Kamis, 16 Juni 2022

Menyangkal Bigbang sebagai teori penciptaan alam semesta:

Menyangkal Bigbang sebagai teori penciptaan alam semesta:

Bigbang tidak saya bahas disini, karena sudah banyak tulisan yang membahas hal tersebut dari berbagai sumber. 

Saya hanya akan membahas penciptaan alam semesta menurut yang saya fahami berdasarkan sumber Alquran!

Orang atheis tidak akan percaya bumi dan langit ini "diciptakan",  sehingga mereka lebih percaya theori bigbang yang mana alam semesta ini "tercipta", bukan "diciptakan".

Qr|44|38|"Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dengan bermain-main".
-Qr|44|39|"Kami tidak menciptakan keduanya melainkan dengan haq, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui". 

, “…….tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui". di sini disebutkan bahwa kebanyakan manusia tidak mengetahui dengan benar keberadaan ciptaan Allah berupa langit dan bumi, sehingga dengan kekuatan akalnya manusia mencoba menduga-duga bagaimana  alam semesta ini diciptakan tanpa meminta petunjuk kepada Allah dan tanpa berpedoman dengan kitab Allah yaitu Alquran.

Kebanyakan manusia lebih memuja sains dan melupakan petunjuk Allah.

Dan ingat manusia akan selalu diuji dengan pilihan yg sulit walaupun sekilas pandang itu tampak mudah, yaitu antara kebenaran dan  kebathilan yang terkadang hanya dipisahkan oleh sesuatu pemisah yang hampir tidak diketahui pemisahnya kecuali atas petunjuk Allah yaitu sesuatu yang tampaknya salah ternyata adalah kebenaran dan sesuatu yang tampaknya benar adalah kebathilan.

Kita sudah diperingatkan oleh Allah tentang tipu daya Dajjal, sebagai penyepuh dan menyihir,  dimana yg palsu akan tampak benar dan yang benar di sembunyikan. Dan yang lebih berbahaya lagi adalah mencampuradukkan kebenaran dan kebathilan,  karena disinilah terperangkap lebih banyak korban.

Begitu juga memahami sains antara kebenaran dan kebathilan, Dajjal juga tidak lepas berperan di dalamnya dengan mencampuradukkan kebenaran dan kebohongan karena dari sinilah manusia-manusia yang mempunyai pengaruh bisa direkrut berperan untuk  misi dan kepentingan mereka yaitu menyesatkan umat manusia untuk berpaling dari kebenaran yang berasal dari Allah Sang Kholiq.

Lalu mengapa mereka merekrut untuk menyebarkan kebohongan, terus untungnya apa bagi mereka?.

Pertama,  kebohongan untuk kepentingan mereka sesaat di dunia ini,  dan ini juga sebagai fitrah mahluk untuk memperbanyak kelompoknya, baik yang di jalan kesesatan maupun yang di jalan kebenaran akan sama-sama berusaha memperbanyak pengikut.

Bagaimana agar kita tidak masuk dalam perangkap rekrutan kelompok kesesatan,  adalah harus cerdas akal maupun spiritual.

Ibarat makrifat tanpa syariat adalah bodoh. Begitu juga sains tanpa filsafat mentok, filsafat tanpa agama adalah kosong tidak punyai nilai (omdo).

Sains tanpa filsafat dan agama mentoknya hanya batas penguasaan teknologi,  tapi tidak mampu memahami hakekat alam semesta dengan sebenarnya.

Banyak orang dikata pintar dengan berbagai gelar akademis, sains dan macam-macam,  tapi karena tidak berlandaskan filsafat dan agama, maka ia jadi buta (tidak mengenal Tuhan Sang Pencipta) bahkan tidak tahu hakekat sebenarnya tentang ciptaan Tuhan,  maka lahirlah orang-orang pintar tapni menjadi LGBT, atheis, sekuler dll..

Mari kita bahas tentang ciptaan Allah berpedoman dengan petunjuk Allah,  dan senantiasa selalu mohon petunjukNya.

Sebelumnya camkan dulu relativitas ini ;

cerdas memahami relativitas

"besar karena ada yang kecil.

kecil karena ada yang besar.

Laisa Kamitslihi Syai’un  yaitu,

Allah, tidak ada yang serupa dengan-Nya, dan tidak ada pembanding yang patut dibandingkan dengan-Nya".

Allah Dialah yang awal dan yang akhir, tidak berpermulaan dan tidak pula berakhir (kekal), maka Allah tidak bisa disebut dengan sesuatu,  karena tidak berjirim (tersusun dari zat, molekul, dll., maka tidak pula bisa dijisim atau diumpamakan dengan sesuatu) dan Allah pasti ada karena adanya sesuatu pasti dan pasti ada yang mengadakan atau yang menciptakan.

beda dengan ciptaan atau mahluk (ada permulaan dan ada juga akhit).

Logikakan begini jika 0 adalah awal dari 0, 1, 2, 3....,  maka apa yang lebih awal daripada 0 adalah yang membuat 0 tsb.

Yang akan dipandang (mempunyai derajat) di hadapan  Allah nantinya adalah ilmu dan ketaqwaan mahlukNya, bukan fisical size atau ukuran besar dan kecil

Apa yang ada sebelum Bumi dan langit  diciptakan?

Ruang hampa-kah?, materi gelap kah?

Atau sesuatu yang belum bisa disebut?.

Iya sesuatu itu bisa disebut setelah sesuatu itu diciptakan.

Ruang hampa atau ruang kegelapan misalnya, disebut ruang karena di situ ada dan keberadaanya.

Jadi karena ada sesuatu maka ruang itu ada, karena sesuatu itu butuh ruang.

Jadi ruang itu sendiri juga diciptakan.

Lalu sebelum ruang itu diciptakan, apa yang ada sebenarnya?

Zaman (massa) yang sesuatu itu belum bisa disebut yaitu zaman azali (dark matter)

Dark matter atau zaman azali atau sesuatu yg sebenarnya belum bisa disebut,  tidak ada zat jisim dan jirim, (atom dan molekul),  tidak ada panas,  tidak ada cahaya begitu juga ruang dan waktu.
Pertama yg diciptakan Tuhan adalah Nur Muhammad dari sesuatu yg tidak diketahui dan dijangkau oleh pikiran manusia.
jadi kalau ketiadaan bisa menjadi ada,  maka ada itu bisa lenyap menjadi ketiadaan.
Jadi hukum kekekalan energi ataupun zat itu ada batasnya,  yg artinya zat (mahluk)  itu bisa diciptakan dan bisa dilenyapkan oleh  Allah Tuhan yg Maha kuasa.
Sedangkan interaksi sesama mahluk hanya bisa merubah zat atau energi dalam bentuk lain namun tidak mampu memusnahkan

pepertual energi yang hampir diwujudkan manusia

Jika tanpa sesuatu saja Tuhan mampu mencipta,  maka tidak sulit Tuhan mengkonversi cahaya menjadi apapun.

Alam nyata dan alam lainnya itu dibatasi oleh dark mater (alam azali) yg tidak bisa dijelajahi karena padanya tidak ada ruang dan waktu.

Bumi bukanlah bola yg melayang di angkasa yang "tercipta" dari bagian kecil ledakan bigbang.

Bumi dan langit adalah obyek yang "diciptakan" bukan yang "tercipta",  sesuai yang ada di Alquran kalau bumi itu dihamparkan,  maka bentuk permukaan bumi itu adalah "datar" dengan segala kontur dan reliefnya.

Jadi jika ada pertanyaan, jika bumi datar dan sangat luas dimana dan apa batas tepinya dan bawahnya?.

 Manusia mempunyai jasad yang berkait dengan materi yang tentu dengan Sunatullah jasad dan materi ini saling berkaitan. 

Jasad manusia yang punya keterbatasan tidak bisa menjelajah diluar alam syahadah (alam nyata) atau alam nasut, baik alam azali malakut ataupun jabarut, lebih-lebih alam lahut (ketuhanan).

Sedang bumi datar yang sangat luas ini berkaitan dengan alam dan dimensi lain baik batas batasnya yang tidak diketahui yang tidak bisa dicapai oleh mahluk yang masih membawa jasad. Jadi mustahil manusia hidup yang berjasad mampu melewati dan mencapai apa yang dinamakan tepi bumi atau mengetahui ada apa di bawah bumi dan ada apa di atas langit tanpa mendapat berita dari Allah Sang Maha Pencipta..
bumi datar versi pemahaman dari Alquran:
-manusia adalah ciptaan Allah yg paling sempurna yang di tempatkan di bumi,  maka
-bumi menjadi obyek utama ciptaan Allah sebagai pusat alam semesta.
-bumi diciptakan sebagai hamparan seluas langit  yang mudah dijelajahi oleh manusia,  dan sampai saat ini bumi yang bisa dijelajahi (diobservasi) manusia  di area lingkaran antartika (anitartic circle),  sedang luas bumi lainnya di luar antartic circle manusia belum  mampu menjelajahinya (meng-observasi).
-bumi datar bukanlah obyek yang mengambang di ruang angkasa,  bumi datar adalah yg diciptakan dari ketiadaan atau dark matter atau zaman azali,  yg mana disitu tidak ada ruang dan waktu sehingga tidak bisa dijelajahi.


Jadi jika ada yg bertanya apa tepi bumi datar adalah dimensi dimensi yang tidak bisa dijelajahi oleh mahluk berjasad,  sebelum sampai zaman azali (sesuatu "tempat" yg tidak mempunyai ruang dan waktu dimana tidak ada sesuatu yg sebenarnya bisa disebut).
-begitu juga langit adalah ruang yang diciptakaan Allah di atas bumi,  mempunyai pelindung yg kokoh yg tidak bisa ditembus mabusia kecuali atas izinNya.
.-Matahari adalah pelita untuk menerangi bumi yg dihuni manusia,  dan yg namanya pelita ukurannya tidak lebih besar dari ruang (area)  yg diterangi.
-Bintang bintang adalah hiasan langit,  dan yg namanya hiasan ukurannya tidak besar,  yg ketika pada hari kiamat akan jatuh berserakan di bumi datar.


(macro cosmos bumi bola tak terbatas yg menempatkan bumi seperti debu  dalam debu adalah interperetasi pandangan manusia yg payah yg diatasnamakan kecerdasan sains yg tidak dilandasi oleh pengetahuan agama atau kitabullah Alquran yang berisi keterangan dari Sang Pencipta).

Tentang masa:

Masa dengan waktu itu beda!

Masa itu tidak diciptakan, sedangkan waktu itu diciptakan setelah adanya sesuatu,  karena sesuatu itu butuh ruang, dan perubahan pada ruang dan sesuatu itulah yang disebut waktu.

Jad waktu karena adaya sesuatu yang yang berubah.

Sepertih halnya kegelapan,  gelap ada karena ketiadaan cahaya, begitu juga dingin karena kadar panas yang tidak cukup.

jadi waktu itu bersifat relatif tergantung referensi yang digunakan sedangkan masa itu absolut.

Anda sebagai manusia tidak akan mampu mendefinisikan seperti apa masa itu.

Jika anda bertanya kapan masa itu diciptakan ini sama halnya anda bertanya, kapan Tuhan mempunyai kekuasaan!.

