. Apapun hasilnya tolong di publish, jika hasilnya tidak sesuai theori bumi bulat, tolong jangan disebunyikan karema bagaimanapun LAPAN juga dapat dana berasal dari rakyat..


  •  Observasi ruang angkasa dengan berbagai theorinya yang macam-macam, semacam bigbang, alam semesta mengembang, matahari dan planet-planetnya bergerak relatif didalam galaksinya sungguh sangat banyak kejanggalannya. Hal ini bisa dilihat bagaimana konstalasi bintang tidak pernah berubah mulai dari timur sampai barat rasi-rasi bintang itu tetap sejak zaman babilonia kuno, mesir kuno hingga sekarang dilihat dari berbagai literatur sejarah yang ada.
Pihak bumi bulat berdalih, bahwa mengembangnya dan pergerakan alam semesata akan sulit terpantau dari bumi dengan hanya mengamati posisi bintang dalam beberapa tahun saja, karena alam semesta yang begitu luasnya sehingga pergerakan yang relatif tersebut sangat susah dipantau.
Begitu juga jika berpatokan pada cahaya bintang atau benda angkasa lainnya dari dulu tidak pernah berubah intensitasnya jika dipantau dari bumi
Terus yang jadi pertanyaaan, bagaimana pihak bumi bulat tahu alam semesta mengembang dan satu sama lainnya bergerak relatif?. bagaimana tahu alam semesta tercipta karena suatu ledakan besar (bigbang)?.
Dari bahan apa materi bigbang sehingga bisa menjadikan alam semesta komplit dengan ruang dan waktu dengan masing-masing relatvfitasnya?.
Selanjutnya bagaimana palanet-planet di tatasurya yang konon beredar mengorbit matahari sesuai dengan lintasan yang berbeda-beda dan kecepatan yang berbeda-beda, bahkan kalau merujuk hukum Keppler lintasan hampir semua planet berbentuk elips (conic section), tetapi ketika dilihat dari bumi hanya mengikuti relativitas bumi berdasarkan waktu bumi pergeseranya tidak pernah signifikan. Harusnya planet-planet mendekat ataupun menjauh dari bumi pada saat tertentu jaraknya bisa sangat jauh bahkan tidak terobservasi lagi apabila posisinya sedang berseberangan dengan orbit bumi terhadap matahari
Masih percaya yang mana anda fiksi dengan reality?
 
Keraguan keberadaan satelit :
Ada yang bilang bahwa satelit itu ada dan real, tetapi sampai saat ini dari ribuan satelit yang katanya ada di atas bumi, belum ada satu-pun satelit yang "bisa dengan jelas" dilihat secara visual dari bumi dengan tehnologi yang ada saat ini. (kalau ada silakan buktikan dengan photo yang pernah ada)
Iya, alasan mereka karena Satelit sangat jauh dari bumi dan angkasa itu sangat luas.
Tetapi mereka juga percaya banyak citra satelit yang dihasilkan seperti google map yang bisa melihat obyek cukup jelas sebesar ukuran sepeda motor di muka bumi,  ada citra pemetaan landsat dll.
Oke, kalau begitu silakan dengan tehnologi yang sama silakan lihat satelit dari muka bumiyang ukuranya similar dengan satelit, misalnya mobil atau sepeda motor Logisnya jika anda bisa melihat obyek dari titik A, ke titik B, maka dengan alat yang sama kemudian obyek yang similar, maka tentu obyek tersebut bisa dilihat dari titik sebaliknya B ke A. Saya bukan meminta anda buktikan dengan kamera tehnologi satelit, tetapi mintalah anda gambar satelit dari bumi dari sumber yang bikin kamera setara tehnologi satelit.

Bagaimana dengan informasi ini yang dipublikasi media German disini dengan judul Zivile Drohnen für Google yang artinya Drone sipil untuk Google bahwa benar Google telah menggunakan Microdrones buatan German untuk mengambil foto-foto peta di angkasa.

Terus bagaimana citra satelit, seperti cuaca, landasat dll. bise direlease?
Dengan tehnologi sekarang CGI (Computer Generated Imagery) maka hal itu tidaklah sulit.
Dengan modal basic map yang sudah ada entah darimana sumbernya, maka dengan CGI, dengan memasukkan kompilasi data dari bebagai sumber, misalnya stasiun cuaca maka penyebaran awan akan bisa digenerated (kompilasi) menjadi animasi computer.
Bahkan siaran ISS (International Space Station) yang konon dikatakan live (langsung) sebetulnya bisa dengan mudah dibuat dengan basis CGI.
Begitu juga Landsat, bisa jadidari photo drone, pesawat udara, balon udara, bisa dikombine dengan map yang sudah ada, yang seolah-olah itu hasil photo udara yang paling update.

Contohnya kurang lebih seperti ini, anda punya basic map peta datar yang belum bisa memberikan informasi apapun, kemudian dimasukkan ke dalam komputer diberikan koordinat sesuai koordinatnya, kemudian dengan peta dasar tersebut bisa ditambahkan nama kota, nama jalan, bisa dioverlay dengan peta hasil photo udara dari pesawat, drone balon udara dll. tidak hanya itu dengan peta dasar yang datar tadi bisa di kompile ke dalam peta globe, dan dari globe bisa ke datar lagi, dibrikan animasi, seperti guratan awan, baik secara manual (photoshop) ataupun auto generated mode dengan memasukkan basis data.sesuai dengan kepentingannya. ini hampir sama pembuatan peta GIS (Geographic Information System), dengan peta dasar dimasukkanlah data-data di dalamnya.

Fenomena Di Burj Khalifa Ini Bukti Bahwa Bumi Bulat???

Bumi datar punya analisa sendiri
Fenomena Di Burj Khalifa terjadi karena adanya Ray Barrier di atmosfer.
Terjadinya siang malam selain karena perputaran matahari pada jalur edarnya,  karena adanya perspective dan Ray Barrier di atmosfer:
Ray Barrier adalah memudarnya sinar matahari karena jarak yang dipengaruhi oleh partikel di atmosfer (dalam istilah lain "terbenam dalam lumpur yang pekat")
memudarnya (sampai hilangnya sinar matahari dari pandangan) di permukaan bumi rata-rata 8200-san kilometer dengan asumsi tinggi matahari 5000-an km)
semakin tinggi objyek di permukaan bumi maka semakin lebih lama terkena sinar matahari, lihat ilustrasi berikut ini
* (bumi datar jangan diyakini dulu tapi silakan di research dulu) 



Ilustrasi coverage cahaya matahari yang makin jauh makin memudar di atmosphere,
ilustrasi ini memang kurang sempurna (tidak persis melingkar seperti itu), karena seiring dengan ketinggian dari permukaan tanah maka jarak tempuh cahaya atau sinar akan semakin lebih jauh karena kepadatan atmosphere yang dilalui akan semakin berkurang, sehingga visibilitas obyek yang bercahaya akan bisa tampak lebih jauh dari pada jika dilihat di permukaan bumi dengan level ketinggian yang lebih rendah





Terus Bagimana siang dan malam terjadi?
Silakan lihat di postingan sebelumya. >>disini
Selain Perspectif yang merupakan bagian Human eye illusion (ilusi mata manusia) banyak kejadian alam yang sulit dijelaskan hanya dengan mengandalkan penglihatan mata. (silakan lihat berbagai optical illusion yang kadang menipu mata manusia)

Dulu pernah ada yang nantang lihat pulau Kalimantan dari ancol.
Untuk itu saya coba bikin perbandingan penampkan obyek di muka bumi berdasarkan theori bumi datar, dengan asumsi diameter matahari/bulan 51km, dan tingginya 5000km.
jika di kalimanatan ada obyek bisa terlihat sebesar bula  maka,
Jika jarak Ancol dengan daratan Kalimatan terdekat -/+ 500km berdasarkan google earth, maka di jarak tersebut harus ada obyek yang -/+ setara dengan diameter  5.1km dengan obyek yang mampu memantulkan cahayar dengan intensitas lebih besar dari intensitas cahaya bulan karena di permukaan bumi kerapatan atmosphere tentu lebih tinggi.
 Lihat proporsi perspective obyek seperti berikut ini :

Persepective seperti ini juga tidak jauh berbeda dengan teori bumi bulat dengan jarak bulan dari bumi dan matahari dari bumi dengan masing masing diamternya (lihat di google jarak matahari dan bulan serta diamaeternya)

 * (bumi datar jangan diyakini dulu tapi silakan di research dulu)

Untuk obesrvasi bumi bulat bumi berputar pada porosnya sila lihat keterangan berikut ini :


Sekarang kita lihat salahsatu kelemahan theori bumi datar, yaitu pada terbitnya matahari dan terbenamnya matahari.
Meski terbit dan tenggelamnya matahari pada bumi datar karena perspective diembel-embeli  adanya pengaruh refraksi atmosfer dan human eye ilusion (kesalahan pandang mata manusia), tetapi hal ini masih perlu pembuktian yang berat, karena sesungguhnya menurut teori bumi datar tinggi matahari diperkirakan 5000km dengan diameter 51km dan jika matahri terbenam dengan diameter lingkar equator sama dengan bumi bulat 12ribu kilometeran, maka sudut matahari terbit atau tenggelam adalah kurang lebih38 derajat (bukan 0 derajat)., kemudian ukuran matahari atau bulan yang relatif sama ketika terbit, tengah hari, atau menjelang terbenam.
Tetapi hal ini coba di terangkan Dr. Zack melalui eksperimen-nya, baik melalui software Cinema 4 D ataupun eksperiment lainnya . berikut video terkait percobaan refraksi cahaya di atmosfer
Ada juga experiment lain untuk menjelaskan terjadinya siang dan malam di AE map yaitu menggunakan Glass Dome untuk mewakili refraksi atmosfeer dan dan lihat hasilnya berikut ini disini.
bukan berarti atmosfeer padat seperti glass dome tersebut, glass doom hanya mewakili kerapatan clear atmosfeer untuk menghasilkan refraksi.
Iya memang langit dilapisi oleh sesuatu yang tidak bisa ditembus (ada barrier) tetapi sifatnya bukan hard seperti gelas kaca. Ia bisa menahan dan tidak bisa diembus serta invisible (tidak terlihat batasnya)

Keraguan lain adalah pernerbangan Sydney-Santigo berdasar AE map harusnya memerlukan waktu 2x dari kenyataan yang ada jika menggunkan pesawat penumpang jenis jet yang ada saat ini, tetapi dari penjelasasan FE ini bisa terjadi karena pesawat melaju lebih cepat karena pesawat menumpang jet streams (aliran udara) yang bergerak dari barat ke timur di bagian bumi selatan. Menumpang jet streams ibarat perahu bermesin yang melaju mengikuti arus dari hulu ke hilir.

Iya bumi bulat-pun ada kejanggalan soal penampakan bulan (supermoon) dan (micromoon). Supermoon hanya terlihat pada saat bulan purnama terbit, tetapi ketika bulan sudah mulai diatas kepala maka ukuranya menjadi normal kembali?. Jika memakai lintas elips keppler maka tentu tidak secepat itu perubahannya?

Walahua'lam, sekali lagi pengetahuan manusia itu terbatas, tetapi tidak ada salah tetap belajar tiada batas.
 * (bumi datar jangan diyakini dulu tapi silakan di research dulu dan review theori bumi bulat secara fair)

baca yang terkait >>>disini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar