Senin, 02 Maret 2015

Belajar dari Fenomena Gelombang Cinta

Pernahkah anda mengalami/mengetahui masa-masa heboh tentang tanaman Gelombang Cinta atau Gemani/Anthrium?.
Pada masa-masa populer tanaman ini pernah menjadikan kehebohan para pecinta tanaman karena harganya yang pernah mencapai harga fantastis, yaitu satu pohon bisa mencapai jutaan rupiah bahkan konon ada yang mencapai puluhan juta rupiah hingga ratusan juta.
Banyak orang tertarik dan berani mengeluarkan modal besar karena dengan masa yang singkat menjanjikan keuntungan yang berlipat. Bayangkan tanaman yang umurnya satu tahun waktu itu sudah sudah bisa dihargai mulai 500 ribu rupiah, dua tahun dihargai 2 ~ 3 jutaan padahal bibitnya bisa dibeli cuma 50 ribuan saja. Maka dengan modal 10 jutaan rupiah maka sudah bisa menadapatkan 200san bibit, jika 80% bibit tersebut bisa jadi maka dalam 2 tahun orang tersebut bisa dapatkan 320 ~480 juta rupiah.
Bayangkan saja kerja 2 tahun dengan modal 10 jutaan bisa menghasilkan 320~480 juta, berarti kalau dirata-rata pedapatan per bulan sekitar 13~20 juta. Betapa menggiurkannya, jika dibanding kita harus bekerja menjadi pegawai yang tentunya harus sudah mempunyai jabatan yang tinggi.

Pada saat itu saya hampir terbawa oleh fenomena tersebut, karena ada sesuatu yang ganjil maka sebelumnya saya coba cari informasi apakah tanama tersebut termasuk tanaman langka yang sulit untuk dibudidayakan atau tanaman yang mudah untuk dibudidayakan.
Dari berbagai informasi dan pengamatan yang saya dapat tanaman tersebut termasuk tanaman yang tidak terlalu sulit untuk dibudidayakan, sehingga saya mengambil kesimpulan bahwa ada yang tidak beres dengan harga yang fantastis yang diberikan oleh tanaman tersebut, karena harga fantastis ini secara akal sehat jika ada hal-hal sebagai berikut :
- Barang tidak mudah didapatkan, atau stok terbatas atau memang barang langka
- Tidak bisa dibudidayakan dengan mudah.
- Memerlukan waktu yang lama untuk mengembangkannya.
- Banyak penggemar yang fanatik (bukannya musiman atau ikut-ikutan)
maka saya mengambil kesimpulan jika faktor tersebut tidak terpenuhi, maka kemungkinan besar ada permainan entah dari mafia, spekulan atau lainnya.
Dari kesimpulan yang saya ambil kemudian saya sampaikan kepada teman atau tetangga yang mempunyai jenis tanaman tersebut, kalau memang ada yang menawar sampai jutaan rupiah sebaiknya dilepas saja sebelum harganya hancur.
Tetapi kebanyakn bergeming, dengan alasan bahwa tanaman tersebut adalah tanaman yang eksotis dan banyak pnggemarnya dan mempunyai prospek yang baik untuk harga yang akan datang.
Seiring dengan berjalannya waktu ternyata perkiraan saya menjadi kenyataan, pasar tanaman hias dibanjiri oleh jenis tanaman ini sehingga harganya terpuruk, bahan tidak laku sama sekali.

Untuk contoh lain walaupun tidak separah gelombang cinta adalah Ikan lohan dan Love Bird.
Kemudan bagaimana dengan batu akik?

Nah.., dari pengalaman tersebut saya coba untuk membaca fenomena lainnyanya yaitu kehidupan manusia.
Sekarang ini banyak orang yang tiba-tiba bikin heboh sehingga terkenal dengan sangat cepatnya, siapa yang tidak kenal mereka,  Norman Kamaru, Udin Sedunia, Sinta & Jojo (Keong Racun), Cesar YKS Trans TV, kemudian Joko Widodo (Jokowi) dan baru-baru ini adalah Susi Puji Astuti (menteri kelautan dan perikanan).
Hampir semua orang yang saya sebutkan tadi terkenal dengan cepat sehingga membuat heboh dan banyak disanjung, tetapi dari sebagian besar mereka ternyata dengan cepat redup pula namanya, bahkan yang tadinya menyanjung ada yang  berbalik mencemoohkan..

Sehingga saya ambil kesimpulan "biasanya" yang terlalu cepat di awal akan melempem di belakang, terlalu heboh di depan akan sunyi di belakang. Tidak ada sesuatu yang instan yang akan bertahan lama. Prestasi yang hebat biasanya akan dilalui dengan jerih payah langkah demi langkah, walau kelihatan lambat di awal tetapi biasanya akan ada kemudahan dalam perjalanan di akhir dan hasilnya tidak akan mudah redup.

Semakain tinggi orang memanjat, maka semakin besar angin yang bertiup dan jika terjatuh,  jatuhnya-pun akan semakin sakit dirasakan.

Demikian semoga menjadi pelajaran dan bermanfaat

ditulis oleh :Achmad Budiono

Kamis, 06 November 2014

Membangun Negara Yang tidak asal Kotak



Membangun yang “tidak asal kotak”

Artinya membangun tidak hanya megedepankan fungsionalnya saja tetapi lebih daripada itu yaitu  membangun dengan menyertakan estetika dan eviroment-enviroment  yang bisa menjadikan sesuatu yang kita bangun mempunyai fungsi atau nilai lebih, disamping sebagai sarana fungsional sekaligus menjadikan daya tarik tersendiri.

Begitu juga membangun Negara,  Presiden sebagai Kepala Negara adalah arsitek tertinggi yang akan memberikan  bentuk dan warna kehidupan dan pembangunan sebuah Negara.

Sebagai Kepala Negara Presiden mempunyai kewenangan  memberi bentuk bagaimana Negara ini nantinya, mau dibuat kotak, bulat  atau kombinasi lainya serta warna-warnanya tergantung kepandaian dan kelihaian sang Presiden sebagai arsitek.untuk memberikan sentuhan estetika dan warna.

Membangun Negara dengan pencapaian adil, makmur dan sejahtera saja tidak cukup. Jika di ibaratkan bangunan, maka bangunan tersebut adalah bangunan yang masih kotak biasa, belum mempunyai daya tarik.

Bagimana bangsa ini agar mempunyai daya tarik dan kekaguman bangsa bangsa lainnya.?.

Mau tahu…, silakan tunggu......

Jumat, 17 Oktober 2014

Debu Di Atas Debu

lihat video berikut ini :


 “Debu di atas debu” begitulah ungkapan yang pernah digambarkan oleh cendekiawan seperti halnya Taufiq Islmail untuk menggambarkan keberadaan manusia di alam semesta. Tetapi komparison atau perbandingan  tersebut sebetulnya belum memadai jika dijadikan acuan ukuran antara manusia dan alam semesta, tetapi sebagai ungkapan tentunya mempunyai arti yang sangat dalam dan sangatlah luas.
Ketika pikiran kita sedang menelusuri eksistensi kita, yang begitu keciiiiilnya dibanding alam semesta, dan begitu besarnya kita dibandingkan dengan molekul-molekul, atom dan zat-zat yang menyusun diri kita.
Tuhan yang menciptakan alam semesta ini, bagi Tuhan, apakah atom atau molekul ini kecil?, apakah bumi ini besar?, apakah Matahari ini besar sekali?, apakah galaksi ini sangat besar?.  Dan setrusnya.
Disebutkan bahwa dimensi dan ruang adalah ciptaan Tuhan, maka di alam ke-Tuhanan yang berbeda tentunya tidak mengenal besar ataukecil,  jauh atau dekat, lama atau sebentar.
Saya akan membuat perumpamaan, mungkin bagi orang  tehnik yang mengenal software  ruang untuk menggambar yaitu “Autocad” bisa lebih mengerti perumpamaan ini.
Ketika saya menggambar sebuah baut dengan ukuran diameter 4 milimeter, panjang 15 milimeter, kemudian saya juga menggambar kotak ukuran 4 meter dan 15 meter,  atau saya menggambar peta dengan lebar 4 kilometer dan panjang 15 kilometer maka dalam benak orang awam gambar baut tadi adalah gambar yang sangat kecil, sedang peta adalah gambar yang sangat besar.

“AutoCad” sebagai perumpamaan dimensi ruang pada alam semesta.
Bagi saya yang menggambar diruang “Autocad” besar atau kecil tidaklah penting, tetapi yang lebih penting adalah value atau nilai ukuran yang disebutkan, karena yang kecil atau yang besar tadi bisa saya pandang (zoom) sesuai yang saya mau.
Pada Autocad selain feature yang bisa dibuat tampak ada juga yang bisa disembunyikan (hiden) ataupun (invisible ) tergantung sang operator mau memunculkannya atau menyembunyikannya seperti halnya layer-layer yang bisa di mode on atau off.

Begitu juga alam semesta ini yang diciptakan Tuhan ada yang nyata yang disebut alam Alam Nasut artinya alam dunia, yakni alam yang dihuni manusia yang juga disebut alam al-Mulk, “Alam Kekuasaan Allah”.  Alam Nasut merupakan alam kasat mata atau (dalam istilah lain) alam Syahadah, Alam Nyata
selain itu ada alam yang tidak bisa dijangkau oleh teknologi manusia yaitu:

   - Alam Jabarut ialah alam kekuasaan Allah swt
   - Alam Malakut ialah alam kegaiban, merupakan alam jin atau malaikat,
 Jika manusia di hadapan Tuhan sebagai mahluk yang besar atau kecil, yang hina atau mulia, maka Tuhan-lah yang berhak menentukannya.

Yang menjadikan existensi suatu obyek adalah perannya bukan ukuran atau zise.
Sebagai contoh: sebuah komputer dengan sebuah casing walaupun ukurannya sangat besar, tetapi nilanya jauh lebih rendah apabila dibanding sebuah chips processor yang ukurannya jauh lebih kecil, dan chip processor akan akan mempunyai nilai yang tak terhingga apabila di dalamnya terdapat data-data yang sangat penting.
Begitu juga dengan keberadaan manusia, yang dinilai adalah perannya, bukan ukuran atau fisiknya.

Kamis, 19 Juni 2014

Berbalik 180 derajad

sudah hilang kekagumanku terhadapmu, terhapus wibawamu dengan kecerobohanmu yang tak mungkin kembali seperti dulu.

Ternyata anggapan saya selama ini keliru  bahwa akan ada yang mewarisi gaya kepemimpinan Gus Dur.
Gus Dur adalah seorang yang religius namun tidak fanatik.
Gus Dur juga bukan seorang yang sekuler tetapi beliau adalah seorang yang religius tetapi tidak fanatik.
Gus Dur tahu bahwa religius tidak harus fanatik
Gus Dur tahu bahwa fanatik dan sekuler sama bahayanya


dan itu ternyata tidak ada pada orang yang selama ini aku anggap mengerti, terbukti dengan berita berikut ini.

http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/14/06/19/n7eq8k-wimar-saya-minta-maaf
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pembawa acara Wimar Witoelar meminta maaf atas foto dan status yang ia posting di akun Facebook, Ahad (15/6). "Ini kelalaian saya. Saya mohon maaf, terutama ke Muhammadiyah," katanya kepada ROL melalui sambungan telepon, Kamis (19/6).
Ia mengaku menemukan foto itu dari jejaring sosial dan langsung mengunggahnya di akun miliknya. Pertimbangannya, karena foto itu dianggap cukup ilustratif dalam menggambarkan peta politik yang berkembang saat ini. Khususnya mengenai dukungan terhadap Prabowo Subianto.
"Saya memasang karena sudah banyak yang bicara. karena ini lucu juga. Jadi, temanya waktu itu lucu, bagaimana diekspos hubungan itu," tambahnya.
Ia juga memberikan pernyataan mengenai status yang ia unggah di akun Facebooknya. Menurut dia, status "Gallery of Rogues.. Kebangkitan Bad Guys" yang ia pasang terinspirasi dari komik dan film superhero.
"Kalau kita lihat Batman dan Kapten Amerika di serial Marvel, Gallery of Rogues itu biasa digunakan untuk menggambarkan mereka yang berbeda dari kepentingan umum. Saya anggap, orang yang sudah didakwa korupsi itu termasuk golongan rogues," paparnya.
Ahad (15/6), Wimar Witoelar memposting sebuah foto di akun Facebooknya. Isinya, berupa foto yang memperlihatkan Prabowo Subianto dan elite koalisi Merah Putih yang dipadukan dengan tokoh terorisme.  
Foto yang diduga rekaan tersebut memperlihatkan Prabowo bersama Hatta Rajasa bersama serta elite partai pendukungnya. Seperti Anis Matta, Aburizal Bakrie, Suryadharma Ali hingga Tiffatul Sembiring. Terdapat juga tokoh Islam garis keras seperti Ketua FPI Habib Rizieq Shihab dan Abubakar Ba'asyir.
Namun di bagian atasnya, tampak beberapa tokoh terorisme. Misalnya, terpidana mati kasus bom Bali Imam Samudera dan Amrozi. Ada juga pimpinan Alqaidah Osama bin Laden. Tokoh-tokoh tersebut mengapit mantan presiden Soeharto yang juga merupakan bekas mertua Prabowo.
Sementara di bagian bawah, terpampang logo partai dan beberapa ormas Islam. Seperti Muhammadiyah dan Hizbut Tahrir Indonesia (HIT). Meski pun, tak terlihat logo Nahdlatul Ulama (NU) yang merupakan salah satu ormas Islam tertua di Indonesia.
Selain itu, Wimar juga memberikan komentar terkait foto itu. "Gallery of Rogues.. Kebangkitan Bad Guys" (Galeri Bajingan.. Kebangkitan Orang Jahat).

Kamis, 12 September 2013

Siapakah Yang Pantas Menduduki RI-1 2014?

Siapakah yang pantas menduduki RI-1 2014?
Negara Indonesia adalah salah satu negara yang mampu bejalan walaupun dipimpin oleh orang yang tidak mahir memimpin dalam istilah populer dapat berjalan sendiri atau "auto-pliot"
Agar negara Indonesia bisa sekedar berjalan tidak perlu dipimpin oleh seorang yang mahir memimpin, tapi cukup dipimpin oleh orang yang tidak banyak  berbuat macam-macam (neko-neko), tidak perlu membuat statement yang berlebihan, wacana yang berlebihan, cukup mengikut arus saja.
Soal ekonomi misalnya, rakyat tidak lagi bergantung kepada kebijakan pemerintah, artinya ada kebijakan dari pemerintah atau tanpa ada kebijakan pemerintah ekonomi rakyat tetap jalan.
Coba analisa, apa peran pemerintah soal sandang, pangan, perumahan dan energi?, Coba andaikan pemerintah tidak melakukan apapun tentang itu,
Apakah ekonomi berhenti?
Soal Pertahanan dan Keamanan, tanpa presiden-pun TNI dan Polri masih bisa berjalan?
Saya pernah bandingkan Indonesia dan Malaysia. Kita masih bersyukur dengan pemerintah yang tidak berdaya untuk mengurus logistik saja rakyat Indonesia masih mampu berjalan dan berkembang.
Kalau di Malaysia semua urusan logistik ditentukan dan dikendalikan oleh pemerintah, harga beras, harga bahan bakar dan harga kebutuhan lainnya semua ditentukan oleh pemerintah,
dan memang harga bisa terkendali dengan baik, tapi andaikan saat itu tiba-tiba pemerintahanya bubar (idle) maka kemungkinan besar harga-harga komoditas yang ditentukan oleh pemerintah tadi akan menjadi sangat liar dan ancaman kejatuhan ekonomi yang sangat besar.

Jikalau Indonesia dapat berjalan sendiri tanpa pemimpin (Presiden) yang mahir dalam memimpin, apa urgensinya kita memeilih Presiden di 2014?.

Tentu kesimpulannya akan sama, kalau sesuatu bisa berjalan walaupun dipimpin oleh orang yang tidak mahir, maka,
sesuatu tersebut akan  menjadi lebih cepat jalannya, lebih baik jalannnya, lebih maju dan berkembang sesuatunya apabila dipimpin oleh orang yang lebih mahir.

Lalu bagaimanan kriteria orang (Presiden) yang diperlukan untuk Indonesia agar bisa lebih maju?

Urusan kepala negara (Presiden)  tidak hanya sekedar tata dan menata seperti halnya tata kota, tetapi lebih sangat besar dan luas, mulai politik, diplomatik (strategi pergaulan antar bangsa), strategi pertahanan dan keamanan,
sedangkan urusan sosial dan tata-menata infrastrukture adalah bagian kecil dari urusan yang besar sebagai kepala negara yang bisa didelegasikan.

Maka yang diperlukan agar Indonesia lebih maju adalah dan ada percepatan adalah pemimpin yang "MAMPU"
-mampu berbuat jujur
-mampu berbuat adil
-mampu membangun
-mampu menata (defrage)
-mampu menawar (bargaining)
-mampu melindungi (save & teritority)
-mampu melihat kedepan (visioner)
-mampu memilih yang tepat
-mampu menegerti (kehendak terbesar rakyat)

Lalu siapakah kiranya nama-nama yang cocok untuk menjadi RI-1 2014 m3ndatang?
- Jokowi kah?
- Dahlan Iskan kah?
- Prabowo Subianto kah?
- Aburizal Bakri kah?
- Rhoma Irama?
 yang lain ?.
Mari menilai beberapa nama yang ada yang sudah saya sebutkan di atas dengan maksud tidak menggiring opini kepada siapapun. maaf bila
penilian ini tidak sama dengan pembaca, karena setiap orang mempunyai barometer yang bisa saja berbeda.

1. Jokowi : terkenal orang yang merakyat, jujur, pekerja keras dan visioner, tetapi beliau tidak mampu berkata tidak untuk urusan partainya, tidak mempunyai planning yang baik sehingga kadang hanya terfokus pada masalah yang lagi hangat saja, tetapi melupakan masalah penting jangka panjang yang belum terjadi dan tidak mudah percaya terhadap bawahan untuk urusan yang  seharusnya dilakukan pendelegasian tugas.
kekawatiran saya jika Jokowi menjadi presiden adalah :
 "biasanya" yang terlalu cepat di awal akan mlempem di belakang, terlalu heboh di depan akan sunyi di belakang. Sesuatu yang baik adalah dengan  perencanaan yang baik, walau kelihatan lambat di awal tetapi biasanya akan ada kemudahan dalam perjalanan mencapai akhir.
2. Dahlan Iskan : mempunyai sifat hampir sama dengan Jokowi, maka jika harus memilih antara Dahlan Iskan atau Jokowi saya hanya perlu lotere saja.
3. Prabowo Subianto:  dikenal sosok yang mempunyai bargaining kuwat dan mampu melindungi apa yang telah dicapainya, tetapi untuk urusan tata-menata sepertinya saya masih meragukannya karena belum  ada bukti apa diperbuat dalam hal planning handal yang beliau lakukan kemudian direalisasikan.
4. Aburizal Bakri : sebagai pengusaha besar tentu dia mampu membuat planning yang baik lalu merealisasikannya tetapi saya tidak yakin beliau  mampu mengerti kehendak rakyat
dan berbuat adil di bandingkan Jokowi, dan Dahlan Iskan.
4. Rhoma Irama:  terkenal sebagi artis yang jenius, mampu melihat situasi dan keadaan kapan harus berbuat sesuatu, tetapi mempunyai jiwa yang kurang toleran, sehingga khawatir beliau tidak mampu berbuat adil, dan perlu dikahawatirkan lagi beliau mempunyai pendukung besar (hidden supporter) yang sebagian fanatik yang tidak mudah akur dengan lawan politiknya yang dikawatirkan akan bisa menggagu stabilitas apabila saling bersinggungan.

Jika mungkin calon alternatif yang terbaik saat ini adalah pasangan  "Wimar Witoelar dan Sultan Hamegkubuwono X".

Wimar Witoelar selain mempunyai kecakapan untuk memimpin dengan baik adalah sosok yang mempunyai kemampuan bargaining yang kuat yang
tidak bisa dipengaruhi oleh siapupun kecuali untuk kepentingan bangsa dan negara, sedangkan Sri Sultan adalah sosok yang mempunyai pengalaman yang mumpuni di bidang ketatanegaraan.
Tapi sayang beliau Wimar tidak tertarik untuk itu, tapi saya masih berharap agar ada yang bisa memohon kembali agar beliau bersedia untuk calon alternatif.
 Berikut  jawaban Wimar ketika dimohon agar bersedia menjadi salah satu candidad RI-1 2014 :
Copy Message message report from : Wimar Witoelar May 31, 2010 at 12:50am
Re: RI-1 candidate recomendation 2014 FB version
"satu kehormatan, tapi pasti saya bukan orang yang tepat. Saya cocok menjadi pendukung salah satu calon anda"
Silakan googling sosok Wimar Witoelar dan bagaimana sepak terjangnya terhadap urusan bangsa dan negara.
 
dari iseng-iseng utak-atik estimasi perolehan dukungan jika pasangan-pasangan berikut ini mencalonkan diri menjadi RI-1 & RI-2 ternyata pasangan Sri Sultan dan Wimar Witoelar paling bisa diterima oleh berbagai partai dan golongan, sedangkan Jokowi walupun terkenal belum bisa mengalahkan, walaupun mendapat hampir 100% dari PDI dan 80% dari golput yang berubah mendukung Jokowi .
Estimasi ini hanya metode sepihak, bukan metode comparison artinya tidak ada lawannya.. contoh : jika si "A & B" mencalonkan, apakah anda akan "pilih" atau "tidak", bukan anda akan pilih mana diantara pasangan "A" atau pasangan "B" atau"C".

kekalahan Jokowi disebabkan mendapat penolakan dari PPP dan PKS, maka jika Jokowi bisa merangkul PPP dan PKS akan mendapat dukungan paling besar, karena menurut estimasi tersebut suara PPP adalah 7% dari total suara sedangkan PKS 6% dari total suara.

Untuk versi pembaca siapa yang pantas anda pilih silakan vote pasangan di bawah ini.

siapakah yang pantas menduduki RI-1 & RI-2  untuk 2014 ?
ditulis oleh Achmad Budiono, Pule-Tayu Community.

Kamis, 18 Juli 2013

Revitalisasi Kawasan Kumuh (slum area)

Kawasan kumuh (slum area) biasanya berada di kota-kota besar seperti Jakarta dan kota-kota lainnya yang sedang berkembang karena adanya urbanisasi ataupun penduduk setempat yang tetinggal  ekonominya dari yang lainnya. Slum area ini biasnya tumbuh di celah-celah kawasan yang belum tertata, biasanya di pinggiran kota. Secara kategori slum area ini ada yang legal dan yang ilegal dari hal kepemilikan lahan, atau yang ilegal sering disebut penghuni liar.
Lalu bagaimana keberadaan slum area ini bisa di hapuskan?,
Salah satu cara efektif meng-eliminir kesemrawutan dan kawasan kumuh di Jakarta adalah "gusur orang-orang miskin dalam keadaan berdaya, gantikan lahannya dengan management yang lebih tertangani, untuk komersial, kawasan hijau dll." gusur dalam keadan berdaya adalah, tawarkan derah tersebut ke investor untuk proyek yang terencana dengan ganti rugi yang lebih dari cukup untuk orang-orang tersebut memulai hidup baru di tempat baru. Uang ganti rugi bisa untuk membeli lagi apartemen, modal kerja atau hidup di luar Jakarta yang lebih layak.
Sebenarnya kawasan kumuh itu tumbuh karena adanya magnet kegiatan ekonomi di kawasan tersebut sehingga menjadi daya tarik sebagaian orang untuk mencoba keberuntungan di daerah tersebut. Ada mereka yang datang dengan bekal atau modal yang cukup, baik skill maupun finansial  tetapi ada juga yang datang dengan "bonek" atau bondo nekat. dan pendatang "bonek" inilah yang berpotensi besar meciptakan tempat-tempat tinggal kumuh, karena mereka akan mencari tempat dengan pengeluaran/biaya semurah-murahnya tidak peduli bagimana kondisi layak atau tidak layak.
Secara alami slum area ini dalam perkembangannya bisa jadi akan kawasan yang perlahan menjadi baik dan tertata seiring dengan meningkatnya kemampuan finansial penghuninya, tetapi sebaliknya akan semakin parah apabila kemampun finasial penghuninya stagnan.
Bahkan apabila kawasan tersebut ekonominya bekembang dengan sangat pesat maka secara alami tempat-tempat yang tadinya adalah daerah kumuh yang tidak tertata akan sendirinya menjadi bagian perluasan kawasan yang sudah matang dan tertata, karena investor akan berani untuk membeli dengan harga yang tinggi.
Jadi peran pemerintah tidak hanya mengangkat mereka yang berada di daerah kumuh tetepi juga mendorong investor untuk mengembangkan daerah tersebut sehingga nilai ekonomi akan terangkat dengan sendirinya.
"Kekumuhan dan ketidakteraturan adalah bagian dari kemiskinan, maka jika ingin menghilangkan kekumuhan dan ketidakteraturan hilangkan dulu kemiskinannya."

semoga bermanfaat,
Achmad budiono

Rabu, 26 Juni 2013

Etika berkomentar di Internet dan ID palsu


Ketika anda membaca berita atau apapun yang  telah di publish di internet maka anda sering mendapatkan kolom komentar yang dapat diisi oleh siapapun yang mendaftar, bahkan ada yang tanpa perlu mendaftar.
Sering mendapatkan isi komentar ada yang serius, ada yang seadanya bahkan ada yang tidak patut.
Dari berbagai macam komentar yang dikeluarkan tersebut, saya pelajari bahwa orang yang mencantumkan ID (identifikasi/jati diri) dengan benar akan cenderung berkomentar positif dan berhati-hati dalam berkomentar, sedangkan orang yang mencantumkan ID alias masih bisa mengontrol komentarnya, sedangkan yang palsu (anonymous) akan cenderung memberi komentar semaunya yang terkadang begitu berani, vulgar dan tanpa etika. Kita bisa lihat contoh yang jelas di beberapa media online pada kolom komentar-komentarnya bagaimana orang-orang yang menggunakan nama samaran atau palsu.
Hollow- man dengan topeng pembalutnya

Jika anda pernah menonton filem "Hollow-man" ada yang dapat kita ambil pelajaran. Ketika kita masih visible atau bisa dipantau orang lain maka apa yang diperbuat akan selalu mendapat kontrol yang lebih baik, tetapi ketika anda menjadi invisble (tidak terlihat) maka apa yang anda perbuat akan cenderung liar atau semau gue.
Tetapi pada dasarnya manusia adalah makluk visible yang selalu punya keinginan untuk diakui existensinya. Pada filem Hollow-man menggambarkan hal tersebut, ketika menjadi tidak terlihat dan bisa berbuat semau gue ternyata tidak menjadikan dia puas tetapi malah menjadikan dia frustasi karena keberadaanya tidak jelas.


Bagaimana dengan anda, apakah memilih menjadi orang yang gentle dengan ID yang jelas atau orang picik dengan ID palsu yang akan membuat anda bisa berbuat lebih bebas tanpa diketahui siapapun siapa sebenarnya anda.

Jika anda takut komentar anda tidak didengar bahkan anda akan dibully  karena anda tidak sependapat dengan kebanyakan kompetator lainnya maka anda tidak perlu berkecil hati sehingga membuat ID palsu.

Dan belum tentu yang kelihatan exist dan mendominasi di media sosial adalah adalah mereka benar-benar sebanyak yang kita lihat kemunculannya, tetapi mereka sesungguhnya hanya beberapa gelintir orang yang menggunakan ID kloningan untuk tujuan tertentu, bahkan satu orang bisa mempunyai ribuan bahkan jutaan ID di media sosial dengan tehnologi yang ada sekarang ini.

Berikut ini mungkin bisa dijadikan pelajaran dan strategi bagi yang ingin bersuara/menyampaikan suatu pemikiran.
sebagai ibarat,:
anda berbicara bahwa kucing dalah binatang yang cantik dan lucu, ketika anda berbicara kepada orang yang menyukai kucing hal itu adalah benar sekali, tetapi ketika pembicaraan anda sampaikan ke sekelompok tikus maka anda akan dihujat, dibully dan di maki.
dan ketika berbicara kepada kucing bahwa daging tikus adalah daging yang kotor, menjijikkan dan banyak mengandung penyakit, maka anda dianggap berbicara ngawur.
-yang ingin suara didengar dan didukung : silakan berbicara pada kelompok atau ruang lingkup yang tepat.
-yang ingin menyamapaikan realita : silakan berbicara sesuai fakta dan jangan kecewa apabila penyampian/pemikiran anda tidak di hargai, paling tidak anda merasa lega telah menyampaikannnya.

Semoga bermanfaat,
Achmad Budiono