Dan berpikir tentang wujud Tuhan, seperti apa, di mana, sedang apa adalah larangan bagi Muslim karena jelas itu bukan ranah kemampuan manusia.

Allah tidak bisa di jisim dan di jirim (tidak bisa disamakan dengan sesuatu)

Allah itu ada bisa membuat sesuatu namun Allah tidak bergantung dan butuh sesuatu.

Allah itu ada bisa membuat tempat (ruang dan waktu,  tapi Allah tidak butuh tenpat atau ruang dan waktu).

Untuk mengenal  dan mengerti tentang Allah secara benar sebagai dasar agama adalah dengan  mengenal Allah secara benar dengan ma'rifatullah.

Untuk mengenal agama sebagai wadah mengenal Allah adalah  mengenal utusan Allah secara benar dengan ma'rifaturrosul beserta wasilah-wasilahnya.

Untuk mengenal ciptaan Allah secara benar (ma'rifatulilalamin) maka harus di dasari ma'rifatullah dan ma'rifaturosul yang benar,  yang kemudian dari ma'rifat-ma'rifat tadi munculah berbagai macam filosofi yang benar yang bisa dijadikan sebagai dasar sains yang benar.

dengarkan ketetangan berikut :

Allah berbeda dengan mahluk.

TAFAKKARU SA'ATIN AFDHOLU MIN 'IBADATIN SITTINA SANATAN (Berpikir sejenak tentang ciptaan Allah lebih utama dibanding ibadah sunah 60 th).

sesungguhnya shodaqoh yang paling utama adalah mempelajari ilmu pengetahuan dan kemudian mengajarkan ilmu pengetahuan tsb.

shodaqoh yang paling utama mengajarkan ilmu pengetahuan

dan betapa pentingnya ilmu dan pengetahuan bagi manuasia

pentingnya ilmu

Mari kita berpikir dan jabarkan tentang ciptaan dan penciptaannya berlandaskan Quran!.

"Bumi dihamparkan",  dan "bagaimana langit ditinggikan?".

Apakah penjabaran teori bigbang selaras dengan landasan Alquran?.

Apa yg saya pikirkan,  apa yang saya tangkap ketika membaca ayat-ayat Quran kenapa  tidak bisa menerima theori bigbang?.

Ga ada dalam filosofi akal sehat peledakan atau ledakan berkonotasi penciptaan berkeraturan (yang teratur dan presisi).
Peledakan atau ledakan berkonotasi dan berkolerasi dengan perusakan atau penghancuran:
Penciptaan pada umumnya dengan "casting & moulding"  (penuangan dan pencetakan)!.
Ini tidak hanya berlaku pada manusia, tapi kun fayakunnya Sang Pencipta juga demikian!.

Menurut  "pemahaman saya" berdasar ayat Alquran Allah mencipta sesuatu yang benar benar baru,  dari zaman azali (dark matter) sesuatu yang tidak bisa disebut menjadi menjadi sesuatu yang ada dengan "casting" (penuangan) ataupun tahapan grow atau tumbuh dari ketiadaan (azali) seperti menuangkan atau menanam biji atau yg tidak bisa kita bayangkan melalui kun fayakunNya.

Kenapa "menurut pemahaman saya" saya berikan tanda "...", karena tidak semua ayat Alquran bisa difahami oleh individu kecuali oleh ahli tafsir yg bersanad, terutama yang berkaitan dengan syariat  kecuali ayat-ayat Alquran yang mempunyai makna jelas (muhkamat), dimana bisa difahami oleh semua manusia yang berakal yang mana sering dijumpai dalam ayat tersebut dengan ajakan untuk mendengar,  melihat dan berpikir baik secara explisit atau implisit.

Jadi ada porsi-porsi mana yang harus melalui guru,  melalui ahli tafsir dan yang boleh di kaji sendiri dengan syarat oleh pemikiran yang cerdas!.

Ok lanjut tentang penciptaan

Penciptaan level selanjutnya adalah Allah mengembangkan ciptaanNya dari sesuatu sesuatu yang telah ada menjadi sesuatu yang lainnya dengan :mixing:  (pencampuran, perpaduan termasuk di dalamnya perkawinan) yang selanjutnya (growing) yaitu Allah menumbuhkan dan mengembangkan ciptaannya dari ukuran dan jumlahnya.

 Digambarkan dalam Alquran :

79|28|Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya,

79|29|dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang.

79|30|Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya.

79|31|Ia memancarkan daripadanya mata airnya, dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya.

79|32|Dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan teguh,

87|1|Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tingi,

87|2|yang menciptakan, dan menyempurnakan (penciptaan-Nya),

87|3|dan yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk,

 

Terus dari mana dan seperti apa material casting untuk menciptakan Bumi?.

Terus sumber energinya diciptakan darimana?

Apakah hukum kekekalan energi yang mana energi tidak bisa diciptakan atau dimusnahkan dan hanya berubah bentuk berlaku pada awal penciptaan alam semesta?

Sesunggunya akal manusia mempunyai keterbatasan untuk mens-tracing atau menelusuri kejadian sesuatu sampai pada titik tertentu.

Manusia tidak akan tahu dari apa dan dari mana awal material dan energi untuk membuat bumi dan langit dan segala enviromentnya pada batas tertentu.

Manusia hanya sebatas ber-theori yang bisa benar dan juga salah sesuai pengetahuan yang sesungguhnya sangat terbatas atas ilmu Allah yang Maha luas tak terhingga.

 Seperti yang disebutkan di Alquran

18|51|Aku tidak menghadirkan mereka (iblis dan anak cucunya) untuk menyaksikan penciptaan langit dan bumi dan tidak (pula) penciptaan diri mereka sendiri; dan tidaklah Aku mengambil orang-orang yang menyesatkan itu sebagai penolong.

34|22|Katakanlah: "Serulah mereka yang kamu anggap (sebagai tuhan) selain Allah, mereka tidak memiliki (kekuasaan) seberat zarrahpun di langit dan di bumi, dan mereka tidak mempunyai suatu sahampun dalam (penciptaan) langit dan bumi dan sekali-kali tidak ada di antara mereka yang menjadi pembantu bagi-Nya.

35|41|Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi supaya jangan lenyap; dan sungguh jika keduanya akan lenyap tidak ada seorangpun yang dapat menahan keduanya selain Allah. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun

Menurut pemahaman saya (walahu'alam hanya Allah yang Maha tahu), Allah menciptakan  Alam semesta dari ketiadaan (dark matter).

Sebelum saya jelaskan tidak ada salahnya saya tautkan kosmologi bumi datar yg "tidak bertentangan dengan Alquran " yg disampaikan saudara berikut ini

Cosmologi bumi datar 

Berikut postingan saudara kita dengan penjelasan yg tidak jauh  berbeda

Cosmologi bumi sesuai Quran

Maka jika ada penganut bumi bola (Globe Earth atau Ge) bertanya paling tidak faham dulu kosmologinya bumi datar yg mana,  walaupun secara  basic sama yaitu yang diexpose selalu yg di dalam antartic circle  di  luar  itu semua tidak kejangkau manusia  (out of observable area) maka kosmologinya bisa berbeda tergantung sumber dan literasi.

Banyak penganut bumi bola (Ge) yg bertanya matahari di luar kubah atau di dalam kubah?

Kubah yang mana?.

-kubah langit, sebagai atap yang kokoh?

-kubah refraksi?

-kubah lapisan udara?.

-kubah-kubah celestial barrier (perisai dan pelindung langit yg tak kasat mata)?

- kubah zona benda langit (tempat-tempat beredarnya benda langit)?

-kubah langit pertama?.


Cosmolgy tersebut masih sebatas cosmology permukaan.
Dalam cosmology tersebut digambarkan pada bumi shaf (lapis pertama) yang paling tengah adalah area yang dihuni oleh manusia yang dinaungi oleh langit lapis pertama dengan matahari sebagai pelita dan bulan dan bintang  ada di langit pertama.
*kl dalam gambar cosmology tsb masih ada bintang atau planet diluar langit pertama maka perlu dikoreksi!.

Lantas bagaimana bumi di shaf lapis selanjutnya apakah ada matahari dan bintang-bintang?.
Matahari dan bintang-bintang hanya ada di langit pertama untuk menerangi dan menghiasi bumi yang dihuni manusia.
Lantas bagaimana dengan bumi shaf dan lapisan langit selanjutnya?.
Shaf bumi dan lapisan langit selanjutnya tidak memerlukan penerangan matahari, seperti halnya di surga besok tidak ada matahari atau bulan, semua terang bercahaya yang sains saat ini tidak akan mampu mengungkap bagaimana sebab-akibat kejadiannya.
Diterangkan,  di surga tidak ada siang dan malam, tidak ada (tidak dirasakan) panas atau dingin,  tidak ada ngantuk atau penat, tidak ada sakit,  tidak ada buang kotoran dll.,  dan hukum kekalan energi tidak berlaku lagi layaknya di dunia ini.
Maka hukum-hukum alam dan sains adalah bagian yang sangat kecil dari Ilmu Allah yang Maha tahu dan kuasa atas segala sesuatu,  tidak sepatutnya kita membanggakan sains,  apalagi seolah pencapaian tersebut semata-mata hasil kerja keras dan kecerdasan kita dengan mengesampingkan bahwa itu adalah fadholnya (pemberian atas kehendakNya) Allah.
Bagaimana tentang yang ada di dalam bumi?.
Sedikit sekali keterangan tentang itu,  namun ada yang menerangkan bahwa bumi di level terdalam adalah tempat-tempat yang terbatas (sempit) dan panas,  yaitu tempatnya  bermacam-macam neraka yang ketika kerikil dijatuhkan butuh waktu 70 th lamanya untuk sampai ke neraka tersebut.
Andaikan kita menggunakan perhitungan sains dari kecepatan awal,  percepatan 10m/det2 hingga mencapai kecepatan terminal (12000km/jam),  maka setiap 24jam krikil tsb menempuh 288ribu km.
Coba kalau 1 tahun,  apalagi 70 tahun.
Maka kalau ada yang bilang bumi datar adalah bumi gepeng seperti truplek,  maka ia bukanlah orang yang mampu diajak berpikir logis.
Jadi bisa diambil gambaran cosmology alam semesta secara menyeluruh yang tidak  bertentangan dengan Alquran adalah seperti corong, semakin kebawah semakin sempit,  semakin ke atas semakin luas. dimana di luar alam semesta tidak ada ruang kecuali ketiadaan (azali)  tidak ada jisim dan jirim (tidak ada partikel ataupun wujud sesuatu).
dan orientasi di seluruh alam yang tercipta bawah adalah ujung yang sempit tadi yang berpangkal ketiadaan dan atasnya adalah langit ke 7 yang disitu terdapat singgasan Arsy Allah untuk mengatur seluruh alam raya ini.
Jelaslah "jatuh" yang diclaim sebagai gravitasi dari pusat masa benda berbentuk bola sebenaranya adalah :
"Jatuh" adalah tahapan menuju ketiadaan; seandainya tidak tertahan sesuatu maka ia akan sampai pada ketiadaan (lenyap)
Kenapa ke arah ujung (bawah, bukan samping atau atas?.
 Karena disitulah proteksi paling lemah alam semesta ini berada,  ibarat lubang pembuangan untuk melenyapkan sesuatu berada!
Jadi sekali lagi Allah bisa membuat segala sesuatu tapi Allah tidak bergantung kepada sesuatu!.


coba renungkan, mana cosmology yang lebih logis alam raya versi sains modern dengan betuk seperti ini  (terompet katanya) dari ledakan yang terus menembang di ruang kosong (space) dengan bumi entah dibagian yang mana, dan mana atas dan mana bawah tiada kejelasan.
atau cosmology bumi datar dengan 7 lapis yang lebih logis?
Darimana asalnya materi bigbang dan darimana ruang (space)  itu ada?
Harus diakui versi sains modern lebih keren dengan dibungkus istilah-istilah yang tampak keren, seperti energy quantum, blackhole dll.



Banyak juga kalangan Ge (faham bumi bola) mengira dan berasumsi dengan pikirannya sendiri tentang bumi datar yang dipikirkan yg menurut mereka yg diyakini para Fe yaitu bumi gepeng yg melayang-layang di ruang angkasa seperti pemikiran mereka.

Sungguh Alquran menggunakan kata-kata yang tepat untuk menggambarkan keadaan bumi yaitu "dihamparkan' dan Alquran tidak menyebutkan bentuk bumi, karena bentuk bumi keseluruhan tidak terjangkau  oleh pemikiran manusia dalam konteks sains.

"bumi dihamparkan" menggambarkan permukaan bumi yang rata dan berkontur, ada gunung,  dataran tinggi, lembah dan lautan. 

Jadi "bumi di hamparkan" atau "bumi datar" bukan menerangkan bentuk bumi tapi hanya untuk permukaan bumi,  yg menurut istilah saat ini Flat Earth atau bumi datar.

Terus bagaimana tentang 7 lapis (tingkatan) langit dan 7 lapis (tingkatan) bumi, jika dengan bumi bola cosmologinya seperti apa?..

-Apakah  langit itu atmosfeer dan 7 lapis langit itu adalah lapisan-lapisan atmosfeer?.

-Apakah 7 lapis bumi itu adalah struktur tanah yg berlapis-lapis dengan langit yg sama ataukah bumi yg punya tingkatan 7 dengan masing-masing langitnya seperti cosmology bumi datar berdasar Alquran tersebut di atas?.

Coba tolong agar pemercaya bumi bola untuk menerangkan hal ini secara iman dan logika yg tidak terpisah!, ataukah mau mengorbankan iman?.

Kembali ke bab penciptaan ;

Pada "dark matter" belum ada yg namanya ruang (space), baik itu ruang angkasa atau ruang kosong lainnya, karena memang belum ada sesuatu, dan ruang tercipta setelah adanya sesuatu, karena sesuatu butuh ruang,  namun pada dark matter tsb telah berjalan yg namanya massa, karena massa itu sendiri abadi tidak berawal dan tidak berakhir. Dan ketika ruang tercipta,  terbentuklah yang namanya waktu selama sesuatu itu terjadi perubahan, seperti membuat dipan, maka kolong akan terbentuk dengan sendirinya!.

Tentang waktu :

Ada yg ngomongin waktu tapi ga ngerti waktu itu apa?.

Bahkan ga ngerti bedakan antara waktu dengan satuan pengukur waktu.

"waktu" terjadi (ada) karena ada sesuatu yg berubah dari satu titik pengamatan.

Sedangkan ......,hari, jam, menit,  detik adalah tetapan parameter untuk mengukur perubahan.

Perubahan antara pagi-siang-sore-malam-kembali ke pagi lagi dikasih sebutan sehari semalam yg kemudian dikasih parameter dengan sebutan  jam dengan dengan alat bantu lingkaran yg dibagi 24 diberi alat yg berputar konstan sesuai lamanya siang malam tsb.

Kemudian parameter 24 dari pergerakan konstan  alat tsb dibagi lagi setiap intervalnya menjadi 60 pergerakan konstan yg disebut menit, dan begitu dibagi menjadi interval yg lebih kecil lagi yg sekarang disebut dengan detik.

Oleh sebab itu waktu itu "relatif" yaitu tergantung  acuan atau referensi dan parameternya.

Itu mengapa ada yg merasa waktu berjalan sangat cepat atau lambat,  tidak hanya sekedar perasaan tapi karena ketika itu otak kita sedang menggunakan acuan dan parameter yg tidak sama dengan parameter yg umum.

dan kemudian paremeter tsb selain untuk menjadi acuan waktu bisa juga dijadikan acuan peristiwa (kejadian).

Peristiwa atau kejadian adalah perubahan yang terjadi di berbagai tempat yg berkaitan dengan waktu.

Waktu akan berhenti ketika tidak ada perubahan sesuatu!

dan apa masa itu?

jadi masa itu waktu yg tidak  terkait (tidak diukur) dengan parameter perubahan :

-masa lampau

-sekarang

-masa depan,

sebutan lain :

kemarin,  sekarang,  besok

Lalu apa zaman itu?.

Zaman adalah rentang waktu yang terkait dengan peristiwa.

Kembali ke bab penciptaan :

*jika Alquran menerangkan "penciptaan" atau "menciptakan" artinya dari sesuatu yg tidak ada menjadi ada.

* jika Alquran menerangkan dengan kata "menjadikan" artinya Allah mejadikan sesuatu yang lain dari sesuatu yg sudah ada. 

lanjut....

Kemudian pada ruang tsb Allah menciptakan bumi dengan casting (penegcoram atau penuangan dan pencetakan atau bahkan sesuatu yg tidak pernah terpikirkan) dan kemudian melengkapi enviromentnya tanah, gunung, air dan udara dengan mixing dan growing (memadukan, menggabungkan, menumbuhkan, meluaskan dan menyempurnakan),

Proses penciptaan selama 7masa 

Pada proses casting bisa mungkin dari sesuatu yang sangat panas ataupun dari sesuatu yang tidak panas kemudian dijadikan menjadi panas, kemudian mengembang dan bagian permukaan mulai mendingin, dan setelah itu bumi dihamparkan (diratakan) dan sebagian  bahan bahan panas tadi bereaksi dan bersenyawa ada yang menjadi gas dan juga air, juga minyak bumi dan mineral mineral lainnya. maka terbentuklah yang namanya atas dan bawah,  dan yang setiap unsur bersusun sesuai density nya (massanya atau kepadatanya) ,  dari padat  paling bawah berlapis-lapis dari density tinggi hingga density rendah!.

Karena bumi yang rata dan labil, maka Allah menciptakan gunung-gunung sebagai pasaknya agar lempengan-lempengan bumi tidak goyah.

Dan selanjutnya waktu itu belum ada langit, hanya ada pembatas ruang dengan dark matter, maka Allah menciptakan langit yang waktu itu masih berupa "asap",

Kemudian langit tsb ditinggikan, dan dijadikan sebagai atapnya bumi, bersamaan itu juga dibuatlah matahari sebagai pelita yg sangat terang, dan bulan dan bintang bintang untuk memperindah pemandangan bumi,  dan langit tsb diciptakan 7 lapis sebagaimana bumi selama 7 masa.

Kemudian Allah menciptakan mahluk hidup berupa malaikat dan jin., dan juga menciptakan surga untuk dihuni manusia ciptaan Allah yang paling sempurna!.

Karena Allah sudah merencanakan manusia ciptaanNya akan menghuni bumi, begitulah sekenarionya sehingga Adam harus membuat kesalahan untuk diturunkan di bumi, karena sebelum bumi dibuat Allah telah membuat yg namanya Nur Muhammad yg menjadi rahmat bagi anak Adam yang memang ditakdirkan untuk tinggal di bumi.

ALLAH bisa membuat sesuatu yang serupa, sebagian binatang dan tumbuhan yang ada di surga juga ada di bumi.

Allah  membuat sesuatu tanpa harus mencontoh

Dalam lingkup kecil saja,  yang kejangkau dan bisa dipegang manusia belum mampu memastikan asal mula ciptaan Allah tanpa petunjukNya,  apalagi sesuatu yang lebih dari itu.

Bahkan Ilmuan tidak bisa menjawab dengan pasti lebih dulu mana antara telor dan ayam

kasus telor dan ayam

Mengenai theori evolusi Darwin, dengan theori evolusinya adalah tidak sesuai dengan Alquran.

Memang Alquran menyebutkan adanya evolusi, tapi pada batas tertentu yaitu sebatas kelompok (genre-nya) saja, yaitu diciptakan "bersuku-suku dan berbangsa-bangsa",   tidak bisa hewan berevolusi jadi manusia atau sebaliknya.

Bahkan perkawiman ataupun rekayasa genetik hanya bisa menghasilkan jika masih pada lingkup ras-nya saja.

 Adapun manusia bermutasi menjadi binatang bisa terjadi karena bukan kejadian biasa tapi karena kehendak Allah secara kusus yg berada di luar konteks sains,  yaitu ketika orang yahudi di jadikan kera karena melanggar hari sabat.

dan di Alquran disebutkan sesuatu yg hidup itu "dijadikan" tidak lepas dari unsur air, "dijadikan,  bukan terjadi".

“Dan Kami jadikan dari air segala sesuatu yang hidup, apakah..."

lanjut....

Kemudian Allah megembangkan dan menumbuhkan bumi dengan menciptakan mahluk hidup, tumbuhan dan kemudian binatang dan mahluk yang menyerupai manusia (al bayan).. yang sebelumnya juga telah menciptakan tumbuh-tumbuhan dan binatang untuk mengisi surga!, kemudian Allah menciptakan Adam dan selajutnya Hawa..

 *perlu dicatat theori bigbang dan bumi bola heliosentris sangat kontradiksi dengan Alquran,  dimana Alquran menyebutkan bumi diciptakan lebih dahulu, baru kemudian Allah menuju langit yang ketika itu amsih berupa asap barulah Allah menciptakan langit dan segala isinya dalam 7 masa,  maka theori bigbang setidaknya harus menjelaskan sejak kapan bumi  mengorbit matahari yg mana langit dan matahari diciptakan kemudian!

Kenapa benda jatuh ke arah bawah?:

Benda jatuh ke  arah bawah bukan karena gravitasi tetapi terkait dengan asal-asul dimulainya penciptaan yaitu dari ketiadaan menjadi ada.

Kalau dalam kaitanya fisika, arah benda bergerak yaitu mengikuti arah titik konsentrasi masa akibat interaksi atau aksi reaksi, akan saya jelaskan lebih lanjut tentang titik konsentrasi masa setelah penjelasan yg ini:

Setiap obyek alam (materi) akan selalu jatuh mengarah ke bawah  sesuai dengan  asal mula obyek atau unsur alam  tersebut tersebut diciptakan (asal penciptaan yaitu ketiadaan).

Sudah saya terangkan bahwa gravitasi itu sebenarnya ketiadaan,  maka ketika masa jenis atau berat jenis itu ada,  maka gravitasi akan tampak sirna karena sebenarnya memang tidak ada,  seperti halnya gelap,  akan sirna atas keberadaan cahaya!.

Ketiadaan bukan bagian dari suatu disain atau penciptaan seperti halnya kegelapan.

The Philosofi (setiap sesuatu punya kecenderungan akan kembali ke asalnya).

Sedangkan ruh akan kembali kepada Allah sang pecipta dan penguasa alam semesta.

"sesuatu yang bernyawa akan mati"

Tidak semua yg hidup itu bernyawa, tetapi yang bernyawa pasti hidup.

Tanaman atau tumbuhan itu hidup, tapi tidak bernyawa, maka sebenarnya tidak ada tanaman atau tumbuhan yg mati, tapi pada hakekatnya adalah "rusak", karena "mati atau maut" itu untuk yang brrnyawa dan yg punya ruh.

Setiap unsur alam ini setelah penciptaan dasar dikembangkan oleh Sangn Pencipta dari unsur dasar tanah dan air maka semua yang ada ini akan dikembalikan ke tanah (bawah), 

hanya api dan cahaya yang tidak berasal dari unsur tanah, maka api dan cahaya tidak terikat oleh arah ke bawah dan dia tidak mempunyai berat jenis maupun density, maka api tidak mempunyai yang namanya masa sehingga tidak mempunyai titik konsentrasi masa. Arah api hanya mengikut materi yang sedang terbakar

Cahaya tidak memerlukan medium,  hanya ruang yang dibutuhkan cahaya untuk menyebar.

Cahaya juga tidak dapat dilihat, yang bisa dilihat adalah refleksi (pantulan) cahaya pada suatu obyek.

Cahaya tidak membutuhkan waktu untuk menyebar di ruang tanpa medium.

Medium berlaku sebagai penghambat cahaya sehingga di dalam medium cahaya mempunyai kecepatan rambat.

keterangan "cahaya" oleh Buya Syakur

Unsur materi penciptaan ini tentu mempunyai urutan dalam penciptaannya, maka mengapa setiap materi mempunyai berat jenis dan density yang berbeda-beda?.

Materi-materi dengan dengan penciptaan lebih awal mempunyai berat jenis yang lebih besar, sedangkan materi yang tercipta kemudian mempunyai berat jenis yang lebih kecil.

Jika materi materi tersebut apabila dilepaskan di dalam medium fluida, maka ia akan bergerak ke arah bawah dan ketika ia mendapati hambatan materi atau obyek non fluida ia akan bersusun sesuai berat jenisnya.

Lalu kenapa benda di dalam fluida bisa bergerak naik ataupun turun?.

Diluar aksi reaksi gaya, benda bergerak di dalam fluida naik atau turun disebabkan oleh interaksi masa atau density (kepadatan materi).

Di dalam fluida apabila density benda secara keseluruhan yang saling mengikat lebih kecil dari density mediumnya maka benda tersebut akan naik sampai dimana keseimbangan antara density medium dan density obyek atau benda setara, maka di dalam fluida itu ada phenomena yg disebut tenggelam,  melayang dan mengapung.

Berapapun beratnya benda selama densitynya lebih kecil dari mediumnya ia akan mengapung.

Besi pejal bisa mengapung

Di dalam ruang hampa, semua obyek jika dilepas akan bergerak  ke arah bawah dengan kecepatan sama, karena ia merupakan sama sama obyek yang mempunyai density terbesar, berdasarkan density ruang hampa tersebut yang berlaku sebagai medium,  sehingga masing-masing mempunyai titik konsentrasi masa yang sama terhadap ruang hampa tsb.

*sebenarnya tidak ada "ruang" yang nenar-benar hampa.

kembali ke asas sesuatu itu butuh ruang,  maka setiap ruang pasti ada sesuatu di dalamnya,  dan yg dikata ruang hampa sebenarnya ruang dengan medium density sangat rendah.

Jika ruang itu memang hampa (tidak ada sesuatu),  otomatis ruang tersebut akan lenyap keberadaannya (hampa) tidak ada sesuatu.

Lihatlah video berikut ini ketika ruang kehilangan sesuatu terjadilah implosif (ringsek)  sehingga tidak ada ruang lagi (lenyap).

implosif, ruang yg lenyap, ringsek, mengkerut, mimpes


kontradiksi masa jenis vs gravitasi yg tidak diajarkan di sekolah

Ada yg bilang massa benda itu tetap,  yg berubah adalah berat benda.

Sebenarnya ini hal yg salah kaprah, karena berat dan massa itu seperti telor dan ayam mana yg ada lebih dulu diantara keduanya (tanpa berat tidak ada massa, tanpa massa tidak ada berat.

Kita tidak perlu mengaitkan massa dan berat dengan gravitasi dan percepatan gravitasi,  karena emang gravitasi itu tidak terbukti, yg terbukti ada adalah interaksi benda dan medium itulah yg menghasilkan benda punya berat atau tidak dan percepatan benda jatuh atau naik.

Interaksi medium membuat obyek melayang

Ada yg bilang tekanan hydrostatic adalah bukti gravitasi itu ada! Sebenarnya ini cukup dibantah dengan philosofi berikut ini : "adanya suatu tekanan karena adanya perbedaan", dalam hal hydrostatis adalah density dan entity.

selama density obyek dan unsur penyusun entity-nya sama dengan medium maka  benda atau obyek didalam medium tsb, berapapun kedalamannya tidak akan mengalami (efek) tekanan dari medium tsb.

Itu mengapa kapal selam dari besi yang berat jenisnya lebih besar dari air bisa mengalami tekanan di kedalaman air sehingga bisa pecah,  karena secara entitas massa jenis kapal selam tsb masih memuat unsur yang lebih kecil dari pada berat jenis air, yaitu udara dan benda benda lain yang ada di dalam kapal.

Batu yg tidak berpori,  besi yg tidak berpori tidak akan terkena efek tekanan hydrostatis.

Bahkan mahluk hidup lautan dalam tidak mati karena tidak merasa tertekan dengan hydrostatis tsb. karena sudah menjadi kesatuan entitas dari lingkungannya.

ikan yang hidup di laut terdalam tidalk mati karena tekanan hydrostatis, karena ia sudah menjadi satu entitas dari lingkungannya.

ikan di palung mariana

Ikan di palung mariana 02

Dinding beton (retaining wall) atau tangki besi mengalami tekanan hydrostatis karena sebetulnya obyek tsb membatasi air dan udara yang mempunyai selisih density atau berat jenis yang besar. Tetapi ketika tanki air diletakkan  di dalam tanah yang masif,  tangki tsb tidak akan jebol walau ia tetbuat dari plastik tipis sekalipun karen tekanan hydrostaticnya tidak lagi berpengaruh.

Jadi dari suatu benda yg tidak berubah adalah entitasnya bukan massanya. Entitas (entity) adalah kesatuan obyek yg tersusun dari berbagai element.

 Dalam ilmu fisika setiap benda mempunyai gaya potensial dimana ketika ada aksi reaksi benda akan  bergerak mengikuti arah konsentrasi massa. Setiap gerakan mempunyai arah dam keseimbangan keseimbangan sesuai letak konsentrasi masanya.

Lihat experiment bagaimana arah konsentrasi massa bekerja terkait aksi reaksi : arah titik konsentrasi massa

Benda yang berputar konsentrasi masanya tersebar ke arah luar ,  oleh sebab itu roda yang berputar akan mempunyai keseimbangan yang baik, sehingga roda yg berputar bisa mudah berdiri,  karena konsentrasi massanya yg dominan  tidak lagi dibawah, disamping atau diatas,  tapi merata  ke arah luar dari titik pusat roda sesuai arah putaran,  ia tidak roboh seolah ada tali yang mengikatnya ke segala arah sesuai arah putaran roda. itulah yg digunakan pada prinsip  kerja alat yg dinamakan gyroscope sebagai alat yang tidak terpengaruh orientasi (mempunyai orientasi yang stabil dan tetap selama alat tsb bekerja).

roda berputar akan mempunyai keseimbangan

contoh lain perpaduan keseimbangan gerak dan putaran

Prinsip kerja gyroscope

gyroscope ketika bekerja

Dengan alat seperti ini kita bisa menciptakan alat yang mempunyai keseimbangan baik sehingga sangat sulit dijatuhkan, seolah-olah ada tali-tali lentur yg kuat yang mengikat ke segala arah :

tehnologi keseimbangan sepeda motor roda dua yang tidak roboh

Next: motor roda dua yang berdiri sendir

Begitu juga benda yang bergerak sangat cepat ini karena mengikuti titik konsentrasi massa yg antara titik stabil diamnya terpaut sangat jauh,  sehingga benda tidak lagi mengenal sisi bawah, atas, ataupun samping,  ia akan bergerak mengikuti titik konsentrasi massanya sampai ada gaya lain yang merubah arahnya atau (menghambatnya). Ia seolah ditarik dengan tali untuk mencapai suatu titik tertentu,  semakin cepat tarikannya seolah gaya gaya lain terabaikan sehingga benda tsb bisa melayang sampai titik tertentu. Keadaan ini sering disebut velocity yaitu benda bergerak sesuai arah dan jarak vektor gaya yang bekerja.

Velocity ini ada 2 macam, yaitu velocity bebas dan terikat.

Velocity bebas benda akan melambat dan akhirnya berhenti ketika gaya kinetik yang ditimpakannya habis,  seperti kita melempar batu atau ketika kita melombat di wahana bergerak di luar ruangan. semakin lama kita berpisah dengan wahana induk yang punya kecepatan konstan karena gaya yg diberkannya berkesinambungan, maka semakin kita ketinggalan darinya.

Jadi kl ada video orang melompat dari gerbong terbuka yg sedang berjalan , kemudian seolah jatuh lagi di tempat yang sama, karena melompatnya dan melayangnya hanya sebentar, sehingga pautan jatuhnya tidak berpaut banyak,  tapi ketika waktu berpisahnya dengan induk semakin lama, maka semakin jauh jaraknya ketinggalan di belakang

berikut video yg sering dijadikan acuan bahwa kita akan selalu bersama pergerakan bumi walau tidak menempel dengan bumi yg bergerak.

Melompat dari kereta yang melaju

next

Velocity terikat ketika kita bergerak bersama pada suatu ruangan tertutup.

momentum inersia itu akan konstan sesuai kecepatan benda saat lepas dari (induk) benda yang bergerak. 

jika induk benda mengurangi kecepatan, maka benda yang lepas tadi akan bergerak lebih cepat dari induknya,  dan jika induknya menambah kecepatan akan maka benda tersebut akan ketinggalan (semua dengan asumsi tidak ada hambatan medium).

Balon atau drone terbang di dalam  mobil atau gerbong tidak ketinggalan dan bisa sesuai menyelaraskan kecepatan, jika obyek induk maju akan ikut maju,  kesamping juga demikian mundur juga demikian  bukan karena inersia tetapi karena "entitas movement", yaitu keterikatan bebera obyek yang menjadi kesatuan obyek,  jika ia fluida maka harus diruang tertutup,  atau ruang yang dibatasi minimal 5/6 pembatas atau dinding dari solid obyek, (jika ia kotak maka hanya ada 1 sisi yg terbuka) dan fluida di ruang tertutup tadi juga mengikat obyek yang ada di dalamnya baik yang menempel atau yang mengambang.

Jadi ketika kita melompat atau menerbangkan drone di dalam gerbong kereta api misalnya, maka kita akan selalu mempunyai kecepatan dan arah gerak yg sama dengan gerbong disamping perpindahan relatif di dalam gerbong itu sendiri,  ini karena "Entitas movement".

Ini yang kadang dijadikan dalih oleh Ge (pempercaya bumi bola),  helicopter yang terbang stasioner dipermukaan bumi tidak akan ketinggalan walau bumi bergerak berevolusi dan berputar (berotasi) dengan kecepatan linier yg tinggi konon ribuan km per jam, dan juga karena gravitasi atmosfer bumi selalu terikat dan tidak lepas walau bumi bergerak. padahal ini tidak pernah bisa dimodelkan dalam obyek bentuk bola dengan permukaan terbuka (no cover no barrier).

Jadi benda jatuh  ataupun bergerak adalah karena mengikuti arah konsentrasi massa akibat interaksi massa jenis atau berat jenis dan gaya gaya lain, gaya dorong, gaya tarik,  bukan karena gravitasi.

Mobil pada permainan ini tidak jatuh karena  mempunyai titik konsentrasi masa  di luar dinding track tsb. yaitu berupa konsentrasi masa dari momen sentripetal yang membuat mobil akan terlempar keluar,  namun tertahan dinding tersebut,, sehingga tidak jatuh ke bawah tapi juga tidak terlempar keluar, kecuali dinding tsb tidak mampu menahannya:

permainan tong setan mobil atau motor bisa menempel di dinding dan tidak jatuh

Lantas kenapa benda jatuh mempunyai percepatan,  yg konon menurut theori bumi bola akibat gravitasi dengan percepatan gravitasi 10m/sec. quadrat?.

Yg  di claim sebagai percepatan gravitasi itu sebenarnya adalah selisih perbandingan massa jenis benda dan medium  yang menyebabkan setiap pergerakan benda jatuh menyebabkan titik konsentrasi massa semakin menjauh sesuai arah jatuhnya berbanding kuadrat jarak .

Namun ini hanya berlaku untuk benda yang desitynya 10x atau lebih daripada density mediumnya,  sedangkan untuk benda yg densitynya 10x menuju level ke yang lebih kecil akan mengalami percepatan sesaat selepas itu mencapai kecepatan terminal (cenderung konstan), dan  yang desity benda sama dengan mediumnya tidak akan bergerak naik atau turun . 


Lanjut......,

Jika api tidak mempunyai berat jenis atau density, mengapa arah nyala api menyala ke atas?

Jawabanya adalah, arah nyala api tidak selalu ke atas, tetapi mengikuti arah materi yang akan  diuraikan (terbakar) menjadi api.

 

Karena bumi merupakan pusat alam semesta, maka semua materi baik yang ada di langit maupun diantara keduanya selama ia mempunyai unsur dari bumi, maka pada saatnya akan kembali (jatuh ke bumi), begitu juga pada hari kiamat bintang-bintang yang ukurannya kecil tidak seperti apa yang dikatakan dalam theori bumi bola, akan jatuh berserakan di bumi.

 

Jika dalam Alquran pada hari Qiamat disebutkan langit akan digulung, begitu juga matahari. Maka karena ia langit dan matahari bukan unsur yang berasal dari bumi.

 

Alam langit tidak seperti alam bumi, di mana penghuni penghuninya butuh materi,

Di sana ada alam Malakut dan Jabarut tempat malaikat dan ruh yang tidak diberikan jasad, sehingga tidak dibutuhkan materi,

 

Kemudian bagaimana dengan Surga dan Neraka apakah ada di langit atau di bumi?.

Bahwa sesuatu yang mempunyai jasad dan unsur materi itu hanya bisa hidup di bumi, maka yang paling mungkin keduanya berada di bumi, yaitu surga tempat yang dibangunkan oleh Allah untuk orang orang yang beruntung, dan Neraka tempat yang dibangunkan oleh Allah untuk orang orang yang celaka.

 "Jatuh dari sudut pandang lain"

Gravitasi itu tidak ada, karena semua benda akan bergerak (kl fluida akan mengalir) ke tekanan yang lebih rendah, kecuali benda yg tertahan (tersangkut) oleh obyek lain.

Benda atau obyek atau partikel yang density-nya lebih kecil akan mengalir lebih dulu ke tekanan yg lebih rendah.

Maka, "jatuh" atau bergerak ke bawah dari sudut pandang yg sebenarnya adalah "ditinggalkan".

Batu "jatuh" karena ditinggalkan oleh udara yang ada di bawah batu yang beregerak (meggalir) ke tekanan yang lebih rendah yaitu di atas batu.

Batu "tenggelam" karena air yang ada di bawah batu bergerak mengalir ke atas batu!.

Air hujan jatuh atau turun karena ditinggalkan udara yang mengalirke atas!.

Begitulah density bekerja yg paling kecil (ringan) akan selalu mencari dan mengalir meninggalkan density yg lebih besar menuju ke tekanan yg lebih kecil! 

Dan itu pasti tidak bisa disangkal!.

mainan apolo air menerangkan yang berat akan ditinggalkan yang lebih ringan.

Di mana letak surga atau neraka?.

Sedikit sekali pengetahuan tentang keberadaan surga dan neraka, kecuali keadaanya yang digambarkan oleh Alquran.

Jika mengacu setelah pada hari kiamat nanti, yaitu ketika manusia-manusia jasadnya dibangunkan (dihidupkan kembali) pada bumi yang baru, yaitu bumi yang telah diratakan, tidak ada dataran tinggi dan dataran rendah, yang tempat tersebut disebut dengan padang mahsyar, setelah dihisab manusia akan digiring melintasi yang namanya jembatan sirotol mustaqim, yang jika terjatuh akan masuk neraka, dan jika berhasil akan sampai ke surga, maka tentunya surga dan neraka tsb masih ada di bumi. walahua'lam.

*indahnya bahasa Alquran, "sirotol mustaqim", bisa diterjemahkan dengan maksud ungkapan yaitu suatu perjalanan manusia yang penuh dengan cobaan dan rintangan yang jika tidak berhati-hati akan menemui kesialan, namun juga bisa dimaksudkan secara harfiah suatu wujud jembatan yang sulit dilintasi oleh orang yang penuh dosa dan noda.

Bagaimana dengan kisah Nabi Adam yang diturunkan dari Surga?, bukankah menunjukkan surga berada di langit?

Bisa jadi maksud “diturunkan” dari surga ke bumi adalah turunya grade dari tingkatan karunia yang diberikan Allah ke level yang lebih rendah, dari segalanya yang di serba cukupi menjadi serba kekurangan dan penuh perjuangan.

Ada yg berpendapat jika neraka berada di lapisan bumi paling bawah, mengacu riwayat Nabi mendengar batu yang jatuh sampai neraka 70tahun lamanya setelah batu mulai terjatuh dari bumi paling atas!. 

Walahu'alam bisowaf, kalau ada benarnya dari Allah, kl salah karena semata mata kebodohan saya

 

Terus bagaimana dengan peristiwa Isro’ mi’roj?

Peristiwa  Isro’ mi’roj adalah peristiwa luar biasa di mana kekuasaan Allah tidak terikat oleh ruang dan waktu, yang hampir tidak mungkin di  kaji dengan pemahaman dari kacamata sains yang terikat dengan ruang dan waktu, apalagi di situ ada interaksi antara yang ghoib dan yang ber-materi.

 

Apakah ketiadaan, atau kegelapan atau dark matter itu?.

Kalau di Quran disebut sesuatu yang belum bisa disebut, karena ia belum memiliki wujud ataupun ruang atau materi apapun (tidak ada jisim dan  tidak berjirim),  tidak ada susunan zat apapun,  atom atau molekul apalagi bentuk.

Menurut pemahaman saya, dark matter bisa "digambarkan yang tak bisa digambar". Seperti yang kita lihat tapi tidak bisa dilihat ketika kita sedang memejamkan mata.

Metaverse adalah gambaran bagaimana alam semesta diciptakan dari ketiadaan menjadi ada, ibarat dari zaman azali (dark matter) yg tidak bisa disebut menjadi beberapa alam, yaitu alan goib dan alam syahadah atau alam nyata. Namanya Metaverse hanyalah gambaran bukan kenyataan, hanya sebatas gambaran.

Bagi penganut FE (pempercaya bumi berbentuk datar) gambaran penciptaan alam semesta ini lebih bisa diterima daripada theori bigbang!., yang kemudian GE  (golongan yang percaya bumi bola) berkhayal dimensi unverse (alam semesta) itu relative seperti yg digambarkan pada filem MIB (man in black) yang dikemas dalam bentuk komedi tsb.

 Apakah manusia bisa ke batas alam semesta yang disebut dark matter atau alam azali tersebut?

Dark matter  tidak bisa dijelajahi!.

Bahkan ke alam Ghoib yang masih parallel dengan alam syahadah saja ini tanpa Izin Allah, manusia tidak bisa menembusnya!

Jadi jika ada pertanyaan, jika bumi datar dan sangat luas dimana dan apa batas tepinya dan bawahnya?.

 Manusia mempunyai jasad yang berkait dengan materi yang tentu dengan Sunatullah jasad dan materi ini saling berkaitan. Jasad manusia yang punya keterbatasan tidak bisa menjelajah di luar alam syahadah (alam nyata), baik alam azali malakut ataupun jabarut.

Sedang bumi datar yang sangat luas ini berkaitan dengan alam dan dimensi lain baik batas-batasnya yang tidak diketahui yang tidak bisa dicapai oleh mahluk yang masih membawa jasad. Jadi mustahil manusia hidup yang berjasad mampu melewati dan mencapai apa yang dinamakan tepi bumi atau mengetahui ada apa di bawah bumi dan ada apa di atas langit tanpa mendapat berita dari Allah Sang Maha Pencipta..

 Oke lanjut:, sebenaranya NASA (badan antariksa amerika)  sudah tahu adanya batas alam semesta yaitu kegelapan yang tidak bisa disebut yang saya istilahkan dark matter. Namun tentunya demi kepentingan mereka akan dikemas agar tidak bertentangan dengan theori bigbang dan kepentingan explorasi fiktif ruang angkasa, maka diciptakanlah istilah "black hole" yg konon bisa menyedot apa saja yang mendekatinya termasuk cahaya.

"black hole" (versi nasa) yaitu obyek supermasif di angkasa yang konon mampu menelan atau menghisap apa saja yg mendekatinya termasuk cahaya.

Agar tidak rancu kami Fe menamakannya dengan  "celestial body" obyek yg tidak tampak oleh mata di langit yang mampu memblocking cahaya matahari atau sinar bulan yang mengarah ke bumi..

Apa kira kira perbedaan versi nasa dan versi bumi datar.

mari kita bahas:...

Sebelumnya kami tambahkan ,  kenapa umat Islam waktu gerhana diperintahkan sholat gerhana?.

Kalau gerhana itu sekedar bayangan,  apa luarbiasanya atau istimewanya bayangan dalam kejadian tsb?.

Coba simak Firman Allah berikut ini :

"Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan". [ QS Al A’raf : 40]

Black hole (celestial body),  adalah obyek yang paling mungkin sebagai penyebab gerhana.

Ketika obyek tsb memblocking cahaya matahari atau sinar bulan sebenarnya alam dalam keadaan bahaya, karena celestial body tsb  bisa menelan dan merusak apa saja yang sedang berdekatan dengannya tidak peduli obyek tsb besarnya melebihi ukurannya, maka ketika terjadi gerhana kita disunahkakan untuk lebih mendekat ke sang pencipta dengan tuntunan diantaranya sholat gerhana.

Bisa jadi itu adalah pintu gerbang ke alam azali jika Allah mau melenyapkan sesuatu yang dikehendakinya.

Jadi hukum kekalan energi berlaku bagi ciptaan Allah,  namun tidak untuk Allah

Jadi kita bisa menilai, versi nasa atau  versi pemahaman berdasar alquran.

Begitu kurang lebihnya institusi yang mengatasnamakan lembaga paling faham dan tentang alam semesta menyembunyikan kebenaran dan menggabungkannya dengan fiksi.!

Hal tersebut disebabkan uud, ujung ujungnya duwit!!.

Apa yang bisa menghasilkan uang, baik itu usaha nyata atau fiktif, baik halal atau haram, baik legal maupun ilegal mereka para elit segelintir penduduk bumi tsb akan berusaha melindungi kepentingan mereka!.

Explorasi ruang angkasa bisa bisa menghasilkan pundi-pundi uang mereka tanpa bisa diaudit sembarang orang.

Legal tidak legal mereka yang menentukan karena mereka pegang uang fan kekuasaan, siapa yang coba melawan akan di depaknya, mulai dari macam macam sangsi dan banned..

Contoh sekenario penyebaran virus adalah cara mereka mengolah kasus untuk mendapatkan duit dan penjajakan kekuasaan, maka siapapun yg tidak patuh pada protocol mereka akan mendapatkan bermacam macam sangsi dan macam-macam banned!

Begitulah sedikit gambaran, bahkan kita sudah merasakan aturan yang mereka buat dengan bermacam-macam sertifikasi, kalau tidak nurut akan mendapatkan dan kena dampaknya sangsinya!

Bagaimana yang dianggap kebenaran atau bukan kebenaran mutlak bisa menjadi kepercayaan menjadi kebenaran mutlak?.

Ada bermacam-macam faktor sesuatu yang dianggap benar walaupun sebenarnya bukan suatu kebenaran :

1. Kampanye dan pendoktrinan

2. Dukungan pihak yang mempunyai kekuatan bargaining, penguasa, orang-orang kaya dan orang-orang yang mempunyai pengaruh.

Seperti halnya yang ada di kepercayaan bumi bulat heliosentris (GE), kenapa begitu percayanya penganut penganutnya dengan apa-apa yang disodorkan dan dibungkus berkaitan dengan teori bumi bulat Heliosentris, bahkan para penganut-penganut itu kebanyakan langsung menerima apa adanya tanpa peduli berita berita tersebut benar adanya meski berita-berita tersebut  terlahir hanya dari sebuah mimpi dan sekedar fiksi.

Memang pandainya pembuat theori fiksi dan mimpi ini biasanya mencampuradukkan, menyepuh sebagian kebenaran kemudian menyisipkan bagian mimpi dan fiksi-fiksinya kedalam kebenaran tersebut sehingga sekilas, keseluruhannya yang sudah disepuh tadi disampaikan sebagai kebenaran.

Dengan kampanye dan dukungan pihak yang berpengaruh kemudian hasil sepuhan tersebut dipublikasikan, maka dianggaplah oleh orang banyak apa yang disampaikan tersebut benar, dan kalau ada yang menyanggah hampir pasti dibungkam dan dibuly sebagai orang dengan pemikiran bodoh tidak diberi ruang dan waktu dengan alasan penyebaran bad education (pelajaran sesat atau bodoh).

Iya dianggap benar karena diajarkan berulang ulang sejak dini, karena disampaikan oleh pihak-pihak yang berpengaruh dengan kekuasaan. dengan menyisipkan fakta-fakta kemudian dicampur dengan fiksi.

Apakah kalian tidak melihat bahwa kebenaran nisbi yang tidak jelas itu akan silih berganti tergantung siapa yang memegang kekuasaan saat itu.

Berikut pertanyaan pertanyaan yang sering terlontar dari penganut  bumi bola Heliosentris kepada penganut bumi datar (Flat Earth)

1-Jika bumi datar kenapa matahari tidak bisa terlihat 24 jam, yang tentu tidak akan terjadi adanya siang dan malam?’

2-Bagaimana bisa terjadi midnight sun di kutub utara atau kutub selatan?

3-Bagaimana  pergantian musim bisa terjadi?

4-Berapa ukuran dan tinggi matahari?

5-Apakah bumi datar berkubah?. Kemudian di mana letak matahari di dalam atau di luar kubah?

6-Bagaima benda langit beredar di bumi datar?

7-Jika bumi datar ujungnya di mana silakan kasih photo tepi bumi datar!.

8-Jika bumi datar tentu kita bisa melihat pulau Kalimantan dari Jawa, nyatanya tidak bisa!, kenapa?

9-Bagaimana gerhana bulan dan matahari bisa terjadi di bumi datar?

10-Mengapa benda jatuh, bagaimana gravitasi terjadi di bum datar?

11-Jika bumi datar, mengapa matahari, planet dan bintang bulat?.

12-Bagaimana terjadinya pasang surut di bumi datar

 

Pertanyaan pertanyaan tersebut akan saya jawab secara bertahap sesuai waktu saya yang tersedia, baik berdasarkan logika sains yang didasari experiment maupun dalil dari Alquran sebagai dasar, dan kalaupun tidak ada dalilnya setidaknya tidak bertentangan dengan salah satu ayat atau isi pengertian dalil Alquran

Pertanyaan pertanyaan tsb.  Insyaallah akan saya coba jawab pada postingan berikutnya.

Postingan berikutnya

 

Minggu, 31 Mei 2020

WAHAI PARA ULIL ALBAB

MASIH ADAKAH ENGKAU?

DIMANAKAH SUARAMU?

MENGAPA ENGKAU DIAM? ATAUKAH?

???????

AKU YAKIN!,

ENGKAU TIDAK DIAM

WAHAI ULIL ALBAB

AKU MERASAKAN

ADA YANG MENYESAKKAN DADA ENGKAU

BAHKAN ENGKAU INGIN BERTERIAK!

TAPI BISINGNYA DUNIA INI

HAMPIR TIDAK BISA DIDENGAR SUARAMU DAN TERIAKANMU

SIBUKNYA DUNIA MUNGKINKAH SUDAH MELUPAKANMU?

MUNGKINKAH HITAM DAN PUTIH,

TERANG DAN GELAP

SUDAH TIDAK BISA DILIHAT

KARENA BUTANYA KITA

DENGAN DUNIA
DAN LUPANYA KITA DENGAN SANG PENCIPTA

YANG SUNGGUH TIDAK TERASA

YA ALLAH TAMPAKKANLAH KEBENARAN ITU SEBAGAI SEBUAH KEBENARAN DAN BERIKAN PETUNJUK DAN KEKUATAN AGAR DAPAT MENGIKUTINYA

Minggu, 26 April 2020

Perspective Kepasrahan (mensikapi corona part-3)

Pada suatu saat saya berbincang dengan seorang mubaliq yang cukup terkenal dan mempunyai reputasi di lingkungan kami dalam skala sekelas kota kabupaten.
Iya tentu seorang mubaliq pastilah mempunyai kemampuan verbal yang baik dan pengetahuan yang luas, apalagi beliau pernah menduduki berbagai jabatan penting di lingkungan Departement Agama dan juga pernah menjadi Dosen maupun staf pengajar lainnya, yang tentu pendidikan formalnya tidak perlu diragukan lagi.
Dalam perbincangan tersebut mulai menjurus ke suatu perdebatan yang tentunya bukan level saya untuk berhadapan dengan beliau, dengan kemampuan-kemapuan yang mereka miliki.
Dalam perbincangan tersebut saya memang mencoba untuk memancing agar beliau berbicara karena saya memang ingin tahu apa yang dipikirkan orang-orang seperti beliau ini, sehingganya ada kesan seoalah saya orang yang suka ngeyel, namun sebenarnya saya ingin agar beliau berbicara lebih banyak, karena saya juga ingin banyak tahu.
Pada dasarnya saya mengagumi beliau dengan ilmu dan wasasannya yang luas, namun ada sedikit
perbedaan pandangan soal keyakinan menghadapi kejadian dan ketentuan-Ketentuan Allah.
Dalam menghadapi kejadian dan ketentuan-ketentuan Allah saya mengambil pelajaran bagian dari ilmu-ilmu ke-Thoriqoh-an yang saya ketahui, dan saya juga faham beliau ini sangat faham juga dengan sejarah dan apa Thoriqoh itu, karena beliau juga sering bercerita tentang itu. dan saya juga melihat dengan mata kepala sendiri beliau juga sering hadir di majelis-majelis Thoriqoh.

Salah satu ilmu ke-Thoriqoh-an yang saya ketahui adalah makrifatiyah, yaitu riyadhoh dan berserah diri sepenuh hati kepada apa maunya Allah,

Dalam pembicaraan tersebut dimulai dengan masalah Virus Corona, dan kami sepakat bahwa virus korona itu sangat berbahaya. namun dalam menghadapinya ternyata kami mempunyai perbedaan cara dan pemikiran.
Dalam pemikiran beliau yang saya tangkap bahwa karena kita tahu bahwa virus Corona itu sesuatu yang berbahaya, maka perlakukan sesuatu yang berbahaya tersebut sesuai dengan apa yang ada, yaitu dihindari dan diantisipasi agar tidak terkena  sesuai prosedur yang disarankan oleh para ahlinya.
Kemudian saya bertanya kepada beliau: "Bagaimana kalau kita yakin bahwa Allah akan menghindarkan dari bahaya tersebut?".
Kemudaian Beliau balik bertanya: "Bagiamana kamu bisa yakin Allah akan menghindarkan dari bahaya tersebut?".
Saya jawab: "ya yaqin saja, karena Allah maha kuasa atas segala sesuatu".
Beliau bertanya lagi: "bagimanan kamu bisa yaqin padahal itu sudah sunnatullah (ketetapan hukum Allah) bahwa itu berbahaya?"
Kemudaian saya balik tanya lagi: "menurut sunnatullah, api itu panas apa enggak?"
Jawab Beliau :"jelas menurut sunnatullah api jelas panas"
Saya bertanya lagi: "kenapa Nabi Ibrahim, sunatullah bahwa api panas itu tidak berlaku untuknya pada saat itu?"
Jawab Beliau: "ya itu namanya mukzizat, karena beliu itu Nabi Ibrahim seorang nabi"
Beliau berkata dan bertanya: "apakah kamu merasa seperti nabi sehingga kamu yaqin tidak akan terkena virus corona?"
saya diam sebentar hampir-hampir tidak mampu dan tidak berani jawab.
"iya pak saya bukan siap-siapa di hadapan Allah, tapi saya tetap yaqin Allah akan menghindarkan saya dari virus corona" saya menimpali.
"Bagaimana kamu bisa seyakin itu" lanjut beliau.
"iya, saya mengambil pelajaran dari apa yang pernah Bapak saya ceritakan kepada saya, orang-orang zaman dulu itu, doa-doanya lebih makbul dan mujarab walaupun doanya simple-simple, cukup  baca Syahadat dan Sholawat Nabi karena sangat yaqin".
"pernah diceritakan mbah saya hanya baca doa yang simple tersebut berkelana melewati hutan yang masih ada harimaunya dan mbah saya pernah berpapasan dengan harimau, namun alhamdulillah tidak ditimpa bahaya dari harimau tersebut" lanjut saya bercerita.
yang selanjutnya ini sebenarnya tidak terduga apa yang akan dikatakan beliau
"kalau begitu apakah kamu berani mengadapi harimau atau virus corona, atau bahaya lainnya, dengan kamu yaqin atau dengan berdoa seperti itu?"
"Kalau kamu yaqin coba kamu hadapi itu virus corona, kamu terjun ke lapangan tangani itu orang yang jelas-jelas kena virus"
saya terdiam tidak bisa jawab.
Beliau menegaskan lagi pandangannya: "kalau saya akan hindari itu virus corona sesuai sunnatullah, karena saya bukan nabi dan bukan orang-orang zaman dulu seperti yang engkau sebutkan"
Saya coba beranikan menimpali: "dengan berkata seperti itu berati Bapak menutup diri untuk bisa seperti nabi dan orang-orang zaman dahulu?".
"Iya karena saya bukan nabi dan bukan orang-orang zaman dahulu"  jawab beliau, dan dialog berakhir.

Kemudian setelah itu saya merenung dan berpikir, beliau itu benar hanya saja ada yang kurang sepakat di benak saya tentang :
"Kalau kamu yaqin coba kamu hadapi itu virus corona, kamu terjun ke lapangan tangani itu orang yang jelas-jelas kena virus"

Iya keyakinan kok disuruh coba.
Bukankah keyakinan pertolongan Allah terhadap sesuatu yang dianggap menimbulkan bahaya, bukan suatu sok-sokan untuk menantang bahaya, bahkan berniat untuk menjadi pahlawan atau superhero, tapi karena dasar keyakinan tersebut adalah kepasrahan diri. Seperti apa yang diceritakan orang dulu yaqin dengan doa yang dibacakannya akan ditolong dan diselamatkan oleh Allah ketika bertemu atau berpapasan dengan harimau di hutan, bukan berarti orang tersebut berharap atau dengan sengaja untuk berpapasan harimau dihutan, kemudian seperti test-cek untuk membaca doa tersebut.
Allah maha tahu apa yang ada dalam hati setiap manusia, Alah tidak pernah tidur dan lengah, lakukan apa yang kita yaqini  hanya karena Allah. Allah pasti akan menolong sesuai dengan cara-Nya.

Allah tergantung apa prasangka hamba-Nya. Kalau kita menganggap sesuatu yang belum jelas bahnyanya dan meyakini itu bahaya maka bisa jadi Allah akan menjadikan bahaya sesuai apa yang kita yakini dan takuti

Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai.” (HR. Tirmidzi, no. 3479. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).


berikut nadhom syairan diijazahkan oleh ulama sufi kita sebagai penagkal wabah.



Walahua'alam
Mohon maaf kurang lebihnya
Sekedar menjadi pelajaran dan renungan
(achmad budiono)







Jumat, 24 April 2020

Mensikapi Covid-19 part 2 (pasca Ramadhon)

Pada part pertama sudah kita berikan gambaran bagaimana seorang muslim mensikapi Covid-19.
Tentunya secara logika akal sehat bisa kita simpulkan bahwa, virus corona itu memang ada, dan
virus korona itu mempunyai kemampuan untuk menular secara hebat seperti yang dikemukakan oleh para ahlinya dan sesuai kenyataan yang ada. Oleh sebab itu kita harus mengikuti (SOP) Standard Operasional Prilaku yang diterapkan oleh para ahli yang dimotori oleh para ulil-amri (pegawai pemerintahan) yang salah satunya adalah Social Distancing
yaitu membuat jarak atau membatasi pergaulan sosial antar individu.
Di jelaskan pada part 1 bahwa sebagai seorang muslim beriman, kita hendaknya mengikuti apa perintah Allah melalui Rosulnya, namun kita juga harus mengikuti perintah para ulil-amri jika untuk hal yang tidak bertentangan dengan keimanan.

Pada part 2 ini akan membahas tentang hubungannya dengan keimanan.
Seorang beriman (yakin) bahwa semua kejadian yang terjadi adalah menurut kehendak Allah.
Virus Corona ini ada dan terjadi serta menyebar, serta memimbulkan bahaya maupun yang hanya sekedar menjadikan cobaan adalah kesemuanya atas kehendak Allah. Bahwa terlepas dugaan virus corona ini ada karena rekayasa genetika di Lab oleh tangan manusia dan penyebarannya disekenariokan oleh sekelompok manusia, dan kalaupun itu campur tangan manusia kesimpulannya tetap semuanya dari Allah dan semuanya sepengetahuan oleh-Nya. Karena Allah menciptakan sesuatu dengan Kun-fayakun-Nya itu dilihat dari kacamata manusia, itu bisa dengan seketika, bisa juga melalui proses (seperti apa yang kita lihat kejadian seorang manusia). Dan Kun-fayakun ini
terserah pada Allah mau melalui proses dan wasilah-wasilah ataupun seketika itu.

Di bulan Ramadhon ini saat yang baik kita renungkan semua ini, apakah dengan semua ini adanya virus corona kita akan lewati begitu saja dengan ketakutan-ketakutan disaat-saat moment bulan yang penuh berkah ini?.
Bahkan saking takutnya sampai ada yang melarang orang bertadarus di masjid dengan speaker (seperti biasanya tahun-tahun kemarin)  padahal orang tadarus tersebut sendirian. yang tentu sudah memenuhi maklumat social distancing.
Maka disamping kita harus toleran juga (tidak usah ngengkel dan ngeyel) tapi kita pertanyakan juga keimanan orang yang melarang tadarus tadi walau hanya sekedar dalam hati yang mudah-mudah hanya sekedar bermaksud baik dan nantinya diberi petunuk oleh Allah.
Untuk melihat dan mensikapi itu semua, mari kita lihat dan kita ukur keimanan pada diri kita sendiri.
Bagi orang yang imannya masih pada level-lewel bawah seperti kita-kita ini, maka logika akal tentunya akan lebih mendominasi daripada iman kita. ukuran untung rugi, ukuran bahaya dan tidak bahaya masih jadi itung-itungan.
Untuk pergi ke masjid, maka kita masih itung-itungan, bahaya atau enggaknya, ditambah lagi dengan adanya maklumat Social distancing,
maka akan lebih banyak pertimbangan yang akan kita lakukan untuk sekedar mengisi bulan Ramadhon yang pernuh berkah ini.
Dengan ke Masjid dan melakukan sholat jammah saja kita sudah dianggap melanggar maklumat Social distancing dengan berbagai konswekwensinya, yaitu dianggap menentang bahaya, dianggap tidak patuh pada ulil-amri, bisa di cap sebagai orang yang bandel dan tidak toleran terhadap lingkungannya.
Itulah mungkin yang dipikirkan sebagaian besar dari kita sebagai seorang muslim yang masih mempunyai iman pas-pasan.

Untuk orang yang imannya masih pada level sayriat akan menganggap bahwa semua kejadian itu ada sebab-akibat yang mereka sebut "Sunnatullah"
itulah orang orang tersebut sering disebut orang berpaham Qodariah.
Tetapi bagi orang-orang yang mempunyai level keimanan lebih tinggi bahkan sampai makrifat, mungkin yang dipikirkan bukan seperti itu. "Bahwa semua dari Allah dan akan disandarkan kembali kepada Allah"
Apapun yang datang dari Allah terserah kehendak Allah, dan logika akal manusia tidak berlaku untuk hal ini. ini adalah sepenuhnya logika iman (keyakinan)

Apabila kita berbicara pada orang-orang yang berfaham Qodariah ini dengan orang orang yang berfaham Makrifatiah, tidak akan nyambung dan bisa jadi akan terjadi perdebatan yang sia-sia namun orang makrifat tidak kan mau berdepat lebih banyak.
Misal sebagai contoh :
Kita bertanya pada orang yang berpaham Qodariyah "api itu panas atau dingin?". maka mereka akan menjawab bahwa "api itu pasti panas".
Tapi orang yang mempunyai faham makrifat akan menjawab, "api itu panas atau dingin terserah Allah!"
kemudian orang yang berfaham makrifat akan berkata "mengapa kamu tidak mengambil pelajaran bahwa Nabi Ibrahim tidak terbakar oleh api?"
Kemudian orang yang berfaham Qodariya juga akan menjawab "Mereka kan Nabi, ya tentu beda dengan kita perlakuannya dihadapan Allah".

Iya, memang kadang kita-kita ini mengunci atau menutup diri kita ini dari apa yang sebenarnya Allah mempunyai kekuatan dan Maha kuasa atas segala sesuatu,
karena memang kemampuan iman kita ya seperti itu atau memang kita belum diberikan petunjuk oleh Allah karena kurangnya kedekatan kita dengnn-Nya karena masih banyaknya dosa-dosa yang ada pada diri kita.

Iya, jangan dipaksakan dan memaksakan diri, bukan berarti kita tidak ingin naik level.
Jika kita yang masih seperti ini tiba-tiba lancang dan memaksakan diri di level makrifat "ah..., aku tidak takut virus corona karena itu semua dari Allah maka terserah Allah apa yang ditimpakan pada kita" itu belum pada tempatnya.
Orang menuju sampai level makrifat tidak serta merta. ada berbagai proses yang harus dilaluinya dan dilampauinya.
Iman jelas, Ilmu jelas, sabar jelas, prihatin dengan kelaparan, kesulitan dan berbagai cobaan-cobaan yang telah dilaluinya, sehingga kedekatannya dengan Sang pencipta yaitu Allah tidak diragukan lagi.
Orang-orang seperti ini tidak butuh lagi pada dunia, juga tidak mengharap balasan di akhirat, tapi justru Allah akan melimpahkan rahmat dan Karuanianya baik di dunia maupun di Akhirat kelak

Iya pada moment bulan Ramdhon ini, mari kita tata dan perbaiki iman kita, hati kita, kita berusaha mendekatkan diri dan lebih dekat kepada Allah dengan menjalankan segala perintahnya dan menjahui segala larangannya, dengan beribadah yang baik dan benar, menambah ilmu dan wasasan, beramal sholeh, sabar dan prihatin, lebih peduli dengan sesama terutama orang-orang yang berkekurangan dan dalam kesulitan. secara konskwen dan kontinyu (istiqomah) tidak pernah bosan dan jemu. Sebagaimana Rosulullah Muhammad Sollallahualaihiwasallam contohkan, dan oleh para Rosul lainnya serta para Wali dan Ulil albab (orang-orang Taqwa yang berilmu)
Dari semua itu tidak mudah dan tidak serta merta.
"Sabar" misalnya harus dilandasi iman, Ilmu serta ketaqwaan kepada Allah.
Dengan Ilmu kita dapat megerti yang benar dan salah
Dengan ketaqwaan kepada Allah kita merasa orang yang hina dan tidak mempunyai apa-apa dihadapan Allah, sehingga kita sepenuhnya tergantung pada Allah.
Jika ada orang yang menghina, mencaci kita, menyalahkan kita, dengan ilmu dan ketaqwaan kita tidak lantas membalas orang tersebut atau menyalahkannya tapi selalu intstropeksi diri, jika kita yang salah maka kita perlu memperbaiki diri, jika kita merasa benar maka cacian atau hinaan orang tersebut sebagai rahmat bagi kita agar kita lebih bisa mendekat kepada Allah dengan mendoakan orang-orang tersebut karena mereka orang orang yang tidak mengerti.
Dengan sabar kita akan selalu bersyukur dengan semua Rahmat yang Allah berikan, tidak menutup-nutupi kebaikan yang ada, namun juga tidak sombong dengan megembar-gemborkan apa yang kita telah diberikan oleh-Nya sehingga menjadi ria.
Kalau semua itu bisa kita lakukan kemudian apapun yang terjadi kita serahkan kepada Allah, Insyaallah Allah akan menaikan Maqom (level) atau derajat kita dihadapan Allah, yang otomatis akan naik pula dihadapan Manusia.
Dan pasti Allah akan menolong orang yang selalu mencintai Allah sesuai dengan Maqom dan derajatnya (aku dekat engkau dekat-aku jauh engkau jauh)
Iya tidak usah menyalahkan yang salah, kalau bisa membenarkan yang belum benar atau kalau tidak mampu berserah diri-lah kepada Allah.
Allah maha tahu apa yang ada di dalam dada kita, kita tidak perlu ngeyel dan ngengkel pada mahluk. Namun yang kita perlu adalah tetap ber-amarmakruf Nahi munkar sesuai dengan kemampuan kita dengan cara yang benar dan indah karna Islam itu indah



2|155|Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.

214|Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu?  Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya:  "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.

21|35|Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya).  Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.

Sekian semoga bermanfaat
(achmad budiono)

Kamis, 26 Maret 2020

Mensikapi Covid-19

Bagaimana Mensikapi Corana Virus?

Corana Virus atau yang terkenal dengan Covid -19,
Begitu menakutkan kah?
Begitu dahsyatnya kah?
Apa yang perlu kita upayakan dan kita usahakan?.
Apakah kita harus meninggalkan kebersamaan dengan berkumpul-kumpul bersama saudara sahabat dan handai taulan?
Apakah kita harus meninggalkan tradisi mulia yaitu saling bersalaman?
Apakah kita harus berhenti tidak bekerja dan bepergian walau itu bermanfaat?
Apakah kita harus tidak pergi ke majelis-majelis taklim dan majelis dzikir?
Apakah kita harus tidak ke Masjid untuk sholat berjama'ah dan sholat Juma'at?
Apakah anak-anak kita harus tidak ke sekolah dan ke madrasah serta TPQ untuk mencari ilmu dan mengaji?.

Sebelum menjawab semua itu ada pertanyaan pokok yang akan menetukan jawaban berikutnya.
Apakah anda benar-benar seorang yang beriman?,
Beriman pada Allah?,
Beriman malaikat malaikatnya?,
Beriman pada kitab-kitabnya (Alquran)?
Beriman pada para Rasul?,
Beriman pada hari Qiyamat dan kebangkitan?,
Beriman pada yang Goib, Qodo' dan Qodar?,


Kalau tidak maka anda tidak perlu membaca lanjutan tulisan ini.
Kalau anda seorang beriman masih ada pertanyaan lagi yang harus dijawab yaitu.
Masihkah anda takut mati?.
Iya sebagai konsekwensi orang beriman tentu tidak harus takut mati yang tidak akan pernah bisa dihindari, tetapi  mati dalam keadaan tercela dan terhina dengan iman yang tidak terbawa itulah yang benar-nenar harus kita takuti.
Sebagai konsekwensi seorang beriman kita tidak takut kepada siapapun kecuali kepada yang Maha Segala Allah Ta'ala.

Lalu bagaiman dengan "dilema" larangan dan anjuran yang ada?
Bahwa pemerintah dan juga melalui majelis Ulama Indonesia, pemeritah tidak hanya menganjurkan untuk tidak,  bahkan sudah melarang untuk bekumpul dalam kelompok kelompok di tempat-tempat umum dan juga tempat-tempat ibadah untuk kegiatan apapun termasuk ibadah (sholat berjamah, sholat jumat, pengajian, sekolah dll.) dalam waktu yang tidak ditentunkan batasnya. Begitu juga fatwa Majelis Ulama Indonesia yang menjadi rujukan sebagaian besar umat Islam di Indonesia.

Iya memang mentaati Pemerintah dan para Ulama diperintahkan juga oleh Alquran yang menjadi pedoman bagi orang beriman :

4|59|Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu.  Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya),  jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

Terus bagaimana dengan yang ini?

9|18|Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat,  menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah,  maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk

24|36|Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang,

24|37|laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang,  dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang.

3|32|Katakanlah: "Taatilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir"
3|132|Dan taatilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat



47|33|Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul dan janganlah kamu merusakkan (pahala) amal-amalmu.

3|103|Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai,  dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan,  maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya.  Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.

3|146|Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut(nya) yang bertakwa.  Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah,  dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.

Dan banyak lagi dari hadist-hadist yang menganjurkan keutamaan-keutaman untuk "berkumpul" dan berjamah, terutama untuk  sholat dan jamaah-jamaah lainnya yang saya pernah dengar dan baca (maaf tidak bisa menyebutkannya satu persatu per tulisan ini).

Iya tidak ada pemerintahan yang menginginkan kejelekan dan keburukan terhadap rakyatnya kecuali pemerintahan yang dholim.
Semua apa yang diupayakan pemerintah bermaksud untuk kebaikan-kebaikan bersama yang lebih besar.

Sudah semestinya sebagai orang beriman kita berupaya mentaati Allah dan Rosulnya sekuat tenaga, seperti yang sering kita ucapkan pada doa sehari-hari "Allah humma anta robbi la-illahailla anta kholaqtani waana abduka......" yaitu "Aku berjanji, menepati janji sekuat tenagaku...." untuk taat dan tidak melakukan perbuatan-perbuatan keji dan munkar.
Bahwa mentaati ulil amri (pemeritah dan ulama) bukan bagian perbuatan keji dan munkar, karena disitu tidak ada larangkan untuk tidak percaya kepada  kepada Ketauhitan (perusakan iman)

*Ulama adalah perpanjangan (wakil) pemerintah untuk urusan bidang keagamaan (Islam)
*Alim Ulama adalah perpanjangan dan penerus para utusan Allah, yaitu Rosul-Allah

Iya, tapi bukankah  melakukan sholat berjamaah dan memakmurkan masjid suatu perintah dari Allah dan rosulnya juga?.
Iya benar, untuk larangan sesuatu alasan yang ada dasarnya dan bukan mengada-ada untuk tujuan menghindari kemudorotan yang lebih besar juga sering dicontohkan dalam berbagai kehidupan nabi dan rosul-rosul terdahulu untuk menghadapi kondisi kondisi darurat.
Bahkan dalam zaman Rosul-Allah dalam kondisi perang sholat di dalam masjid sangat tidak dianjurkan sampai-sampai dibuat aturan sholat dalam keadan siaga peperangan.
Bahkan yang jelas-jelas larangan saja (haram) dalam kondisi tertentu diperbolehkan.

2|173|Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah.
Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas,
maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Intinya sebagai orang beriman apapun yang terjadi disana yang menjadi penyebab kematian kita tidak perlu takut, karena kalau Allah sudah menetapkan mati dengan sebab-sebab seperti seperti itu tidak akan ada yang bisa menghindarinya,  "Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh". Namun kita juga jangan menentang (sembrono) tanpa upaya pasrah dengan keadaan tanpa mau berupaya.
Qodho' berlaku dengan ketetapannya dan kodarnya berlaku dengan sebab akibat. Apapun upaya yang kita lakukan harus selalu tetap bergantung dan berserah diri pada Allah sang Pencipta, Insyaalah Allah akan membimbing kita dengan rahamatnya dengan petunjuk-petunjuknya melalui mata hati kita sehingga tidak perlu mengatakan lagi "jika tidak seperti ini maka itu salah" karena jika sudah demikian cukup Allah lah yang maha tahu apa yang ada di dalam dada kita melebihi apa yang kita tahu sendiri.


Sebagai pengingat pada akhir zaman, yang kita tidak tahu akhir zaman itu kapan akan ada fitnah yang sangat besar bagi manusia, yaitu fitnah Dajjal.
Dikatan Dajjal akan muncul atau keluar seiring memudarnya atau hilangnya suara Adzan di muka bumi dengan kata lain mulai hilangnya orang-orang yang sholat berjamaah di Masjid-masjid.
Yang perlu dingat Dajjal dicirikan atau dikatakan mempunyai sifat seperti penyepuh (pembuat kepalsuan).
Dengan mata kepala akan sulit untuk bisa melihat ciri-ciri fitnah Dajjal tersebut, tetapi dengan mata hati-lah orang akan mampu dan bisa melihat ciri-ciri fitnah Dajjal tersebut.
Agar mata hati kita tidak buta terhadap ciri-ciri fitnah Dajjal sehingga tidak menjadikan kita terpedaya olehnya, maka mohonlah dan berdoa-lah kepada Allah setiap saat terutama selesai sholat, karena orang yang sholat-pun dikata tidak serta merta mampu menghadapai fitnah Dajjal yang sangat besar dan hebat tersebut, Juga bacalah Surat Al-Kahfi sering-sering atau hafalkan dan bacalah sepuluh surat pertama atau terkahir.
Dan ingat,  dikatakan nanti yang paling banyak terpedaya dengan fitnah Dajjal adalah kaum perempuan!.

Demikian semoga bermanfaat,
Terimakasih
achmad budiono

maaf dalam berbagai tulisan kami mencatut ayat Alquran hanya terjemahannya saja
bukan bermaksud meninggalkan bacaan aslinya begitu saja, namun kami tetap berharap
bagi pembaca untuk tetap mencintai Alquran dengan membaca dan mendengarkan sesuai bacaan aslinya dengan cara membaca yang benar dan indah. Ini hanya masalah teknis yang mudah-mudahan
kalau saya masih diberi kesempatan dan waktu masih bisa membenahinya, kalaupun tidak
mudah-mudahan nantinya ada saudara kita yang bisa membantu untuk itu.

Berikut terjemahan beberapa Ayat Alquran terkait hal tersebut di atas yang patut direnungkan :

13|11|Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya,  mereka menjaganya atas perintah Allah.  Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.  Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya;  dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.

3|145|Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah,  sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia,  niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat,  Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. Dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.

3|168|Orang-orang yang mengatakan kepada saudara-saudaranya dan mereka tidak turut pergi berperang: "Sekiranya mereka mengikuti kita, tentulah mereka tidak terbunuh".
Katakanlah: "Tolaklah kematian itu dari dirimu, jika kamu orang-orang yang benar"

3|154|Kemudian setelah kamu berdukacita, Allah menurunkan kepada kamu keamanan (berupa) kantuk yang meliputi segolongan dari pada kamu, sedang segolongan lagi telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri, mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliyah.
Mereka berkata: "Apakah ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini?".
Katakanlah: "Sesungguhnya urusan itu seluruhnya di tangan Allah".
Mereka menyembunyikan dalam hati mereka apa yang tidak mereka terangkan kepadamu; mereka berkata: "Sekiranya ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini, niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) di sini".  Katakanlah: "Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh".
Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati.